KESALAHAN PERTAMA DALAM PERNIKAHAN

Pernikahan adalah Sekolah karakter yang paling efektif. Di dalam pernikahan kita mengenali siapa diri kita yang sebenanrnya.

Paulus wiratno

Hidup bahagia selama lamanya setelah pernikahan hanyalah ada dalam negeri dongen Cinderela, “Happilly ever after”. Itulah sebabnya berharap ‘selalu bahagia’ dalam dunia pernikahan hanyalah sebuah impian semata. Fakta membuktikan bahwa ada banyak suka duka, canda tawa serta air mata dalam mengarungi  bahtera rumah tangga.  Kalau tidak percaya, bertanyalah pada mereka yang telah merayakan pernikahan emas.

Jangan kaget jika ada pernikahan hanya bertahan tiga hari, tiga minggu atau tiga bulan. Mereka memilih untuk berpisah karena tidak siap menghadapi pancaroba kehidupan. Tahukah anda bahwa kualitas pernikahan tidak tergantung dari mahal dan mewahnya pesta pernikahan. Kebahagiaan pernikahan tergantung dari hikmat, pengertian dan pengetahuan tentang pernikahan dan orang yang kita nikahi. Itulah sebabnya modal cinta saja tidak cukup untuk bertahan dan berbahagia dalam pernikahan. 

Menurut ‘10 HUKUM PERNIKAHAN BAHAGIA” pasal 1 ayat 1, “Pernikahan bahagia terdiri dari dua orang yang seudah bahagia’’. Suami bahagia bertemu dengan istri bahagia, pasti bisa berbahagia dalam segala keadaan. Meski hidup di gubuk derita, tidur beralaskan koran dan makan sepiring berdua, mereka basih bisa tertawa meski hidup sengsara. 

Siapa yang paling bertanggung jawab terhadap kebahagiaan hidup kita? Bukan pasangan, mertua, gereja atau negara. Andalah yang paling bertanggung jawab atas kebahagiaan hidup anda. Jadi jangan pernah menuntut atau menyalahkan orang lain jika tidak bahagia. Mereka yang selalu menuntut untuk dibahagiakan pasti tidak akan bahagia. Jelas????

Nah, ini resep untuk bisa hidup bahagia. Belajarlah menerima semua kenyataan yang ada. Cobalah mengelola harapan atau keinginan hidup. Ingat, tidak semua harapan jadi kenyataan. Mau marah? Cari kambing hitam? Salah. Terimalah kenyataan dengan lapang dada. Setelah itu belajarlah menysukuri apa yang ada karena hidup adalah anugerah. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada. Sering sering hitung rejeki sendiri jangan sukan membandingkan rejekimu dengan rejeki orang. Dan paling penting “Andalkanlah Tuhan dlam segala keadaan”. Kualitas kebahagiaan tergantung dari kualitas iman. Selamat mencoba. Jangan lupa bahagia. God be with you all.

Malam Terburuk Raja Daud

Sukses mengikuti semua yang Daud lakukan. Ia memenangkan semua pertempuran, membunuh setiap raksasa, dan menaklukkan semua bangsa yang memusuhi. Ia bahkan hidup lebih lama dari musuh lamanya, Saul, yang mengejarnya selama bertahun-tahun di semua wilayah Yudea.

Suatu malam, meskipun demikian, kewaspadaannya menurun. Dari atas loteng istananya, matanya menangkap sesosok wanita sedang mandi tanpa cukup tirai untuk menutupi. Daud tidak mengetahui siapa wanita itu, tetapi sosok wanita itu menggodanya, dan dia membayangkan berhubungan seksual dengan wanita itu. Ketika ia mengirimkan utusan kepada wanita itu, dia mendapati bahwa wanita itu adalah istri dari salah satu kapten utama didalam pasukannya. Selanjutnya adalah sejarah.

