Membuang Iri Hati

Jangan pernah membiarkan rasa iri bersarang di dalam hati anda. Karena iri hati bisa berdampak negatif pada jiwa dan raga kita. Hikmat kuno mengatakan “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang”. Jelaslah di sini bahwa rasa iri mencuri ketenagan hati, membuat tulang jadi keropos dan wajah mengerikan. Saya belum pernah lihat orang irihati senyum bahagia.

Sejumlah studi psikologis menunjukkan bahwa rasa iri terbagi menjadi dua emosi yang berbeda. Hasil penelitian dari Belanda membuktikan bahwa ada dua macam rasa iri hati; iri yang baik dan iri yang jahat. Iri yang membuat anda termotivasi atau mendorong untuk mengembangkan diri demi meraih pencapaian, ini iri yang baik. Tetapi jika anda iri dengan kelebihan orang kemudian punya niat jahat untuk mendeskriditkan orang, menjatuhkan, menggosipkan dan menebar fitnah, ini iri yang jahat. Iri semacam ini harus segera dibuang dari hati.

Rasa iri ternyata bisa membuat kita merasakan sakit secara fisik. Di tahun 2009, studi dilakukan dengan meneliti bagaimana keadaan otak seseorang yang sedang iri. Dilansir dari New York Times, hasil menunjukkan bahwa bagian otak yang merasakan sakit terangsang. Semakin kuat rasa iri, semakin kuat pula nyeri yang dirasa pada bagian korteks tersebut. Dalam kata lain, otak kita mengasosiasikan iri sebagai sakit fisik, sama besarnya dengan sakit yang dirasakan saat patah hati atau mengalami penolakan. Maka jangan kaget jika ‘iri hati bisa membungkukan tulang, merobek wajah, dan membuat dompet anda menderita.

Kitab Suci menjelaskan bahwa yang namanya iri hati adalah dosa, dan bobot dosanya sama dengan penyembahan berhala, atau mabok. Ityulah sebabnya kita harus bisa segera membuang iri dari hati ini supaya bisa menikmati semua berkat kerajaan Allah. Sudah tertulis dengan gamblang “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

“Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.” Sering kali sumber dari iri hati adalah ego memntingkan diri sendiri. Ingin terkesan paling pintar, eh ternyata ada yang lebih pintar, lalu munculan irihati. INgin telihat paling cantik, ternyata ada tetangga yang lebih cantik, akhirnya gossiiiip. Selidik punya selidik, iri hati ini bisa menjadi biang kekacauan, pertengkaran bahkan bisa sampai pembunuhan. Nabi Yusuf hampir saja menjadi korban pembunuhan dari saudara saudara angkatnya, untunglah dia hanya jadi korban traficking. Coba tilik hatimu, masih adakan seberkas iri yang bersarang di dalamnya? Jujur!!!!!!!

NASIH HIDUP ORANG KIKIR

Mengapa ada orang yang takut memberi? Ada juga yang marah kalau disuruh berbagi. Apakah sifat kikir bawaan lahir atau warisan nenek moyang? Untuk lebih jelasnya, kita harus belajar pada pemuda kaya yang bodoh seperti yang dikisahkan dalam injil Lukas.


Sifat kikir itu dimotivasi oleh salah pikir. Menurut orang orang yang pelit, memberi itu akan membuat kita kekurangan. Karena dengan memberi maka jatah kita akan berkurang. Semakin banyak mengumpulkan semakin bahagia hidup kita. Semakin banyak memberi semakin susah katena akan jatuh melatat.
Ternyata pandangan itu salah total. Ia memiliki segalanya, namun ia lupa menikmati dan membahagiakan jiwanya. Ia tidak punya anak istri. Tidak sempat bersosialisasi. Bahkan akhir hidupnya mungkin harus menguburkan diri sendiri. Tragis sekali. Sebelum ia bisa menikmati apa yang dimiliki, ia harus kehilangan nyawanya.


