SAAT HATI GALAU

Kedua mataku sudah terpejam namun pikiranku masih melayang. Lampu sudah dimatikan namun otak masih jalan jalan mengembara dalam khayalan. Jika bantal bisa mendengar suara pikiranku, pasti dia ikut marasa cemas tentang masa depan.

Pernahkah anda merasa galau tentang hari esok. Kedua kaki terasa lemah untuk melangkah, semua angan kandas dalam genggaman tangan. Harapan hanyut bersama dengan kecemasan dan kebimbangan tentang hari depan. Kapan virus COVID 19 akan berlalu dan menghilang dari bumi manusia?

Tidak ada yang tahu, bahkan para ‘guru’ dan orang pintar masih berjuang dengan nalar untuk mencari solusi demi mengakhiri pandemik yang telah menyengsarakan banyak orang dan membuat jutaan nyawa melayang. Lalu kita harus bersikap bagaimana? Tidak cukup hanya menjalankan 3 Pesan Mama; memakai masker, membasuh tangan dan menjaga jarak.

Sebagai orang percaya, kita harus bersikap yang benar. Hidup berpegang pada kebenaran bahwa “Allah turut bekerja sama dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mangasihi Allah dan yang dipanggil menurut rencana-Nya”. Jaga iman itu sangat penting dalam situasi seperti ini. Jangan lupa perkuat iman dengan membaca dan mendengarkan kebenaran Firman.

Jaga hubungan dengan pasangan dan orang orang yang terdekat dengan Anda. Dalam kesulitan anda memerlukan kata dorongan dan perhatian dari mereka yang menyayangi anda. Berbagi sukacita dan bercanda ria dengan anggota keluarga bisa mengurangi kegalauan hati. Ciptakan suasana ceria dan hadirkan Yesus dalam setiap acara keluarga Anda.

Selain jaga iman dan jaga hubungan, jangan lupa jaga kekebalan tubuh kita. Dengan diet makanan sehat serta pola hidup yang baik, imune system akan terjaga dan badan terasa fit setiap hari. Jalan kaki dan bersepda menjadi bagian dari kegiatan saya setiap hari. Sambil mendengarkan khotbah atau lagu lagu penyembahan, saya berolahraga. Jadi bukan hanya raga yang disehatkan tetapi jiwa juga dibaharui setiap hari.

Jadi 3M pesan mama tidak cukup. Kita harus melakukan 3J pesan Paulus Wiratno; 1. Jaga Iman, 2. Jaga Hubungan, dan 3. Jaga Kekebalan Tubuh.

Tidak ada keberhasilan yang bersifat instan. Semua yang namanya sukses harus melewati proses. Memahami dan mengantisipasi halangan adalah awal dari kemenangan dalam mencapai keberhasilan dalam kehidupan. Berikut ini adalah tiga penghalang mencapai keberhasilan.

PENANTIAN (DELAY)

Setelah diurapi menjadi raja, Daud tidak langsung duduk di singgasana. Jangan pernah berpikir semua akan serba mudah, gampang dan tanpa penghalang. Daud harus menanti bertahun tahun lamanya untuk menjadi raja, meskipun tuhan yang merencanakan. Coba baca sejarahnya, sebagian besar waktu hidup Daud habis di goa dan pelarian. Disanalah Daud diproses oleh Tuhan untuk menjadi pemimpin yang bisa mewariskan legacy bagi generasi berikutnya. “Jangan pernah mengambil jalan pintas yang bisa menjerumuskan atau membatalkan rencana yang besar dalam hidup”

RASA KECEWA (DISCOURAGEMENT)

Hati Daud terbakar manakala mendengar cemooh dan intimidasi dari Goliat. Hatinya menjadi panas saat Allahnya dihina dan dilecehkan oleh orang orang Filistin. Maka Daud ingin bergabung dengan tentara Israel melawan Goliat dan pasukannya. Namun kakaknya justru menyuruhnya pulang menggembalakan domba. Seringkali orang yang mengecewaakan adalah mereka yang paling dekat dengan hidup kita. Tetapi jangan menyerah gara gara kata kata orang. Jalani terus apa yang menjadi impian sampai sukses ada di tangan.

TIDAK DISETUJUI (DISAPPROVAL)

Tidak semua keinginan Anda disetujui oleh orang disekitar Anda. Keinginan Daud untuk ikut perang juga tidak disetujuai oleh Raja Saul. Daud dianggap kurang pengalaman dan tidak bakalan menang menghadapi pasukan Goliat yang sudah terlatih di medan perang. Bahkan Saul sendiri ketakutan menghadapi mereka. Namun Daud tidak menyerah kalah dengan semua yang didengarnya. Dia tetap maju berperang dengan keyakinan Allah telah menyetuji dan menyertainya. Berbekal lima batu kali dan keyakinan yang kuat, Daud berhasil membunuh Goliat.