Beberapa tahun lalu saya sedang menonton tayangan spesial televisi BBC Planet Earth. Episode keempatnya berjudul “Gua- gua,” menampilkan tentang sebuah gua yang dalam di Selandia Baru. Ketika kru kamera sampai di kegelapan dasar gua itu, mereka melihat gemerlapan ribuan cahaya diatas langit-langit gua itu. Cahaya-cahaya yang gemerlapan itu berasal dari kunang-kunang Selandia Baru dan nampak hampir seperti bintang-bintang di langit-langit gua.

Tergantung disetiap cahaya adalah sehelai sutra, sepanjang sekitar empat puluh lima sentimeter, yang dibuat oleh kunang-kunang itu dengan hati-hati dari bahan yang sangat lengket. Dari dasar gua, ngengat-ngengat tertarik kepada cahaya-cahaya gemerlapan dan dengan ingin tahu terbang ke atas untuk meneliti. Apa yang mereka tidak tahu adalah bahwa sutra yang tergantung hampir tidak terlihat didalam kegelapan akan menempel di sayap-sayap mereka ketika mereka menyentuhnya dan mustahil untuk melepaskan diri darinya.

Ketika saya melihat dokumentari itu, saya melihat sebuah sayap salah satu ngengat menempel di benda itu. Sang ngengat terbang melingkar sekali, berusaha membebaskan diri. Tetapi kemudian sayapnya yang lain menempel juga. Kemudian, perut sang ngengat menempel di sutra itu, dan saya dapat melihat dia meronta-ronta tergantung di udara.Lalu sang kunang-kunang mulai menarik sutra itu. Lebih tinggi dan lebih tinggi, menuju mulut kunang-kunang itu, sang ngengat tak tertolong dan tak berdaya terangkat. Akhirnya, saya mendengar gemeratakan ketika sang kunang-kunang perlahan memakan sang ngengat hingga habis.

Tuhan mengatakan kepada saya saat itu: “Itulah yang terjadi kepada para hamba-Ku. Mereka penasaran terhadap sesuatu yang menarik. Mereka meninggalkan keamanan rumah mereka dan mendekati ‘cahaya gemerlapan.’ Mereka tidak sadar tertarik dengan setiap penampakan, setiap tulisan, setiap pertemuan, setiap sentuhan, dan setiap pelukan.”

Amsal 7:22-23 mengatakan, “Maka tiba-tiba orang muda itu mengikuti dia seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum, sampai anak panah menembus hatinya; seperti burung dengan cepat menuju perangkap, dengan tidak sadar, bahwa hidupnya terancam.”

Rencana Setan adalah untuk “mencuri, membunuh dan menghancurkan” (Yoh. 10:10).

Ia bahkan mengubah ketertarikan kecil menjadi sebuah bencana.

Renungan Oleh:
Pendeta Paulus Wiratno

NASIB ORANG RAJIN

“Bekerjalah dengan rajin. Jangan malas. Bekerjalah untuk Tuhan dengan semangat dari Roh Allah.” (Roma 12:11)

Sikap rajin adalah anugerah Allah, kemalasan berlawanan dengan kehendak Allah. Bekerja dengan rajin adalah perintah Allah. Kata rajin, dalam bahasa lain adalah “Not slothful in business” tidak lamban, malas, atau suka menunda pekerjaan. Mereka yang malas nasib hidupnya sudah pasti “akan jatuh miskin”. Jadi miskin adalah pilihan sikap bukan takdir dari Allah.

“Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak” kata kitab Amsal. Maka jangan heran jika pernikahan bisa rusak gara gara suami atau istri yang malas. Bukan hanya itu, orang malas tidak akan mendapatkan apa apa dalam hidupmya. “Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.” (Amsal 12:27)

Tangan yang rajin akan menghasilkan kelimpahan. Nasib orang rajin tidak akan kesulitan menghadapi kehidupan. Di tangan orang rajin sampah bisa menjadi berkah, kesulitan menjadi kesempatan dan masalah bisa memberikan nilai tambah. Berbahagialah yang sampai hari ini masih memakai ‘’sikap rajin’’ sebagai baju kehidupan.