Sifat kikir, tidak ada hubungan dengan nenek moyang atau suku bangsa. Mbah Royani terkenal paling kikir di kampung, namun anak anaknya dikenal sebagai ‘bloboh’ alias suka berbagi. Apalagi anak pertamanya yang bernama Budi Dermawan, ia benar benar mengamalkan namanya.
Sifat kikir tidak ada hubungannya dengan kondisi kaya atau miskin. Sifat kikir adalah bagian dari pola pikir. Ada janda yang tidak memiliki banyak, namun berani memberi persembahan dari kekurangannya. Sebaliknya ada orang yang tergolong kaya menurut kata orang, namun kikirnya bukan main.


Sifat kikir bukan warisan dari sorga. Di sorga tidak ada istilah ‘pelit’. Yang ada adalah sikap dan praktek murah hati. Sebutan yang sering kita dengar untuk pemilik sorga adalah ‘Yang Maha Pemurah’. Ia memberi hujan pada semua orang. Ia membebaskan kita untuk bebas menghirup udara. Selama ini saya belum pernah mendapat tagihan dari malaikat untuk bayar oksigen atau sinar matahari.
Jadi, kalau ada diantara pembaca sekalian masih takut berbagi, kemungkinan anda akan kesulitan masuk sorga. Kemungkinan… ini hanya pikiran orang. Makanya jadilah orang yang gemar berbagi. Dan sering sering mempercayai nasehat kuno ini.


Ada orang suka memberi, tapi bertambah kaya, ada yang suka menghemat, tapi bertambah miskin papa. Orang yang banyak memberi akan berkelimpahan, orang yang suka menolong akan ditolong juga. (Amsal)

CARA MENGUBAH NASIB

Anda tidak akan pernah bisa mengubah nasib hidup hanya dengan melihat garis tangan. Sudah terbukti, hanya dengan menggunakan tangan anda bisa memiliki masa depan. Bukankah sudah tersurat ‘Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu.’

Meratapi nasib tidak akan pernah bisa memperbaiki nasib. Jalan kesana kemari sambil menyanyikan lagu ‘Oh ya nasib ya nasib mengapa begini’ tidak akan bisa mendatangkan perubahan. Mengeluh di depan Tuhan sambil berkata “Haruskah hidupku terus begini dengan derita yang tiada akhir’’ tidak akan mampu mengakhiri penderitaan kalian. Jangan eprnah menyalahkan nenek moyang, jangan cari kambing hitam atas kenyataan hidup ini. Semua yang anda hadapi hari ini adalah hasil dari keputusan hari kemarin.

Satu satunya cara untuk mengubah nasib hanya dengan mengubah cara berpikir. “Change your mind change your life”. Lahir dari keluarga miskin adalah takdir, tetapi memiliki hari tua dalam kemiskinan adalah nasib. Tidak semua yang lahir miskin akan hidup miskin, dan tidak semua yang lahir kaya akan terus menjadi kaya. Takdir kita ada di tangan Allah, tetapi nasib ada di kedua tangan kita. Kita tidak bisa mengubah takdir, tetapi bisa mengubah nasib dengan mengubah pola pikir.

Jack Ma adalah contohnya, lahir dari keluarga miskin, mengalami penolakan berkali kali, gagal berkali kali. Tetapi pola pikirnya telah membuatnya menjadi konglomerat kelas dunia. Pendiri Alibaba Group ini sekarang menjadi biliuner yang diperhitungkan dunia, bahkan pernah masuk dalam majalah Forbes. Jack Ma adalah contoh yang jelas, bahwa manusia bisa mengubah nasib dengan mengubah dan memaksimalkan cara berpikir. Anda bisa mengubah nasib, hari ini juga selaraskan pikiran anda dengan pikiran Allah, maka anda akan menjadi maksimal dalam menjalanin kehidupan. Muliakanlah Allah dengan pikiran, kreativitas dan produktivitas. Be fruitfull

