DAMPAK BURUK DOSA SELINGKUH

Raja Daud tidak menyangka jika dosa perselingkuhannya dengan isteri panglimanya berujung kehancuran dalam berbagai aspek kehidupan. Rasa bersalah dan tekanan batin, kematian anak hasil selingkuh, kematian panglima, hingga ‘petaka kematian anak cucunya’ menghiasi riwayat keluarganya. Nikmat birahi 15 menit itu telah berujung penyesalan seumur hidup. Mari kita belajar daripadanya.

SELINGKUH SERING MELIBATKAN RENCANA BUSUK

Mengetahui bahwa wanita selingkuhannya hamil, hati Daud mulai kalut. Untuk menutupi dosa zinahnya, Daud tega membuat beberapa rencana busuk, mulai dari memberi cuti mendadak untuk suami Bersyeba yaitu panglima Uria, supaya bisa pulang ke rumah dan tidur dengan istrinya, namun rencana itu gagal. Akhirnya Daud memberi surat rahasia untuk komandan perang supaya Uria ditempatkan di barisan depan supaya cepat terbunuh. Rencana busuknya berhasil, kemudian Daud menikahi Bersyeba. Orang yang kalut, bisa melakukan apa saja termasuk membunuh orang orang baik yang dianggap bisa menghalangi niat busuknya.

SELINGKUH ITU BIKIN TEKANAN BATIN

Dosa dan rasa bersalah yang ditutupi bisa mendatangan tekanan jiwa yang bekepanjangan. Bukan hanya itu, setiap pelanggaran selalu membawa hukuman. Daud tidak menyangka jika anak hasil zinah itu mati dalam kandungan. Menyadari betapa tragis hukuman yang diberikan Allah buat hidupnya, Daud menuliskan beberapa Mazmur yang menjadi keluhan isi hatinya. Ia menyesal dan mengakui dosanya, tetapi telat, semua sudah terjadi.

ANAK CUCU KENA GETAHNYA

Pikir sebelum bertindak, renungkan kebenaran ini sebelum berbuat. Yang namanya dosa zinah atau selingkuh, buntutnya panjang. Yang menanggung akibatnya bukan hanya pelakuknya, tetapi anak cucunya bisa kena getahnya meski tidak makan nangkanya. Daud tidak menyangka bahwa anak anaknya mengamati hidupnya. Betapa terpukul hatinya waktu dia tahu anak laki lakinya yang bernama Amnon, memperkosa saudari tirinya yang bernama Tamar. Dari mana Amnon belajar zinah?

KUTUK LINTAS GENERASI

Sungguh memilukan hati saat mendengar perkataan nabi Natan untuk Daud sebagai hukuman seperi yang tertulis dalam kitab Samuel 12:11-15 “Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari. Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.” Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.”

Dosa seorang kepala keluarga, berakibat malapetaka bagi keturunannya. Sungguh tragis dosa selingkuh. Itulah sebabnya mari kita semua termasuk yang nulis renungan ini untuk selalu menjaga hati. Belajar hidup takut akan Tuhan dan menjahui semua kejahatan.

MELAWAN TAKUT DAN KUATIR

Mengapa Kitab Suci berkali kali mengajatakan ‘Jangan takut?’ Rasa takut yang sumbernya ‘tidak sehat’ atau tidak jelas bisa merampok nikmat hidup. Pdt. Norman Wright mengatakan bahwa Allah tidak mendesain pikiran manusia untuk hidup dalam ketakutan. Untuk itu setiap manusia harus punya usaha untuk bisa melawan rasa takut yang tidak sehat atau unhealthy fear.

RENCANAKAN HIDUP ANDA

Dengan membuat rencana yang matang, anda bisa mengurangi ‘kecemasan kecemasan’ yang tidak perlu. Jika Anda ingin bertamasya ke pantai, jangan lupa bawa baju renang dan pelampung. Jika ingin camping di gunung Batur, jangan lupa jaket dan air putih. Dengan mempersiapkan bekal yang baik, anda tidak perlu takut mengalami dehidrasi. Banyak kenyataan yang tidak sesuai harapan, siapkanlah hatimu untuk menerima kekecewaan. Jangan takut disalah-mengerti atau ditolak oleh orang lain.