Saat orang rajin makan dengan kenyang, orang malas hanya dikenyanagkan oleh keinginan. Bagaimana mungkin bisa kenyang dengan makanan, kalau menyendok malakanan saja tidak bersedia. Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan. (Amsal 13:14)

Jika anda pingin tahu tanda tanda kemalasan bacalah ayat ini berkali kali “Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring”—maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.’’ (Amsal 6:9-11)

Tuhan ingin kita menjadi maksimal dalam hidup ini. Mengoptimalkan karunia, talenta, energi, waktu dan pikiran untuk kemuliaan Tuhan adalah ibadah yang sejati. Maka bekerjalan dengan rajin, sadarilah mungkin hari ini adalah hari terakhir kita bekerja. Berikan yang terbaik. Lakukan yang terbaik seolah olah untuk Tuhan. Itulah ibadahmu yang sejati. Kerja adalah ibadah, bukan hanya datang ke gereja pada hari Minggu.

“So here’s what I want you to do, God helping you: Take your everyday, ordinary life—your sleeping, eating, going-to-work, and walking-around life—and place it before God as an offering. Embracing what God does for you is the best thing you can do for him. Don’t become so well-adjusted to your culture that you fit into it without even thinking. Instead, fix your attention on God. You’ll be changed from the inside out. Readily recognize what he wants from you, and quickly respond to it. Unlike the culture around you, always dragging you down to its level of immaturity, God brings the best out of you, develops well-formed maturity in you.” (Roma 12:1-2 The Messege

Rahasia Awet Muda

Baru baru ini ada berita heboh, seorang diva Indonesia rela merogoh kocek sampai sartu milyar demi wajah awet muda. Konon dengan menyuntikan sperma ikan Salmon, kerutan di wajah bisa hilang dan kuliat akan diremajakan. Teknik ini memang sangat terkenal di Korea, dan sekarang menajdi salah satu arternatif bagi mereka yang uangnya sudah jamuran.

Sebenarnya ada cara yang lebih mudah dan tidak perlu mengeluarkan uang yang jumlahnya milyaran. Cukup mengikuti resep kuno yang sudah terbukti kebenarannya dari masa ke masa. Teknik awet muda versi Kitab Suci ini tidak punya efek samping. Aman, mudah, murah dan terjamin kualitasnya. Siapa saja bisa mendapatkan akses untuk bisa mengikuti terapi wajah awet muda ini.

BELAJAR BERGEMBIRA DALAM SEGALA SUASANA

“Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.” Apa yang ada di dalam hati akan terpancar di raut muka. Orang yang hatinya senang mawah menjadi riang. Ketika wajah bersinar, aora sukacita itu akan menular dan berdamapk pada sekitar. Konon saat hati anda berbahagia, otak kanan mengeluarkan hormon kekebalan tubuh sehingga anda menjadi jarang sakit dan panjang umur.

BUANG SEGALA KEBENCIAN

“Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian. Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.” Kebencian adalah buah dari kepahitan. Kepahitan bisa menjadi benih pertengkaran, perselisihan dan perceraian. Hati yang pahit bikin mulut ikut pahit, urat wajah tegang dan muka redup. Akibatnya, wajah mudah jadi berkerut dan cepat tua. Bukan hanya itu, kepahitan membuat orang mati dalam kebodohan. Sudah banyak korbannya. Jangan ikut ikutan ya.

BUAT PESTA TIAP HARI

“Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan. Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.” Orang yang hidup dalam hikmat Allah dan menghadapi kenyataan dengan ‘pengetahuan ilahi’ tidak akan kesulitan menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan. Hasilnya, hati selalu gembira terasa berada di rumah pesta meski di depan mata hanya ada nasi putih, sambal terasi dan ikan asin.

“Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan. Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian.

SERING SERING BERBAGI KEBAIKAN

Mau bahagia setiap hari? Lakukanlah kebaikan untuk mereka yang sedang memerkukan. Keluar dari rumah, temui orang usah, resah, atau yang mengalami musibah. Berikan senyuman yang terbaik. Bukalah tanganmu dan berikan pelukan kasih sayang untuk mereka yang sedang tertolak dan merasa sendirian. Doakan mereka yang sakit dan memerlukan keajaiban dari Tuhan. Jangan takut menggunakan kelebihan untuk mencukupkan yang kekurangan. Dari sananah wajahmu akan bersinar seperti malaikat.

