Skandal Misi

Seorang pengusaha melalukan aksi mogok memberi. Ia tidak mau lagi mendukung program misi dalam gereja karena menurutnya program misi salah sasaran. “Dana misi masuk deposito, itu kan tidak benar, dana misi harusnya berada di ladang misi”. Katanya sambil ‘ngedumel’.

Dari wajahnya dan ucapannya, aku mendeteksi adanya kejengkelan dalam hati melihat adanya ‘penyalah-gunaan’ dana misi yang tidak tepat sasaran. Sejak saat itu ia tidak lagi memberi dana misi lewat gereja, ia terjun langsung ke lapangan bertemu dengan yang membutuhkan pertolongan. Memang hatinya luar biasa untuk pelayanan. Tiap tahun menyumbang pembangunan gedung gereja, membantu hamba Tuhan, menyantuni anak yatim, memberi makan orang miskin. Bahkan menggunakan rumahnya untuk ibadah penjangkauan. Luar biasa.

Sesekali Anda perlu duduk dengan pengusaha ini. Dengarkan suara hatinya yang membara buat jiwa yang terhilang. Dengan pikiran jernih ia mengevaluasi kesalahan gereja dalam hal misi. “Menurut pak Paulus, kalau uang misi dipakai untuk menginjili orang yang sudah dibaptis, itu kan tidak benar, iya kan pak?”.

Sambil mengangguk akupun menyetujui pikirannya. Inilah yang dinamakan ‘skandal misi’. Uang misi yang benar benar untuk ladang misi hanya dibawah 5 persen. Sebuah gereja terbeban untuk menjangkau Bali, sampai di Bali yang dijangkau adalah orang kristen pendatang dari luar Bali. Dengan menyewa ruko ratusan juta bahkan milyaran plus alat musik, sound suatem dan kursi yang mewah. Namun sayang waktu khotbah di gereja itu aku melihat wajah wajah yang aku kenal dari gereja lain. Inikah yang namanya misi penjangkauan.

Mari kita duduk bersama. Sampai kapan kita menjalankan model pelayanan yang seperti ini. Aku yakin penghuni sorga pasti geleng geleng kepala melihat satu blok pertokoan ada 8 gereja yang saling berdampingan dan bersakng secara tidak sehat. Ini kenyataan yang harus diselesaikan dengan hati yang bersih.

Yesus tidak membangun gereja berdasarkan ‘ibadah hari minggu’, ia membangun gereja dengan pilar pemuridan dan penjangkauan bukan penyedotan dan pemindahan. Jangan sampai gara gara bendera dan gengsi denominasi akhirnya main sikat sana sini tanpa peduli suara hati. Siapa yang senang kalau ada pendeta adu mulut bahkan main pukul sampai giginya rontok? Bikin malu, dan jangan biarkan iblis tepuk tangan.

Jangan pernah bangga kalau ada jemaat yang begitu percaya diri sambil berkata “selama saya jadi pengukut Yesus, saya sudah dibaptis 4 kali.” Benar benar sudah keblinger. Yang membaptis dan yang minta dibaptis sama sama gagal paham tentang soal misi. Apa untungnya dibaptis 4 kali, padalah di sekitar gereja masih ada jutaan yang belum pernah mendengar “Kabar Baik”? Lalu sampai kapan praktek macam begini dibiarkan? 

Tidak ada keberhasilan yang bersifat instan. Semua yang namanya sukses harus melewati proses. Memahami dan mengantisipasi halangan adalah awal dari kemenangan dalam mencapai keberhasilan dalam kehidupan. Berikut ini adalah tiga penghalang mencapai keberhasilan.

PENANTIAN (DELAY)

Setelah diurapi menjadi raja, Daud tidak langsung duduk di singgasana. Jangan pernah berpikir semua akan serba mudah, gampang dan tanpa penghalang. Daud harus menanti bertahun tahun lamanya untuk menjadi raja, meskipun tuhan yang merencanakan. Coba baca sejarahnya, sebagian besar waktu hidup Daud habis di goa dan pelarian. Disanalah Daud diproses oleh Tuhan untuk menjadi pemimpin yang bisa mewariskan legacy bagi generasi berikutnya. “Jangan pernah mengambil jalan pintas yang bisa menjerumuskan atau membatalkan rencana yang besar dalam hidup”

RASA KECEWA (DISCOURAGEMENT)

Hati Daud terbakar manakala mendengar cemooh dan intimidasi dari Goliat. Hatinya menjadi panas saat Allahnya dihina dan dilecehkan oleh orang orang Filistin. Maka Daud ingin bergabung dengan tentara Israel melawan Goliat dan pasukannya. Namun kakaknya justru menyuruhnya pulang menggembalakan domba. Seringkali orang yang mengecewaakan adalah mereka yang paling dekat dengan hidup kita. Tetapi jangan menyerah gara gara kata kata orang. Jalani terus apa yang menjadi impian sampai sukses ada di tangan.