MENYARING BERITA YANG MASUK KE PIKIRAN

Rasa kuatir adalah buah dari pikiran. Untuk melindungi hati kita dari takut dan kuatir, kita harus memasang ‘filter’ untuk setiap berita. Jangan biarkan yang namanya ‘hoax’ mengganggu emosimu. Jangan ijinkan ‘apa kata orang’ mengintimidasi hatimu. Ikutilah nasehat rasul Paulus. “Semua yang benar, mulia, suci, sedap didengar….pikirkanlah itu.” Ingatlah dengan baik, hidup ini tidak ditrentukan oleh apa kata berita, tetapi apa kata Firman Tuhan.

HIDUP DENGAN IMAN, BUKAN PENGLIHATAN

Para murid berteriak ketakutan saat melihat air mulai masuk ke dalam perahu. Mereka ketakutan kalau perahu akan tenggelam karena badai yang mengancam keselamatan. Untuk sesaat mereka lupa jika di dalam perahu itu ada Tuhan Yesus yang terbukti berkuasa melakukan segala perkara termasuk meneduhkan angin ribut. Hidup yang dikendalikan oleh iman kepada Firman jauh lebih menenangkan daripada hidup berdasarkan penglihatan dan perasaan. Itulah sebabnya firman Tuhan berkata “Berbahagialah orang yang menghandalkan TUHAN…”

MEMAHAMI ARTI KERENDAHAN HATI

Rendah hati haruslah menjadi sikap hidup setiap manusia. Orang yang rendah hati akan dipelihara oleh Tuhan. “Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji- muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!

‘Zerro Attitude’ berarti membuat diri kita sadar bahwa sebenarnya tidak ada yang bisa kita sombongkan dalam diri ini. Mari kita akui secara jujur bahwa semua yang pernah kita raih, miliki, atau impikan adalah atas perkenanan Tuhan semata.

Nyawa ini adalah pinjaman dan harta adalah titipan. Kita hanyalah seorang pengelola yang dipercaya oleh surga. Kitab Suci juga mengajarkan bahwa orang yang rendah hati akan bersukacita. Alasannya sederhana, Tuhan akan memberi warisan kepadanya

“Tetapi orang- orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah." 

Kerendahan hati membebaskan manusia dari kesombongan. Kita tahu bahwa kesombongan merupakan awal kejatuhan. Saat hati mulai sombong kita sedang mengusir Allah dari kehidupan. Itulah sebabnya Allah memberkati orang yang rendah hati.


Orang yang rendah hati tidak akan pernah menukar Tuhan dengan berkat. Ia tahu garis batas antara rejeki dan Tuhan yang memberi rejeki. Manakala manusia mulai menjadikan harta menjadi tuan dalam hidupnya, sebentar lagi ia akan mencuri kemuliaan Tuhan lewat apa yang mereka miliki. Saat itulah Tuhan tidak lagi mempercayai hati kita.

Ingatlah bahwa hati manusia itu licik adanya, begitu sering kita ditipunya. Tidak ada salahnya mendisiplin diri seperti nabi Daud, “selidikilah akan daku ya Allah, dan ketahuilah hatiku…”


Kyle William adalah manusia yang sangat rendah hati yang pernah kukenal. Seorang milioner yang cinta Tuhan dan pelayanan. Kami sekeluarga begitu terkejut sekaligus malu saat ia menyambut kedatangan kami di Oklahoma Airport. Tanpa ragu, ia mengambil semua koper bawaan kami dan menaruhnya di atas mobil. Ia menjemput kami dan membawanya ke rumahnya, ia mengemudikan mobilnya sendiri padahal punya ribuan karyawan.

Siang itu ia berlaku seperti porter, sopir dan kuli hotel. Kami terharu dan bertanya, “mengapa Anda melakukan semuanya ini, kami tahu anda orang sibuk dan terhormat.