GEJALA SAKIT JIWA

“Di dalam jiwa yang sehat terdapat semangat, harapan dan gairah hidup”

Jiwa yang utuh merupakan kesatuan pikiran, kehendak dan perasaan. Namun saat kehendak dengan pikiran tidak selaras, jiwa mengalami dislokasi dan perlu segera dibawa ke sangkalputung. Dislokasi jiwa alias kesleo itu melemahkan. Saat tangan kesleo, kekuatannya berkurang. Demikian juga dengan jiwa. Jika dibiarkan terlalu lama, bisa bisa jadi lumpuh.

Masalahnya, banyak diantara kita tidak sadar jika sedang mengalami ‘sakit jiwa’. Jelas jelas hidup dalam kebohongan, dusta dan kepura puraan, namun kita menganggapnya sebagai ‘gaya hidup alternatif’. Bagaimana kita bisa mendekteksi keadaan jiwa yang tidak sehat? Gampang, ikuti saja ‘test luar dalam’. Apakah yang terucap keluar sama dengan yang ada dalam hati? Apakah yang kita lakukan selaras dengan kehendak jiwa?

Jika hidup ‘bagaikam kuburan yang dilabur putih’, maka jiwa ini sedang dalam keadaan ‘gawat darurat’, maka segeralah masuk ruang ICU. Rasa bersalah, mudah putus asa, amarah, sok rohani, merasa selalu benar adalah gejala kasad mata atas jiwa yang terluka. Waspadai kebiasaan ‘merohanikan’ segala keadaan. Begitu mudah menyalahkan keadaan dan mengkambing hitamkan setan. Padahal sudah jelas kitalah yang membiarkan kesalahan.

Dosa tidak bisa dilupakan, kesalahan tidak bisa dibiarkan, kebohongan harus diakui dan tidak dijadikan kebiasaan. Berhenti berpura pura rohani demi menutupi lapar jati diri. Jujurlah dengan Allah dan diri sendiri. Kembalikanlah perasaan, pikiran dan kehendak dalam kesatuan. Dan rasakan damai sejahtera yang melampaui segala akal memerintah jiwamu. Masih belum sanggup? Datangkan kepada Allah dan akui segala kesalahan, mohonlah pengampunan. Ia yang setia dan adil akan segera menyegarkan jiwamu.

MEMULAI DENGAN TUHAN, MENGAKHIRI DI PENGADILAN

Drama keretakan rumah tangga seorang pengacara kondang yang sekarang jadi berita di media sosial sungguh menyesakan hati.  Seolah sudah menjadi konsumsi publik. Sekarang bukan lagi perang terbuka antar suami istri tetapi sudah menjadi perang antar pengacara. Setelah mengikuti dan membaca beritanya, saya mendapatkan beberapa pembelajaran dan hikmat yang bisa dijadikan pegangan hidup beruma tangga.

Kalau pernikahan dimulai dengan melibatkan Tuhan, jangan mengakhiri di pengadilan. Bukankah waktu menikah dulu mereka berdua mengucapkan janji di hadapan Tuhan dan disaksikan oleh umat Tuhan? Mungkin juga waktu mencari  pasangan hidup berdoa kepada Tuhan. Lha kenapa waktu mau mengakhiri pernikahan  tidak minta pendapat Tuhan? Jujur kalau suami istri mau dengan rendah hati bertanya pada Tuhan ‘Bolehkah kami mengakhiri pernikahan ini?” Pasti jawabannya adalah “Apa yang telah dipersatukan oleh Tuhan janganlah diceraikan oleh manusia”.

