MENGGUNAKAN KESALAHAN UNTUK KEBAIKAN

Pernahah sahabat dibuat bingung setelah membaca ayat atau kisah dalam Kitab Suci?  Beberapa kali saya sulit memahami kebenaran dari bacaan atau renungan firman. Salah satunya adalah kisah hidup Simson, sang hakim yang memiliki kekuatan ekstra. Suatu saat ia jatuh cinta pada gadis Filistin, namun ayah dan ibunya tidak menyetujuinya. Karena sudah ‘kebelet’, Simson nekad meminta orang tuanya untuk segera melamarnya, padahal dalam budaya mereka, tidak diijinkan menikahi orang lain bangsa. 

Tetapi jawab Simson kepada ayahnya: ”Ambillah dia bagiku, sebab dia kusukai.” Tetapi ayahnya dan ibunya tidak tahu bahwa hal itu dari pada TUHAN asalnya: sebab memang Simson harus mencari gara-gara terhadap orang Filistin. Karena pada masa itu orang Filistin menguasai orang Israel.

Tuhan bisa memakai kesalahan untuk menjalankan rencananya. Perbuatan pelecehan dan perencanaan pembunuhan yang dilakukan oleh sadara saudara Yusuf adalah salah. Namun kesalahan itu telah mengantarkan Yusuf menjadi penguasa di tanah Mesir. Di sanalah lahir umat Israel yang telah dijanjikan oleh Allah kepada kakeknya yang bernama Abraham. Maka benarlah kitab Roma 8:28 bahwa “Tuhan turut bekerja sama dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihinya dan dipanggil sesuai dengan rencana-Nya”

Meski sulit untuk dipahami dan diterima ‘kematian brigadir Joshua’ telah mengungkapkan ‘borok’ oknum polisi yang selama ini prilakunya bertentangan dengan hukum. Satu demi satu menjadi tersangka. Bahkan kedok kejahatan demi kejahatan merekapun sudah mulai terungkap.  Secara pribadi saya ikut belasungkawa. Saya paham sekali apa yang dirasakan oleh kedua orang tuanya dan sanak familinya. 

Meski sulit untuk diterima, namun kesalahan ini telah dipakai untuk mengungkapkan kejahatan yang berdampak bagi bangsa dan negara. Sudah saatnya sebagai orang percaya harus menyatukan hati dan berdoa buat pemimpin pemimpin kita. Kiranya roh takut akan Allah menyelimuti hati para penguasa dan pengambil keputusan. Khusunya buat bapak bapak penegak keadilan, biarlah mereka hidup dalam kebenaran Firman dan menjadi garam dan terang. Mari kita ambil waktu 1 menit,  kita lipat tangan dan berdoa buat mereka. 

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Bible).

Kematian brigadir Joshua, telah dipakai oleh Tuhan untuk kebaikan bangsa ini. Saatnya pak Djokowi bersih bersih. Bagaimana bisa membersihkan lantai jika sapunya masih kotor? Bebaskan negeri ini dari ‘Sarang penyamun’. Jayalah bangsaku, bangkitlah negeriku.

Paulus Wiratno
Paulus Wiratno

Making Life Better

Bagikan konten:
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
Share on linkedin

Konsultasi Yuk

Konten populer