Jawabnya “Pak Paulus, kami senang melayani Anda. Bagi kami Tuhan memberikan kekayaan bukan untuk menaikan standar kehidupan, tetapi untuk menaikan standar pemberian." 

Wow! Sebuah pelajaran rohani yang luar biasa. Seperti khotbah singkat, padat dan penuh dengan berkat. Sejak saat itu aku lebih mengerti apa artinya kerendahan hati. Dan aku lebih memahami, mengapa Kylie Williams dilimpahi rejeki

DOA SEORANG AYAH UNTUK NAK ANAKNYA

“Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan- Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh- Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama- sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus…” Ef. 3:16-18

Kalimat di atas adalah doa seorang bapak untuk anak anak rohaninya. Saya sangat diberkati dengan bunyi dan isi doanya. Alangkah indahnya jika setiap ayah atau orang tua rohani bisa berdoa dengan kalimat yang sama. Ada beberapa pelajaran rohani yang luar biasa di balik doa sang rasul. Dari isi ayat ayat diatas kita bisa menemukan apa yang penting dan utama bagi keberhasilan masa depan kehidupan anak anak kita.

Rasul Paulus tidak berdoa untuk sukses, kekayaan, gelar atau kedudukan. Ia berdoa supaya mereka mendapatkan kekuatan dan keteguhan batin melalui kuasa Roh Kudus. Kehidupan di duni ini sangat keras. Ibarat perahu di lautan, sering menghadapi badai dan gelombang. Untuk terus bisa berlayar sampai ke tujuan, dibutuhkan nahkoda yang handal, pintar dan tahan banting. Modal pintar saja tidak cukup, anak anak kita perlu kekuatan batin yang mampu membuat mereka tegar di tengah hantaman ombak dan badai.

Ingalah bahwa Tuhan lebih suka dengan kedewasaan iman daripada kebahagiaan kita. Untuk itu Ia akan mengijinkan kita menghadapi pancaroba hidup yang tidak mudah dilalui. Perjalanan pelayanan sang rasul memang penuh dengan onak dan duri. Mulai dari penolakan, pelecehan, goship, kelaparan, hingga ancaman kematian. Namun di tengah semua itu ia bisa melakukan pekerjaan pelayanan
dengan baik, dan mengakhiri dengan kuat setia. Saat diperhadapkan dengan tatangan yang berat, inilah yang ia katakan:

"Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala- galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." II Kor. 4:16-18

Sudah saatnya kita memohon pada Tuhan agar menuntun langkah serta menguatkan batin anak anak kita. Suatu saat kita akan menghadap sang Khalik. Mungkin saja tidak ada warisan harta yang bisa kita tinggalkan bagi mereka. Namun jika kita sempat mewariskan iman dan nilai kehidupan, maka anak anak kita akan mampu berjuang menemukan panggilan hidup mereka masing masing. Dan jangan lupa doakanlah mereka agar mendapat kekuatan batin dari pencerahan firman.

MUSUH BESAR SEORANG PEMIMPIN

“Biarlah Ia makin bertambah dan aku semakin berkurang” adalah ucapan nabi besar Yohanes Pembaptis. Tidak mudah untuk menerapkannya dalam kehidupan seorang ‘pria’ yang driven by pencapaian dan lahir sebagai makhluk ‘haus penghargaan’. Keberhasilan sang nabi tidak diukur dari jumlah pengikut umat yang dibaptis, popularitas atau jumlah pundi pundi. Namanya masih sering disebut setelah 2000 tahun karena tekad hidup, penyerahan dan keberhasilannya mengalahkan egonya.