“…supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu

Membuang Iri Hati

Jangan pernah membiarkan rasa iri bersarang di dalam hati anda. Karena iri hati bisa berdampak negatif pada jiwa dan raga kita. Hikmat kuno mengatakan “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang”. Jelaslah di sini bahwa rasa iri mencuri ketenagan hati, membuat tulang jadi keropos dan wajah mengerikan. Saya belum pernah lihat orang irihati senyum bahagia.

Sejumlah studi psikologis menunjukkan bahwa rasa iri terbagi menjadi dua emosi yang berbeda. Hasil penelitian dari Belanda membuktikan bahwa ada dua macam rasa iri hati; iri yang baik dan iri yang jahat. Iri yang membuat anda termotivasi atau mendorong untuk mengembangkan diri demi meraih pencapaian, ini iri yang baik. Tetapi jika anda iri dengan kelebihan orang kemudian punya niat jahat untuk mendeskriditkan orang, menjatuhkan, menggosipkan dan menebar fitnah, ini iri yang jahat. Iri semacam ini harus segera dibuang dari hati.

Rasa iri ternyata bisa membuat kita merasakan sakit secara fisik. Di tahun 2009, studi dilakukan dengan meneliti bagaimana keadaan otak seseorang yang sedang iri. Dilansir dari New York Times, hasil menunjukkan bahwa bagian otak yang merasakan sakit terangsang. Semakin kuat rasa iri, semakin kuat pula nyeri yang dirasa pada bagian korteks tersebut. Dalam kata lain, otak kita mengasosiasikan iri sebagai sakit fisik, sama besarnya dengan sakit yang dirasakan saat patah hati atau mengalami penolakan. Maka jangan kaget jika ‘iri hati bisa membungkukan tulang, merobek wajah, dan membuat dompet anda menderita.

Kitab Suci menjelaskan bahwa yang namanya iri hati adalah dosa, dan bobot dosanya sama dengan penyembahan berhala, atau mabok. Ityulah sebabnya kita harus bisa segera membuang iri dari hati ini supaya bisa menikmati semua berkat kerajaan Allah. Sudah tertulis dengan gamblang “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

“Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.” Sering kali sumber dari iri hati adalah ego memntingkan diri sendiri. Ingin terkesan paling pintar, eh ternyata ada yang lebih pintar, lalu munculan irihati. INgin telihat paling cantik, ternyata ada tetangga yang lebih cantik, akhirnya gossiiiip. Selidik punya selidik, iri hati ini bisa menjadi biang kekacauan, pertengkaran bahkan bisa sampai pembunuhan. Nabi Yusuf hampir saja menjadi korban pembunuhan dari saudara saudara angkatnya, untunglah dia hanya jadi korban traficking. Coba tilik hatimu, masih adakan seberkas iri yang bersarang di dalamnya? Jujur!!!!!!!

CARA MENGUBAH NASIB

Anda tidak akan pernah bisa mengubah nasib hidup hanya dengan melihat garis tangan. Sudah terbukti, hanya dengan menggunakan tangan anda bisa memiliki masa depan. Bukankah sudah tersurat ‘Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu.’

Meratapi nasib tidak akan pernah bisa memperbaiki nasib. Jalan kesana kemari sambil menyanyikan lagu ‘Oh ya nasib ya nasib mengapa begini’ tidak akan bisa mendatangkan perubahan. Mengeluh di depan Tuhan sambil berkata “Haruskah hidupku terus begini dengan derita yang tiada akhir’’ tidak akan mampu mengakhiri penderitaan kalian. Jangan eprnah menyalahkan nenek moyang, jangan cari kambing hitam atas kenyataan hidup ini. Semua yang anda hadapi hari ini adalah hasil dari keputusan hari kemarin.