Pernikahan itu idenya Tuhan.  Allah punya agenda melalui pernikahan kita yaitu supaya lahir keturunan ilahi yang bisa mengemban amanat dari sorga. Apa kata dunia jika pernikahan yang suci dijadikan ‘laboratorium percobaan’? Pernikahan kristen tidak seperti orang sandal jepit, boleh coba, kalau tidak cocok bisa ganti.  Untuk itu usahakanlah mempersiapkan diri mengikuti ‘School of Marriage’ sebelum memasuki pernikahan. Kata Amsal 24, rumah tangga itu dibangun di atas hikmat, pengertian daan pengetahuan. Jadi modal uang dan cinta saja tidak cukup. 

 Waspadai harapan anda di setiap musim kehidupan dan pancaroba pernikahan. Tetaplah menggunakan kacamata positif untuk menghadapi perubahan dan perbedaan yang terjadi dalam pernikahan. Jangan sampai dulu dipuji dan dibela mati matian, setelah anak empat dan menghadapi banyak perbedaan yang ditonjolkan hanya kekurangan dan kelemahan pasangan.  Buknkah kita suci mengatakan “Kasih itu menutupi segala sesuatu’. Jangan malah diumbar diruang publik padahal itu adalah privasi. 

Yah… namanya nasi sudah jadi bubur, mau apa lagi?  Sebagai pembaca sekaligus pengamat saya hanya bisa berdoa ‘kiranya masalah mereka bisa segera selesai dan tidak memberi contoh buruk bagi para pembacanya dan generasi yang berikutnya.  Sebagai saudara seiman hanya bisa menghimbau “pernikahan yang dimulai dengan Tuhan, jangan diakhiri di pengadilan”.  Diskusi dulu sama Tuhan. 

KESALAHAN DALAM PERNIKAHAN

Hidup bahagia selama lamanya setelah pernikahan hanyalah ada dalam negeri dongen Sinderela, “Happily ever after”. Itulah sebabnya berharap ‘selalu bahagia’ dalam dunia pernikahan hanyalah sebuah impian semata. Fakta membuktikan bahwa ada banyak suka duka, canda tawa serta air mata dalam mengarungi  bahtera rumah tangga.  

Jangan kaget jika ada hanya bertahan tiha hari, tiga minggu ataui tiga bulan. Mereka memilih untuk berpisah karena tidak siap menghadapi pancaroba kehidupan. Tahukah anda bahwa kualitas pernikahan tidak tergantung dari mahal dan mewahnya pesta pernikahan. Kebahagiaan pernikahan tergantung dari hikmat, pengertian dan pengetahuan tentang pernikahan dan orang yang kita nikahi. Itu sebabnya modal cinta saja tidak cukup untuk bertahan dan berbahagia dalam pernikahan. 

Menurut ‘10 HUKUM PERNIKAHAN BAHAGIA” pasal 1 ayat 1, “Pernikahan bahagia terdiri dari dua orang yang seudah bahagia’’. Suami bahagia bertemu dengan istri bahagia, pastoi bisa berbahagia dalam segala keadaan. Meski hidup di gubuk derita, tidur beralaskan koran dan makan sepiring berdua, mereka basih bisa tertawa meski hidup sengsara. 

Siapa yang paling bertanggung jawab terhadap kebahagiaan hidup kita? Buakn pasangan, mertua, gereja atau negara. Andalah yang paling bertanggung jawab atas kebahagiaan hidup anda. Jadi jangan pernah menuntut atau menyalahkan orang lain jika tidak bahagia. Mereka yang selalu menuntut untuk dibahagiakan pasti tidak akan bahagia. Jelas????

Nah, ini resep untuk bisa hidup bahagia. Belajarlah meneri,ma semua kenyataan yang ada. Cobalah mengelola harapan atau keinginan hidup.  INgat, tidak semua harapan jadi kenyataan. Mau marah? Cari kambing hitam? Salah. Terimalah kenyataan dengan lapang dada. Setelah itu belajarlah menysukuri apa yang ada karena hidup adalah anugerah. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada. Sering sering hitung rejeki sendiri jangan sukan membandingkan rejekimu dengan rejeki orang. Dan paling penting “Andalkanlah Tuhan dlam segala keadaan”. Kualitas kebahagiaan tergantung dari kualitas iman. Selamat mencoba. Jangan lupa bahagia. 