Beberapa hal yang bisa membunuh karakter kita sebagai ‘hamba Allah’ adalah keinginan ego untuk ‘berkuasa, popularitas, pengakuan dan rasa aman. Ketika apa yang kita lakukan atas nama pelayanan hanya untuk memberi makan ‘ego’, sebenarnya kita sedang memuliakan diri sendiri, bukan memuliakan nama Allah meski diakhir doa terdengar kalimat ‘to God be the glory’

Tidak sedikit pemimpin yang tersandung dengan ‘ego’ dan tidak bisa ‘finish well.’ Raja Saul dilengserkan karena lebih memilih ‘power’ daripada ‘ketaatan’. Simson lebih memilih bertekuk lutut di bawah ketiak Delila. Ahab dan Izebel takut kehilangan pengaruh dan pengakuan, hidup mereka habis untuk mengejar nabi Elia. Masa tua raja Daud kurang sedap didengar karena masalah wanita.

Kita semua harus waspada, karena ego sering bersembunyi di balik kemunafikan. Bagaimana tidak? Dalam pemilihan ketua sinode ada yang bermain uang, fitnah dan menutupi dosa. Lebih ngeri lagi waktu mau memilih mereka berdoa dengan khusuk minta ‘Roh Allah’ yang menentukan dan memilih pemimpin namun tiga bulan sebelumnya ‘tim sukses’ sudah bagi bagi handphone, tiket pesawat gratis dan lain sebagainya. Mengatas namakan Allah demi ego adalah “penistaan” WASPADALAH!!!

GARA GARA UANG LOGAM

Dikisahkan ada seorang bocah yang sedang berjalan, dan tiba tiba ia melihat uang logam bertabur debu ada di depan matanya. Tanpa pikir panjang ia langsung mengambil dan memasukan ke saku celananya setelah meniup debu yang menempel. Wajahnya ceria dan hatinya penuh dengan sukacita karena berhasil menemukan uang coin itu. Maka sejak saat itu, setiap kali berjalan ia akan selalu melihat bawah. Matanya selalu mencari kalau kalau ada uang coin yang bisa dipungut.

Luar biasa prestasinya, selama hidupnya ia telah menemukan 367 keping uang coin yang jumlahnya 12 dolar 82 sen. Namun sayang gara gara selalu melihat ke bawah saat berjalan, ia kehilangan kesempatan untuk melihat 35.127 terbenamnya matahari yang indah, 327 pelangi, keindahan langit biru dan pemandangan indah yang ada disekitarnya.

Begitu mudah kita tenggelam pada hal hal kecil sehingga kehilangan hal hal yang lebih indah dan lebih besar dalam hidup. Ngapain ngurusin tetangga yang cerewet dan suka usil, masih banyak tetangga lain yang bisa menjadi sahabat untuk hal hal yang lebih positif. Jangan habiskan waktu dan tenaga untuk mereka yang tidak peduli dengan hidup anda. Jangan paksakan diri untuk menyenangkan semua orang karena tidak akan mungkin anda mampu melakukannya. Tuhan Yesus saja tidak bisa menyenangkan semua orang, apalagi anda.

Lebih baik berfokus pada apa yang ada di depan kita dari pada menyesali masa lalu yang jelas jelas tidak bisa diubah. Ada yang ribut dan menghabiskan waktu berdebat hanya masalah satu kata atau titik koma yang tidak penting. Bukankah lebih baik membicarakan implementasi program kerja? Percuma saja duduk berjam jam hanya untuk mempermasalahkan satu jemaat yang pindah gereja padahal di luar sana masih banyak orang yang perlu dijangkau dan mendengar kabar baik. Kalau hanya masalah warna cat dinding mengapa harus mengorbankan pernikahan? Berlajarlah memikirkan gambaran besar, bukan hal yang sepele, menyita waktu dan tenaga.

Jangan biasakan menghabiskan waktu, tenaga, pikiran hanya untuk sesuatu yang tidak penting. Jangan juga berpura pura menjadi penting demi sesuatu yang tidak penting. Ini semua adalah pemborosan. Masak gara gara ingin membasmi tikus harus membakar rumah? Gara gara seekor kutu di kepala, anda rela menghabisi rambut yang indah?