Satu satunya cara untuk mengubah nasib hanya dengan mengubah cara berpikir. “Change your mind change your life”. Lahir dari keluarga miskin adalah takdir, tetapi memiliki hari tua dalam kemiskinan adalah nasib. Tidak semua yang lahir miskin akan hidup miskin, dan tidak semua yang lahir kaya akan terus menjadi kaya. Takdir kita ada di tangan Allah, tetapi nasib ada di kedua tangan kita. Kita tidak bisa mengubah takdir, tetapi bisa mengubah nasib dengan mengubah pola pikir.

Jack Ma adalah contohnya, lahir dari keluarga miskin, mengalami penolakan berkali kali, gagal berkali kali. Tetapi pola pikirnya telah membuatnya menjadi konglomerat kelas dunia. Pendiri Alibaba Group ini sekarang menjadi biliuner yang diperhitungkan dunia, bahkan pernah masuk dalam majalah Forbes. Jack Ma adalah contoh yang jelas, bahwa manusia bisa mengubah nasib dengan mengubah dan memaksimalkan cara berpikir. Anda bisa mengubah nasib, hari ini juga selaraskan pikiran anda dengan pikiran Allah, maka anda akan menjadi maksimal dalam menjalanin kehidupan. Muliakanlah Allah dengan pikiran, kreativitas dan produktivitas. Be fruitfull

GEJALA SAKIT JIWA

“Di dalam jiwa yang sehat terdapat semangat, harapan dan gairah hidup”

Jiwa yang utuh merupakan kesatuan pikiran, kehendak dan perasaan. Namun saat kehendak dengan pikiran tidak selaras, jiwa mengalami dislokasi dan perlu segera dibawa ke sangkalputung. Dislokasi jiwa alias kesleo itu melemahkan. Saat tangan kesleo, kekuatannya berkurang. Demikian juga dengan jiwa. Jika dibiarkan terlalu lama, bisa bisa jadi lumpuh.

Masalahnya, banyak diantara kita tidak sadar jika sedang mengalami ‘sakit jiwa’. Jelas jelas hidup dalam kebohongan, dusta dan kepura puraan, namun kita menganggapnya sebagai ‘gaya hidup alternatif’. Bagaimana kita bisa mendekteksi keadaan jiwa yang tidak sehat? Gampang, ikuti saja ‘test luar dalam’. Apakah yang terucap keluar sama dengan yang ada dalam hati? Apakah yang kita lakukan selaras dengan kehendak jiwa?

Jika hidup ‘bagaikam kuburan yang dilabur putih’, maka jiwa ini sedang dalam keadaan ‘gawat darurat’, maka segeralah masuk ruang ICU. Rasa bersalah, mudah putus asa, amarah, sok rohani, merasa selalu benar adalah gejala kasad mata atas jiwa yang terluka. Waspadai kebiasaan ‘merohanikan’ segala keadaan. Begitu mudah menyalahkan keadaan dan mengkambing hitamkan setan. Padahal sudah jelas kitalah yang membiarkan kesalahan.

Dosa tidak bisa dilupakan, kesalahan tidak bisa dibiarkan, kebohongan harus diakui dan tidak dijadikan kebiasaan. Berhenti berpura pura rohani demi menutupi lapar jati diri. Jujurlah dengan Allah dan diri sendiri. Kembalikanlah perasaan, pikiran dan kehendak dalam kesatuan. Dan rasakan damai sejahtera yang melampaui segala akal memerintah jiwamu. Masih belum sanggup? Datangkan kepada Allah dan akui segala kesalahan, mohonlah pengampunan. Ia yang setia dan adil akan segera menyegarkan jiwamu.

MEMULAI DENGAN TUHAN, MENGAKHIRI DI PENGADILAN

Drama keretakan rumah tangga seorang pengacara kondang yang sekarang jadi berita di media sosial sungguh menyesakan hati.  Seolah sudah menjadi konsumsi publik. Sekarang bukan lagi perang terbuka antar suami istri tetapi sudah menjadi perang antar pengacara. Setelah mengikuti dan membaca beritanya, saya mendapatkan beberapa pembelajaran dan hikmat yang bisa dijadikan pegangan hidup beruma tangga.