RAHASIA AWET MUDA

RAHASIA AWET MUDA 

Baru baru ini ada berita heboh, seorang diva Indonesia rela merogoh kocek sampai sartu milyar demi wajah awet muda. Konon dengan menyuntikan sperma ikan Salmon, kerutan di wajah bisa hilang dan kuliat akan diremajakan. Teknik ini memang sangat terkenal di Korea, dan sekarang menajdi salah satu arternatif bagi mereka yang uangnya sudah jamuran. 

Sebenarnya ada cara yang lebih mudah dan tidak perlu mengeluarkan uang yang jumlahnya milyaran. Cukup mengikuti resep kuno yang sudah terbukti kebenarannya dari masa ke masa. Teknik awet muda versi Kitab Suci ini tidak punya efek samping. Aman, mudah, murah dan terjamin kualitasnya. Siapa saja bisa mendapatkan akses untuk bisa mengikuti terapi wajah awet muda ini.

BELAJAR BERGEMBIRA DALAM SEGALA SUASANA

“Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.” Apa yang ada di dalam hati akan terpancar di raut muka. Orang yang hatinya senang mawah menjadi riang. Ketika wajah bersinar, aora sukacita itu akan menular dan berdamapk pada sekitar.  Konon saat hati anda berbahagia, otak kanan mengeluarkan hormon kekebalan tubuh sehingga anda menjadi jarang sakit dan panjang umur. 

BUANG SEGALA KEBENCIAN

“Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian. Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.” Kebencian adalah buah dari kepahitan.  Kepahitan bisa menjadi benih pertengkaran, perselisihan dan perceraian. Hati yang pahit bikin mulut ikut pahit, urat wajah tegang dan muka redup. Akibatnya, wajah mudah jadi berkerut dan cepat tua.  Bukan hanya itu, kepahitan membuat orang mati dalam kebodohan. Sudah banyak korbannya. Jangan ikut ikutan ya.

BUAT PESTA TIAP HARI

“Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan. Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.” Orang yang hidup dalam hikmat Allah dan menghadapi kenyataan dengan ‘pengetahuan ilahi’ tidak akan kesulitan menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan. Hasilnya, hati selalu gembira terasa berada di rumah pesta meski di depan mata hanya ada nasi putih, sambal terasi dan ikan asin.  

“Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan. Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian. 

SERING SERING BERBAGI KEBAIKAN

Mau bahagia setiap hari? Lakukanlah kebaikan untuk mereka yang sedang memerkukan. Keluar dari rumah, temui orang usah, resah, atau yang mengalami musibah. Berikan senyuman yang terbaik. Bukalah tanganmu dan berikan pelukan kasih sayang untuk mereka yang sedang tertolak dan merasa sendirian. Doakan mereka yang sakit dan memerlukan keajaiban dari Tuhan. Jangan takut menggunakan kelebihan untuk mencukupkan yang kekurangan. Dari sananah wajahmu akan bersinar seperti malaikat. 

“…supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu…”

KUASA BELAS KASIHAN

Tidak ada yang pernah menyangka jika bayi malang yang terancam kematian akhirnya bisa menjadi ‘juru selamat’ bagi bangsanya. Bayi mungil yang masih berumur tiga bulan itu akhirnya dihanyutkan setelah disembunyikan selama beberapa bulan. Putra Amram dan Yokebed lahir ditengah penolakan, ancaman dan permusuhan. Namun rencana Allah tidak bisa dibatalkan oleh kejahatan manusia. Fatwa Raja Firaun mewajibkan semua bayi laki laki harus dibinasakan.  Kata raja Mesir, “Pada waktu kamu menolong wanita Ibrani bersalin, ingatlah ini: Kalau anak yang lahir itu laki-laki, bunuhlah dia! Kalau anak yang lahir itu perempuan, biarkan ia hidup.”