Seorang pengusaha kaya datang ke kantor mau konseling karena mau bercerai. Setelah ditanya masalahnya hanyalah soal selera musik yang berbeda. Bodoh sekali! Kalau hanya gara gara kelemahan kemudian kita lupa kuatan dan kelebihan pasangan, maka kita akan kehilangan indahnya kebersamaan. Masak gara gara mencari kancing celana yang lepas, Anda tega tidak memakai celana, telanjang sepanjang jalan? Memalukan sekali. Belajarlah dari bocah itu. Ia kehilangan kehindahan hidup gara gara mencari asesori kehidupan.

KORBAN SELINGKUHAN RAWAN KEMATIAN

Ibu Hana merasa dirinya seperti dibuang ditempat sampah, saat mengetahui suaminya selingkuh dengan teman kerjanya. Rasa sedih campur tidak berharga, menjadi bagian dari hidupnya setiap hari. Sulit tidur, kehilangan selera makan, tidak bisa berdoa dan malu bersosialisasi. Itulah yang dialami oleh mereka yang jadi korban selingkuh.

Bahkan akhir akhir ini muncul niat untuk bunuh diri demi mengakhiri sakit hati. Meski sudah belajar mengampuni, namun bekas luka hati itu kadang kadang menyayat kembali mana kala mengingat keluakuan suaminya. Ada niat untuk balas dendam tetapi rasa kasihan dengan anak anak dan masa depan mereka.

Dampak negatif yang dialami oleh korban selingkuh itu ditulis juga oleh blog The AsianParent “Rasa sedih karena pengkhianatan dapat memicu stres berkepanjangan. Stres inilah awal mula datangnya berbagai penyakit fisik yang menyerang korban perselingkuhan. Kepercayaan diri yang runtuh akan mempengaruhi pola istirahat dan makan yang akan berdampak langsung bagi kesehatan fisik. Misalnya, kurang makan atau terlalu banyak makan, kurang tidur atau justru terlalu banyak tidur.”

Mereka yang tidak tahu bagaimana menghilangkan sakit hati, akhirnya lari ke alkohol atau ke obat obat terlarang. Yang lebih parah lagi adalah membiarkan sakit hati, tidak bersedia mengampuni yang akhirnya membiarkan luka batin dan kesedihan berkepanjangan. Akibatnya sangat fatal seperti yang digambarkan sebagai berikut.

Bahkan, kesedihan berkepanjangan akibat jadi korban perselingkuhan bisa mengakibatkan nyeri dada, serangan jantung, atau stroke. Timbulnya masalah kardiovaskular memang lebih erat dikaitkan dengan penyakit mental seperti depresi dibandingkan dengan kebiasaan merokok, penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi. (The AsianParent)

Untuk itu, pikir 1000 kali sebelum anda melakukan dosa selingkuh. Yang hancur bukan hanya hubungan pernikahan, tetapi orang orang yang anda khianati juga bisa mengalami penyakit fatal. Belum lagi anak anak yang akan menyimpan kepahitan dan kebencian karena anda telah mengkhianati mama atau papa mereka. Ingat baik baik apa kata kitab Amsal.

Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, perhatikanlah perkataan mulutku. Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu, dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya. Karena banyaklah orang yang gugur ditewaskannya, sangat besarlah jumlah orang yang dibunuhnya. Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut. (Amsal 7:24-27

DITINGGALKAN OLEH ROH TUHAN

Tragedi terbesar dalam kehidupan seorang pemimpin rohani adalah saat diringgalkan oleh ‘Roh Allah’. Peristiwa yang menimpa Raja Saul seharusnya menjadi pembelajaran bagi kita semua. Apa artinya menjadi penguasa, terkenal, banyak harta namun tidak disertai oleh hadirat Allah. Lebih baik jadi anak gembala tetapi diurapi seperti Daud.

Allah menyesal karena telah mengurapi Saul menjadi seorang raja. Penyesalan itu terjadi karena Saul tidak sungguh sungguh dalam menjalankan perintah Tuhan. Ia diminta untuk menghabisi bangsa Amalek dan rajanya serta harta miliknya. Namun dalam prakteknya, ia membiarkan Raja Agag hidup dan mengijinkan tentaranya mengabil barang jarahan, yaitu ternak yang terbaik. Dan inilah reaksi Allah saat melihat ketaatan setangah hati dari hamba-Nya yang diurapi.