Jangan berhenti atau menyerah gara gara menanti terlalu lama. Jangan berputar arah gara gara kata kata yang buat hati lemah. Jangan juga berhenti gara gara banyak tangan mencoba menghalangi. Jika visimu datang dari Tuhan. Jalani saja prosesnya, setia hidup diatas janji Firman-Nya. Jangan pernah mengijinkan apa kata orang mengehntikan langkah Anda menjalankan rencana Tuhan.

DILINDUNGI OLEH KEBAIKAN

Sampai hari ini tidak ada yang tahu siapa nama dan alamat rumahnya. Kisah hidupnya menghiasi kitab suci Perjanjian Lama. Banyak ahli alkitab dan pengkhobah membicarakan kebaikan hatinya serta mujizat dari Allah yang sering dialami dalam keluarganya. Tidak ada catatan biografi yang ada hanyalah kesaksian. 

Setelah membaca kesaksiannya, saya mendapat banyak pelajaran. Ternyata wanita dari Sunem itu adalah ‘wanita berada’ yang rendah hati dan menghargai hamba Allah. Ia menggunakan hartanya memuliakan Tuhan dan menolong sesamanya.  Bukan hanya itu, wanita dari desa Sunem itu memeiliki kepekaan rohani yang luar biasa. Ia bisa tahu bahwa Elisa adalah ‘orang suci’ nabi Allah yang berbeda dengan nabi nabi Baal atau nabi nabi pada jamannya. 

Entah apa yang telah mendorong hatinya untuk membangun sebuah kamar untuk memberi tumpangan pada nabi Elisa.  Mungkin saja wanita ini sering melihat wajah sang nabi di desanya tanpa ‘akomodasi’ yang layak. Maklum saja saat itu belum ada Aston Hotel atau villa seperti sekarang ini.  Undangan makan malam itu menjadi awal persahabatan nabi Elisa dengan keluarga wanita kaya di Sunem. Sejak saat itu mujizat demi mujizat terjadi dalam keluarga ini

Penghargaan dan kebaikan sering mengundang keajaiban. Seterlah berjumpa dengan hamba Allah, keliuarga wanita ituy mengalami keajaiaban beruntun yang mengagumkan. Mujizat pertama, wanita kaya yang sudah lama tidak bisa punya anak, tiba tiba dia mendengar sebuah kalimat nubuat ‘Tahun depan kamu akan menggendong bayi’. Tepat sekali. Benar benar terjadi. Mujizat kedua, anak laki laki itu sakit kemudian meninggal dunia, namun dengan pertolongan sang nabi, nyawa anak itu kembali ke tubuhnya. Keluarga ini juga diluputkan dari malapetaka kekeringan tujuh tahun berkat ketaatan pada nasehat nabi Elisa. Yang lebih luarbiasa lagi adalah asetnya yang hilang selama mengungsi bisa dikembalikan oleh raja. Sunggu mujizat yang liuar biasa.

Mujizat memang tidak bisa direkayasa, tetapi kita bisa mencpitkan atmosfir yang memungkinkan mujizat terjadi dalam hidup kita. Atmosfir seperti apa yang bisa mendatangkan keajaiban? Keyakinan yang kokoj pada kebenaran firman. Keluarga wanita Sunem ini percaya setiap ucapan sang nabi. Mereka tahu bahwa nabi Allah itu membawa pesan Allah, dan setiap pesan wajib ditaati. Kedua, adalah atmosfir kebaikan. Wanita ini tahu bahwa kekayaan  adalah titipan dari Allah untuk memuliakan nama Tuhan.  Dia menggunakan kekayaan dan pengaruhnya untuk memberi tumpangan bagi nabi Elisa.  Di benak mereka, nabi ini adalah utasan Allah yang membawa urapan sorga, memberi akomodasi hamba Allah berarti membuka akses untuk keajaiaban dari Allah. Dan benar, banyak keajaiban dialaminya. 

Anda ingin mengalami keajaiban dari Tuhan? Dengarkan Firman Tuhan, simpan dalam hati dan praktekan dalam kehidupan sehari hari. Setelah itu ciptakan atmosfir doa, pujian, penyembahan, ucapan syukur dan melakukan kebaiukan bagi mereka yang memerlukannya. Lihat apa yang akan anda alami setelah itu. Kejaiban demi keajaiban akan menjadi milik Anda.  Orang baik berhak menerima semua yang terbaik dari Allah Yang Maha Baik. 

Kasihilah dengan ikhlas. Bencilah yang jahat, dan berpeganglah kepada apa yang baik. Hendaklah Saudara-saudara saling mengasihi satu sama lain dengan mesra seperti orang-orang yang bersaudara dalam satu keluarga, dan hendaknya kalian saling mendahului memberi hormat.