PENGARUH RASA AMAN

MEMIMPIN DENGAN RASA AMAN

Salah satu modal penting untuk menjadi pemimpin yang berhasil adalah memiliki rasa aman. A sense of security bisa dianggap sebagai fondasi atas landasan. Seorang pemimpin yang sudah memiliki rasa aman, ia tidak akan pernah memiliki rasa terancam.  Dengan demikian ia memiliki perspektif yang benar terhadap yunior, peer, kompetitor atau musuh sekalipun.  Rasa aman memampukan sang pemimpin merangkul siapa saja yang satu platform dengan idealismenya. 

Biasanya pemimpin yang punya rasa aman adalah pemimpin yang tidak memiliki krisis identitas. Dia tahu siapa dirinya dan untuk apa dia hidup. Tidak pernah sedikitpun menggunakan jabatan atau kedudukan bahkan kekayaan untuk mendongkrak jati diri. Hidupnya diwarnai dengan kerendahan hati. Wajahnya penuh kelembutan dan belas kasihan. Dia tahu persis bahwa menjadi pemimpin itu adalah amanah dan anugerah dari Tuhan, sehingga tidak ada yang bisa disombongkan. 

Tidak demikian dengan raja Saul. Saat ia mendengar para wanita Yerusalem menyambut kehadiran Daud dari medan perang, tiba tiba Saul menjadi sakit hati dan irihati. Gara gara kalimat ini seorang pemimpin bisa terbakar emosi.”Saul mengalahkan beribu- ribu musuh, tetapi Daud berlaksa- laksa. Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya…”

Saat rasa aman terganggu, biasanya orang itu akan menebar ancaman. Disinilah kematangan mental dan rohani seorang pemimpin sedang diuji. Pemimpin sejati tidak akan pernah melihat kelebihan orang lain sebagai ancaman. Seharusnya Saul berterima kasih kepada Daud, menolong dan mengembangkan Daud menjadi pemimpin berikutnya. Sayang sekali Saul tidak memiliki a sense of true leader. Bukankah tugas utama seorang pemimpin adalah mencetak pemimpin? 

Sangat disayangkan sekali jika raja Saul berusha menghabisi nyawa Daud. Ia mencoba membunuh Daud lebih dari tujuh kali. Namun Tuhan selalu melindungi pemuda Betlehem itu.  Seharusnya Ia bangga bahwa di negerinya ada pemuda yang berani, beriman dan berpotensi untuk masa depan. Memang dibutuhkan pemimpin yang berjiwa besar untuk berani mengembangkan orang lain. 

Sebelum seorang pemimpin memiliki rasa aman, ia akan menghabiskan waktu, tenaga dan hartanya untuk mengamankan tahtanya. Ini sangat berbahaya, karena ia akan menggunakan segala macam cara untuk menjaga kekuasaanya. Jika ini dibiarkan maka banyak yang akan menderita dan menjadi korbannya. Pemimpin yang buruk akan kehilangan orang orang yang baik. Pemimpin yang tidak memiliki rasa aman akan menjadi ancaman bagi rakyat dan bengsanya sendiri.

Paulus Wiratno
Paulus Wiratno

Making Life Better

Bagikan konten:
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
Share on linkedin

Konsultasi Yuk

Konten populer