Kalau pernikahan dimulai dengan melibatkan Tuhan, jangan mengakhiri di pengadilan. Bukankah waktu menikah dulu mereka berdua mengucapkan janji di hadapan Tuhan dan disaksikan oleh umat Tuhan? Mungkin juga waktu mencari  pasangan hidup berdoa kepada Tuhan. Lha kenapa waktu mau mengakhiri pernikahan  tidak minta pendapat Tuhan? Jujur kalau suami istri mau dengan rendah hati bertanya pada Tuhan ‘Bolehkah kami mengakhiri pernikahan ini?” Pasti jawabannya adalah “Apa yang telah dipersatukan oleh Tuhan janganlah diceraikan oleh manusia”.

Pernikahan itu idenya Tuhan.  Allah punya agenda melalui pernikahan kita yaitu supaya lahir keturunan ilahi yang bisa mengemban amanat dari sorga. Apa kata dunia jika pernikahan yang suci dijadikan ‘laboratorium percobaan’? Pernikahan kristen tidak seperti orang sandal jepit, boleh coba, kalau tidak cocok bisa ganti.  Untuk itu usahakanlah mempersiapkan diri mengikuti ‘School of Marriage’ sebelum memasuki pernikahan. Kata Amsal 24, rumah tangga itu dibangun di atas hikmat, pengertian daan pengetahuan. Jadi modal uang dan cinta saja tidak cukup. 

 Waspadai harapan anda di setiap musim kehidupan dan pancaroba pernikahan. Tetaplah menggunakan kacamata positif untuk menghadapi perubahan dan perbedaan yang terjadi dalam pernikahan. Jangan sampai dulu dipuji dan dibela mati matian, setelah anak empat dan menghadapi banyak perbedaan yang ditonjolkan hanya kekurangan dan kelemahan pasangan.  Buknkah kita suci mengatakan “Kasih itu menutupi segala sesuatu’. Jangan malah diumbar diruang publik padahal itu adalah privasi. 

Yah… namanya nasi sudah jadi bubur, mau apa lagi?  Sebagai pembaca sekaligus pengamat saya hanya bisa berdoa ‘kiranya masalah mereka bisa segera selesai dan tidak memberi contoh buruk bagi para pembacanya dan generasi yang berikutnya.  Sebagai saudara seiman hanya bisa menghimbau “pernikahan yang dimulai dengan Tuhan, jangan diakhiri di pengadilan”.  Diskusi dulu sama Tuhan. 

KESALAHAN DALAM PERNIKAHAN

Hidup bahagia selama lamanya setelah pernikahan hanyalah ada dalam negeri dongen Sinderela, “Happily ever after”. Itulah sebabnya berharap ‘selalu bahagia’ dalam dunia pernikahan hanyalah sebuah impian semata. Fakta membuktikan bahwa ada banyak suka duka, canda tawa serta air mata dalam mengarungi  bahtera rumah tangga.  

Jangan kaget jika ada hanya bertahan tiha hari, tiga minggu ataui tiga bulan. Mereka memilih untuk berpisah karena tidak siap menghadapi pancaroba kehidupan. Tahukah anda bahwa kualitas pernikahan tidak tergantung dari mahal dan mewahnya pesta pernikahan. Kebahagiaan pernikahan tergantung dari hikmat, pengertian dan pengetahuan tentang pernikahan dan orang yang kita nikahi. Itu sebabnya modal cinta saja tidak cukup untuk bertahan dan berbahagia dalam pernikahan. 

Menurut ‘10 HUKUM PERNIKAHAN BAHAGIA” pasal 1 ayat 1, “Pernikahan bahagia terdiri dari dua orang yang seudah bahagia’’. Suami bahagia bertemu dengan istri bahagia, pastoi bisa berbahagia dalam segala keadaan. Meski hidup di gubuk derita, tidur beralaskan koran dan makan sepiring berdua, mereka basih bisa tertawa meski hidup sengsara. 

