Tidak ada keberhasilan yang bersifat instan. Semua yang namanya sukses harus melewati proses. Memahami dan mengantisipasi halangan adalah awal dari kemenangan dalam mencapai keberhasilan dalam kehidupan. Berikut ini adalah tiga penghalang mencapai keberhasilan.

PENANTIAN (DELAY)

Setelah diurapi menjadi raja, Daud tidak langsung duduk di singgasana. Jangan pernah berpikir semua akan serba mudah, gampang dan tanpa penghalang. Daud harus menanti bertahun tahun lamanya untuk menjadi raja, meskipun tuhan yang merencanakan. Coba baca sejarahnya, sebagian besar waktu hidup Daud habis di goa dan pelarian. Disanalah Daud diproses oleh Tuhan untuk menjadi pemimpin yang bisa mewariskan legacy bagi generasi berikutnya. “Jangan pernah mengambil jalan pintas yang bisa menjerumuskan atau membatalkan rencana yang besar dalam hidup”

RASA KECEWA (DISCOURAGEMENT)

Hati Daud terbakar manakala mendengar cemooh dan intimidasi dari Goliat. Hatinya menjadi panas saat Allahnya dihina dan dilecehkan oleh orang orang Filistin. Maka Daud ingin bergabung dengan tentara Israel melawan Goliat dan pasukannya. Namun kakaknya justru menyuruhnya pulang menggembalakan domba. Seringkali orang yang mengecewaakan adalah mereka yang paling dekat dengan hidup kita. Tetapi jangan menyerah gara gara kata kata orang. Jalani terus apa yang menjadi impian sampai sukses ada di tangan.

TIDAK DISETUJUI (DISAPPROVAL)

Tidak semua keinginan Anda disetujui oleh orang disekitar Anda. Keinginan Daud untuk ikut perang juga tidak disetujuai oleh Raja Saul. Daud dianggap kurang pengalaman dan tidak bakalan menang menghadapi pasukan Goliat yang sudah terlatih di medan perang. Bahkan Saul sendiri ketakutan menghadapi mereka. Namun Daud tidak menyerah kalah dengan semua yang didengarnya. Dia tetap maju berperang dengan keyakinan Allah telah menyetuji dan menyertainya. Berbekal lima batu kali dan keyakinan yang kuat, Daud berhasil membunuh Goliat.

Jangan berhenti atau menyerah gara gara menanti terlalu lama. Jangan berputar arah gara gara kata kata yang buat hati lemah. Jangan juga berhenti gara gara banyak tangan mencoba menghalangi. Jika visimu datang dari Tuhan. Jalani saja prosesnya, setia hidup diatas janji Firman-Nya. Jangan pernah mengijinkan apa kata orang mengehntikan langkah Anda menjalankan rencana Tuhan.

DIMANFAATKAN DAN MEMANFAATKAN

Dua kata yang dasarnya sama ‘manfaat’, ketika motivasi berbeda bunyinya ikut beda akhirnya. Orang yang senang mendapatkan keuntungan melalui hubungan, tidak segan segan memanfaatkan orang untuk kepentingan. Mirip sekali dengan Yudas Iskariot, motivasi utama mengikut Yesus adalah mendapatkan akses. Dan ketika tahu harapan tidak akan menjadi menyataan, Yudas menjual Yesus dengan 30 keping perak. Yudas tidak mau rugi sama sekali.


Orang yang gemar memanfaatkan biasanya bermuka dua. Di depan terlihat senyum dan bersahabat. Di belakang mulai hitung hitungan. Apa yang saya dapatkan dari dia dan sampai kapan saya masih bisa punya akses untuk mengeruk keuntungan. Ketika batang tebu sudah tidak bisa diperas, akan segera dibuang. Demikian juga saat orang yang tidak bisa dimanfaatkan akan segera ditinggalkan lalu segera mencari mangsa yang berikutnya.


Lalu bagaimana bersikap saat mengetahui ada orang yang sedang memanfaatkan kita? Pertama, bersyukurlah kepada Allah, karena masih bisa bermanfaat. Artinya masih bisa menolong orang untuk mencapai tujuannya. Entah dia sadar atau tidak, yang jelas kita masih ‘berguna’ bagi orang itu.

Kedua, sadarilah bahwa kita juga pernah ditolong oleh orang lain. Karena tidak ada sukses yang diraih sendirian. Ingat baik baik, Tuhan telah memgirim orang untuk menolong kita meraih cita cita dan rencana-Nya. Untuk itu jangan pernah melupakan jasa dan kebaikan mereka.

Ketiga, jika orang itu kemudian ‘menjual’ anda karena seperti Yudas, besikaplah seperti Yesus. “Ya Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Namun jangan segan segan menegurnya karena sikap memanfaatkan bisa berusak persahabatan dan merusak karir serta pelayanan. Jangan sampaj akhir hidupnya penuh penyesalan seperti Yudas Iskariot.


Pdt Jack Hannes pernah menasehati saya. “Jaga hati Paulus, ada orang yang senyum didepan Anda kemudian berbalik dan menertawakan Anda karena sudah mendapatkan yang diinginkannya”.

Berbahagialah yang masih bisa bermanfaat bagi orang lain. Celakalah orang yang sering memanfaatkan orang dan tidak pernah menghargai peran orang lain. Perhatikanlah, sikap hidup menentukan pencapaian hidup. Sikap yang buruk bisa menjadi musuh kehidupan. Belajarlah menjadai orang yang bermanfaat dan jangan suka memanfaatkan. Selamat melaksanakan.

http://www.mercypeduli.com