TIDAK DISETUJUI (DISAPPROVAL)

Tidak semua keinginan Anda disetujui oleh orang disekitar Anda. Keinginan Daud untuk ikut perang juga tidak disetujuai oleh Raja Saul. Daud dianggap kurang pengalaman dan tidak bakalan menang menghadapi pasukan Goliat yang sudah terlatih di medan perang. Bahkan Saul sendiri ketakutan menghadapi mereka. Namun Daud tidak menyerah kalah dengan semua yang didengarnya. Dia tetap maju berperang dengan keyakinan Allah telah menyetuji dan menyertainya. Berbekal lima batu kali dan keyakinan yang kuat, Daud berhasil membunuh Goliat.

Jangan berhenti atau menyerah gara gara menanti terlalu lama. Jangan berputar arah gara gara kata kata yang buat hati lemah. Jangan juga berhenti gara gara banyak tangan mencoba menghalangi. Jika visimu datang dari Tuhan. Jalani saja prosesnya, setia hidup diatas janji Firman-Nya. Jangan pernah mengijinkan apa kata orang mengehntikan langkah Anda menjalankan rencana Tuhan.

NASIB HIDUP ORANG KIKIR

Mengapa ada orang yang takut memberi? Ada juga yang marah kalau disuruh berbagi. Apakah sifat kikir bawaan lahir atau warisan nenek moyang? Untuk lebih jelasnya, kita harus belajar pada pemuda kaya yang bodoh seperti yang dikisahkan dalam injil Lukas.


Sifat kikir itu dimotivasi oleh salah pikir. Menurut orang orang yang pelit, memberi itu akan membuat kita kekurangan. Karena dengan memberi maka jatah kita akan berkurang. Semakin banyak mengumpulkan semakin bahagia hidup kita. Semakin banyak memberi semakin susah katena akan jatuh melatat.
Ternyata pandangan itu salah total. Ia memiliki segalanya, namun ia lupa menikmati dan membahagiakan jiwanya. Ia tidak punya anak istri. Tidak sempat bersosialisasi. Bahkan akhir hidupnya mungkin harus menguburkan diri sendiri. Tragis sekali. Sebelum ia bisa menikmati apa yang dimiliki, ia harus kehilangan nyawanya.


Sifat kikir, tidak ada hubungan dengan nenek moyang atau suku bangsa. Mbah Royani terkenal paling kikir di kampung, namun anak anaknya dikenal sebagai ‘bloboh’ alias suka berbagi. Apalagi anak pertamanya yang bernama Budi Dermawan, ia benar benar mengamalkan namanya.
Sifat kikir tidak ada hubungannya dengan kondisi kaya atau miskin. Sifat kikir adalah bagian dari pola pikir. Ada janda yang tidak memiliki banyak, namun berani memberi persembahan dari kekurangannya. Sebaliknya ada orang yang tergolong kaya menurut kata orang, namun kikirnya bukan main.


Sifat kikir bukan warisan dari sorga. Di sorga tidak ada istilah ‘pelit’. Yang ada adalah sikap dan praktek murah hati. Sebutan yang sering kita dengar untuk pemilik sorga adalah ‘Yang Maha Pemurah’. Ia memberi hujan pada semua orang. Ia membebaskan kita untuk bebas menghirup udara. Selama ini saya belum pernah mendapat tagihan dari malaikat untuk bayar oksigen atau sinar matahari.
Jadi, kalau ada diantara pembaca sekalian masih takut berbagi, kemungkinan anda akan kesulitan masuk sorga. Kemungkinan… ini hanya pikiran orang. Makanya jadilah orang yang gemar berbagi. Dan sering sering mempercayai nasehat kuno ini.


Ada orang suka memberi, tapi bertambah kaya, ada yang suka menghemat, tapi bertambah miskin papa. Orang yang banyak memberi akan berkelimpahan, orang yang suka menolong akan ditolong juga. (Amsal)