Siapa yang paling bertanggung jawab terhadap kebahagiaan hidup kita? Buakn pasangan, mertua, gereja atau negara. Andalah yang paling bertanggung jawab atas kebahagiaan hidup anda. Jadi jangan pernah menuntut atau menyalahkan orang lain jika tidak bahagia. Mereka yang selalu menuntut untuk dibahagiakan pasti tidak akan bahagia. Jelas????

Nah, ini resep untuk bisa hidup bahagia. Belajarlah meneri,ma semua kenyataan yang ada. Cobalah mengelola harapan atau keinginan hidup.  INgat, tidak semua harapan jadi kenyataan. Mau marah? Cari kambing hitam? Salah. Terimalah kenyataan dengan lapang dada. Setelah itu belajarlah menysukuri apa yang ada karena hidup adalah anugerah. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada. Sering sering hitung rejeki sendiri jangan sukan membandingkan rejekimu dengan rejeki orang. Dan paling penting “Andalkanlah Tuhan dlam segala keadaan”. Kualitas kebahagiaan tergantung dari kualitas iman. Selamat mencoba. Jangan lupa bahagia. 

RAHASIA AWET MUDA

RAHASIA AWET MUDA 

Baru baru ini ada berita heboh, seorang diva Indonesia rela merogoh kocek sampai sartu milyar demi wajah awet muda. Konon dengan menyuntikan sperma ikan Salmon, kerutan di wajah bisa hilang dan kuliat akan diremajakan. Teknik ini memang sangat terkenal di Korea, dan sekarang menajdi salah satu arternatif bagi mereka yang uangnya sudah jamuran. 

Sebenarnya ada cara yang lebih mudah dan tidak perlu mengeluarkan uang yang jumlahnya milyaran. Cukup mengikuti resep kuno yang sudah terbukti kebenarannya dari masa ke masa. Teknik awet muda versi Kitab Suci ini tidak punya efek samping. Aman, mudah, murah dan terjamin kualitasnya. Siapa saja bisa mendapatkan akses untuk bisa mengikuti terapi wajah awet muda ini.

BELAJAR BERGEMBIRA DALAM SEGALA SUASANA

“Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.” Apa yang ada di dalam hati akan terpancar di raut muka. Orang yang hatinya senang mawah menjadi riang. Ketika wajah bersinar, aora sukacita itu akan menular dan berdamapk pada sekitar.  Konon saat hati anda berbahagia, otak kanan mengeluarkan hormon kekebalan tubuh sehingga anda menjadi jarang sakit dan panjang umur. 

BUANG SEGALA KEBENCIAN

“Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian. Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.” Kebencian adalah buah dari kepahitan.  Kepahitan bisa menjadi benih pertengkaran, perselisihan dan perceraian. Hati yang pahit bikin mulut ikut pahit, urat wajah tegang dan muka redup. Akibatnya, wajah mudah jadi berkerut dan cepat tua.  Bukan hanya itu, kepahitan membuat orang mati dalam kebodohan. Sudah banyak korbannya. Jangan ikut ikutan ya.

BUAT PESTA TIAP HARI

“Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan. Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.” Orang yang hidup dalam hikmat Allah dan menghadapi kenyataan dengan ‘pengetahuan ilahi’ tidak akan kesulitan menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan. Hasilnya, hati selalu gembira terasa berada di rumah pesta meski di depan mata hanya ada nasi putih, sambal terasi dan ikan asin.  

“Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan. Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian. 

SERING SERING BERBAGI KEBAIKAN

Mau bahagia setiap hari? Lakukanlah kebaikan untuk mereka yang sedang memerkukan. Keluar dari rumah, temui orang usah, resah, atau yang mengalami musibah. Berikan senyuman yang terbaik. Bukalah tanganmu dan berikan pelukan kasih sayang untuk mereka yang sedang tertolak dan merasa sendirian. Doakan mereka yang sakit dan memerlukan keajaiban dari Tuhan. Jangan takut menggunakan kelebihan untuk mencukupkan yang kekurangan. Dari sananah wajahmu akan bersinar seperti malaikat. 

“…supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu…”