Lalu berkatalah TUHAN kepada Samuel, "Aku menyesal telah mengangkat Saul menjadi raja, sebab ia telah berbalik daripada-Ku, dan tidak melaksanakan perintah-Ku." Samuel sedih, dan sepanjang malam ia mengeluh kepada TUHAN... Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN.

Sejak saat itu hati raja Saul dipenuhi dengan rencana jahat, gelisah, rasa tidak aman dan kehilangan sukacita hidup. Sayang sekali, hidup raja Saul dihabiskan untuk memburu Daud sang anak gembala yang dianggap menjadi rival atau saingannya. Ia tidak menyadari bahwa Daud sudah diurapi oleh Tuhan untuk menjadi penggantinya. ‘’Jangan pernah mengganggap diri terlalu penting, seolah tidak bisa digantikan”. Allah punya cara untuk menjalankan rencana-Nya.

Jangan biarkan kataatan setengah hati menjadi gaya hidup Anda. Kalau mengiring Yesus jangan setengah setangah. Kalau melayani Tuhan jangan asal asalan. Kalau melakukan kebenaranan firman jangan pilih pilih. Kalau beribadah kepada Tuhan jangan hanya setor muka. Lakukan segala sestau dengan sepenuh hati maka anda akan merasakan sukacita hidup karena selalu disertai oleh Roh Tuhan.

Sebailknya jika saat ini hati penuh dengan kegalauan, kebencian, rasa tidak aman, keinginan untuk menlenyapkan saingan atau tidak ada ketenangan batin. Mungkin karena Anda sudah kehilangan penyertaan Tuhan. Segera berlutut dan memohon ampun kepada Allah. Bertobat dan membaharui komitmenmu kepada Allah. Allah itu setia, jika Dia memberi pengampunan, sejauh timur dari barat Dia akan membuang dosa dan kesalahan kita. Berlututlah sekarang juga……

SEMUA DIMULAI OLEH MIMPI

Dari mimpi, oleh mimpi dan untuk mimpi, itulah kisah hidup pemuda yang mendapat julukan “Prince of Dream”. Meski awalnya merupakan kalimat ejekan, namun justru keberanian Yusuf bin Yakob dalam berbagi mimpi itu merupakan awal dari keberhasilan hidupnya. Benar apa kata Hariet Tubman jika hal yang besar selalu diawali oleh seorang yang berani bermimpi besar.

“Every great dream begins with a dreamer. Always remember, you have within you the strength, the patience, and the passion to reach for the stars to change the world."

Malam itu tidak ada yang bisa memahami makna mimpi Yusuf. Seorangpun tidak ada yang sanggup menafsirkan kedua mimpinya. Mungkin Yusuf sendiri tidak bisa memahaminya. Bagi Yusuf Bin Yakob yang penting punya mimpi dan pernah bermimpi. Soal bagaimana meraih mimpi, itu urusan yang lain. Yang penting punya mimpi dulu. Tidak mungkin kita bisa meraih mimpi jika kita tidak pernah bermimpi.

“You have to dream before your dreams can come true," kata Abdul Kalam.”

Inilah syarat utama untuk bergairah dalam kehidupan, beranilah bermimpi yang besar. Mimpi membuat hidup bersemangat dan tidak membosankan. Wasapadalah jika Anda sudah tidak memiliki mimpi atau cita cita dalam hidup ini. Kemungkinan besar Anda sedang dihinggapi oleh penyakit keletihan atau putus harapan. Ingatlah, “berhenti bermimpi berarti akhir sebuah kehidupan”

Meskipun tidak paham seluruhnya, kedua mimpi Yusuf itu telah memberinya gairah untuk menjalani pancaroba kehidupan. Mimpi itulah yang membuatnya tabah saat dianiaya, difitnah dan dijebloskan ke penjara. Jauh di lubuk hatinya ada sebuah harapan bahwa mimpinya akan menjadi kenyataan. Yang penting setia dan tekun menjalaninya serta berusaha menjaga mimpinya supaya tidak sirna ditelan derita.

