Berani Meminta Maaf

Memaafkan atau to forgive merupakan salah satu kata kerja yang berumur tua. Sejak manusia pertama jatuh dalam dosa, kata ini mulai berlaku di dunia. Dalam hidup ini memaafkan dan dimaafkan menjadi sangat penting  karena dampaknya luar biasa bagi kesehatan jasmani dan rohani. Yang meminta maaf bisa terbebas dari rasa bersalah dan yang memaafkan terbebas dari kemarahan dan kepahitan. 

Meminta maaf punya makna yang dalam bagi kehidupan. Dengan meminta maaf kita sedang mengakui kodrat sebagai manusia biasa. Siapa manusia di dunia ini yang tidak pernah melakukan kesalahan? Di sinilah keterbatasan dan kelemahan manusia menjadi nyata. Kita a• dalah makluk yang tidak sempurna. Hanya Allah yang maha sempurna. Kesalahan harus dilihat dalam proporsi yang sebenarnya. Selama masih makan nasi dan menginjak bumi, yang namanya manusia pasti bisa melakukan kesalahan. Tidak pandang status pekerjaaan, pendidikan atau agama. Jadi jangan kaget kalau  ada biksu, pastor, kyai atau pendeta masih melakukan kesalahan. 

Meminta maaf adalah tindakan yang bijaksana karena dapat membebaskan diri dari beban rasa bersalah yang memberatkan perjalanan hidup. Itulah sebabnya mereka yang tidak menerima pengampunan akan menderita tekanan batin. Kalau tidak percaya tanyakan saja pada Yuni Sara saat ia mengatakan “Mengapa tiada maaf darimu”. 

Edwin Chua pernah menjadi korban dari rasa bersalah. Telinga kanannya budeg padahal ia masih berumur 33 tahun. Empat dokter bilang kalau dia menderita depresi berat. Menejer pemasaran alat pendingin ini bertanya “menurut bapak wajah saya ini wajah orang stress atau bukan?” Dari cara dia bertanya memang jelas dia sedang galau.  Edwin mengaku kalau dia menyimpan rasa bersalah selama tiga tahun. Ia berselingkuh dengan beberapa wanita dan takut perselingkuhannya ketahuan. Menyembunyikan rasa bersalah bisa menjadi biang penyakit psikomatis.

Meminta maaf membutuhkan keberanian. Para pecundang takut meminta maaf karena dianggapnya sebagai sebuah kelemahan. Ada yang beranggapan bahwa meminta maaf sama saja dengan mengekspose kelemahan. Salah besar! Meminta maaf justru sebuah tindakan kearifan. Meminta maaf tidak pernah menurunkan derajat kita sebagai umat Allah. Justu dengan meminta maaf kita kembali ke fitrah kita sebagai manusia. Selama kesalahan disadari dan diakui dan dijadikan pembelajaran, meminta maaf dapat meringankan beban dan meluruskan jalan hidup.  Bersegeralah meminta maaf jika Anda melakukan kesalahan. Dan sering seringlah memaafkan.  

Paulus Wiratno
Paulus Wiratno

Making Life Better

Bagikan konten:
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
Share on linkedin

Konsultasi Yuk

Konten populer