Karena ‘belas kasihan’ sang bidan, bayi tanpa nama itu dibiarkan lahir ke dalam dunia yang penuh dengan kebencian, penindasan serta kesengsaraan. Nampaknya para bidan lebih takut kepada suara hati nurani daripada suara penguasa. Belas kasihan telah membuat para bidan tidak tega membunuh bayi laki laki yang dinamakan Musa. Tetapi kedua bidan itu orang yang takut kepada Allah. Mereka tidak mau melakukan perintah raja dan membiarkan semua bayi laki-laki hidup.  Maka raja memanggil kedua bidan itu dan bertanya, “Mengapa kamu membiarkan anak-anak lelaki hidup?” Jawab mereka, “Wanita Ibrani tidak seperti wanita Mesir. Mereka gampang sekali melahirkan. Sebelum bidan datang, anaknya sudah lahir. Nampaknya Allah memperhitungkan belas kasihan para bidan dengan memberkati mereka.  “Maka Allah memberkati bidan-bidan itu dan memberi keturunan kepada mereka, karena mereka menghormati Allah. Dan orang Israel pun bertambah banyak dan kuat.’

Tiga bulan berlalu, dan bayi itu belum diberi nama. Entah mengapa Abi Amram dan Umi Yokebed tidak segera memberi nama putranya, mungkin karena hati yang galau karena sebentar lagi akan berpisah dengan putranya. Lihatlah raut muka sang ibu saat membuat keranjang dari gelagah. Keceriaan itu berubah menjadi rasa duka, sebentar lagi bayi itu harus dihanyutkan disungai yang dihuni oleh ular berbisa dan buaya. Mungkin Yokebed meneteskan airmata saatm melepas bayinya hanyut dalam keranjang. Namun berkat keyakinan kuat dan hikmat yang cemerlang. Bayi itu dihanyutkan  dari lokasi yang strategis dan waktu yang tepat. Di tempat itulah putri putri kerajaan sering mandi dan bermain. Di tempat inilah cerita keajaiban hidup sang bayi dimulai. 

Tangisan bayi itu mengundang belas kasihan sang puteri raja. Tanpa pikir panjang, bayi mungil itupun diboyong ke istana. Padahal sang putri tahu perintsh raja bahwa semua bayi laki laki ibrani harus dibinasakan. Namun belas kasihan  itu berbuntut keajaiban demi keajaiban. Bayi itu kemudian dinamakan Musa yang artinya diangkat dari air. Yang mengherankan adalah ia disusui oleh ibunya sendiri berkat keahlian kakak kandungnya. ‘’Waktu bayi itu sudah agak besar, ibunya menyerahkan dia kepada putri raja. Lalu putri raja menjadikan bayi itu anak angkatnya. “Dia kuberi nama Musa, sebab kuambil dia dari air,” kata putri raja.

Secuil kisah kejaiban yang bari kita baca merupakan kisah belas kasihan. Kita tidak pernah menyangka bahwa rasa belas kasihan bisa menyelamatkan nyawa, mendatangkan berkat, dan mengubah sejarah sebuah bangsa. Para bidan tidak poernah menyangka jika bayi yang dilahirkan akan menjadi anak angkat raja. SAmram dan Yokeben tidak pernah tahu jika keranjang gelagah itu akan mengantarkan putranya ke istana. Putri Firaun juga tidak pernah berpikir bahwa putra angkatnya akan menjadi seorang pemimpin besar yang akan memberkati dunia. Nabi Musa menjadi salah satu nabi besar dalam tiga agama. Kisah hiduyp dan kepemimpinannya telah menginspirasi jutaan umat lintas agama. 

Cara Tuhan menolong orang yang memerlukan belas kassian Adalah dennen menggerakan hati orang yang neniliki belas kassian

paulus wiratno

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus your own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.