Mendengarkan Emosi

Mereka yang bisa mendengarkan emosi saat bertengkar akan lambat berkata dan cepat mendengar. Saat orang terluka hatinya, emosinya akan ikut bersuara. Jangan kaget jika nada suara mulai meninggi dan ucapannya bisa menyakitkan.

Dalan sebuah pertengkaran, terkadang sulit menghindari luka hati. Untuk itu diperlukan hikmat demi menyelesaikan konflik. Jika pasangan sedang ‘kebakaran jenggot’ anda harus segera menyiram air, bukan mnyemburkan bensin. Saat pasangan sedang meledak ledak dengan kemarahan, belajarlah menanggapi dengan diam. Diam tidak berarti kalah atau lemah. Ada yang bilang diam itu emas. Sering kali diam adalah hikmat yang bisa menyelesaikan segala pertengkaran.

Belajarlah memahami sebelum minta dipahami. Belajarlah mengerti sebelum minta dimengerti. Saat pasangan sedang emosi, pahamilah mengapa ia sedang emosi. Mendengarkan emosi bisa membuat anda terhindar dari jebakan kata kata yang bisa menyakitkan dan melukai hati. Belajarlah memahami emosi pasanganmu dan abaikanlah ucapan ucapan yang bisa melukai hati.

Paulus Wiratno
Paulus Wiratno

Making Life Better

Bagikan konten:
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
Share on linkedin

Konsultasi Yuk

Konten populer