Masih adakah mimpi yang belum menjadi kenyataan dalam hidup Anda? Mari melangkah dengan iman dan berjuang dengan tekun dan sabar seperti Yusuf. Dalam waktunya Tuhan, Anda akan melihat titik terang dan kejutan dari surga. Dua tahun yang lalu saya bermimpi untuk bisa membangun Leadership dan Training Center. Meskipun tidak ada uang, saya mulai menghubungi kontraktor, untuk menggambar dan mengurus ijin bangunan. Hari ini mimpi itu menjadi kenyataan. Bangunan tiga tingkat yang mahal harganya itu adalah saksi kebesaran Tuhan yang telah memberikan mimpi. Jangan takut bermimpi besar, karena kita punya Allah yang besar.

TIGA CARA MENGHINDARI SELINGKUH

Tidak ada orang selingkuh yang sifatnya ‘tiba tiba’. Selama ini belum pernah ada konsele yang membuat pengakuan “saya tidak sadar saat berbuat selingkuh’’. Tidak ada prilaku dosa yang tidak disengaja. Semua perbuatan selalu minta restu pikiran. Dosa zinah itu sangat merusak, karena melibatkan fisik, emosi, kehendak dan batin manusia. Untuk itu kita kita harus punya ‘strategi hidup’ untuk menghindari kejatuhan.

BENTENGI PIKIRAN ANDA

Prilaku zinah dimulai dari pikiran cabul atau porno. Saat pikiran dibiarkan mengembara, membayangkan atau meladeni ajakan berbuat dosa, Anda harus segera menghentikan dan memutuskan untuk ‘lari’ dari cobaan. Khusus untuk dosa zinah, anda tidak akan bisa menang jika terus berada di depan cobaan hanya dengan berdoa dan mengucapkan kata ‘Darah Yesus’. Balajarlah dari Yusuf saat dicobai oleh istri Potifar, dia melarikan diri, menjauh dari sumber pencobaan. Sehebat hebatnya anda sebagai manusia, untuk dosa yang satu ini sulit untuk diatasi. Orang jawa bilang, “Kucing didepi gereh, mosok ora dipangan’’

MENJAUHI JEBAKAN BATMAN

Ingatlah kata Amsal, pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Dengan siapa anda bergaul akan menentukan sepak terjang prilaku hidup Anda. Jika tidak mau terjebak dengan dosa selingkuh, jangan sekali kali bergaul atau berteman dengan tukang selingkuh. Waspadai keinginan mata Anda, supaya tidak mengotori pikiran. Belajarlah dari Raja Daud, ia jatuh dalam dosa zinah karena ‘suka melihat wanita mandi’. Makanya bebaskan matamu dari pornografi atau yang sejenisnya. Dan jangan pernah mengingini isteri tetanggamu.

HARGA YANG HARUS DIBAYAR CUKUP MAHAL

Jangan sampai gara gara ingin memenuhi ‘nafsu birahi’ anda harus mengorbankan pernikahan, melukai anak anak dan menghancurkan pelayanan atau usaha. Kapal Titanic tidak akan menabrak gunung es dan tenggelam jika petugas komunikasi menyampaikan tiga peringatan lewat telegeram yang diterimanya ke Kapten Smith. Anda tidak akan jatuh dalam kehancuran jika mendengarkan peringatan dari Roh Allah. Jangan sampai anda minta pertolongan setelah pernikahan ‘menabrak gunung es’ dan hancur lebur.

Demikian juga orang yang menghampiri isteri sesamanya; tiada seorangpun, yang menjamahnya, luput dari hukuman. Apakah seorang pencuri tidak akan dihina, apabila ia mencuri untuk memuaskan nafsunya karena lapar? Dan kalau ia tertangkap, haruslah ia membayar kembali tujuh kali lipat, segenap harta isi rumahnya harus diserahkan. (Amsal 6:29-31)