JANGAN PERNAH MENAHAN KEBAIKAN

Ada sebuah kalimat yang pernah kudengar dan sudah terpatri di hati ini. Kalimat itu telah mengubah perspektifku tentang hidup. ‘

“Memang baik jadi orang penting, tetapi jauh lebih penting jadi orang baik”.

Mengapa kebaikan itu tidak pernah usang? Karena setiap hari selalu ada yang memerlukannya. Coba keluar saja dari rumah, langkahkan kakimu, ikuti suara hatimu dan lihatlah orang yang ada di sekitarmu.


Lihatlah kakek tua penjual tempat tidur keliling. Dengan menaiki sepeda tua ia berkeliling kota menjual tempat tidur kayu. Siang itu ia berhenti di bawah pohon, mengusap keringat sambil mengatur nafas. Sudah dua hari dagangan belum laku. Setelah meneguk iar minum, kakek tua itu merebahkan tubuhnya. Ia mencoba melepas lelah setelah tiga jam menuntun sepeda mencoba menjual daganganya.


Entah kenapa tiba tiba langkah kaki menuntunku menemui kakek yang sedang berbaring di pinggir jalan itu. Dengan suara kembut aku mencoba membangunkannya. Mendengar suara nafasnya, hatiku berkata ‘ia perlu pertolongan’.

Tanpa ragu tangaku merogoh dompet dari dalam saku. Setelah memberikan satu lembar warna biru aku berdoa untuk kesehatan sang kakek. Melihat ia tersenyum dan berucap ‘matur nuwun’ ada rasa bahagia yang tiba tiba menyelinap dalam dada.


Sepanjang siang setelah itu aku merenung. Jika aku yang menjadi kakek itu, sanggupkah aku menjalaninya? Berjualan tempat tidur dengan sepeda, setiap hari mengelilingi kota, tanpa ada kepastian pendapatan. Umur 65 seharusnya dinikmati bukan berjuang antara hidup dan mati.


Tanpa terasa airmata menetes, dan hatiku menjadi terasa lega. Ada sukacita karena bisa belajar apa arti hidup dan bagaimana menemukannya. Arti hidup akan datang saat kita berbagi kebaikan bukan saat mengumpulkan kekayaan. Jangan pernah menahan kebaikan untuk mereka yang berhak menerimanya.

PELAJARAN UNTUK AYAH


Pepatah jawa “kacang mongso ninggal lanjaran” atau “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” tidak berlaku buat raja Manasye. Pemuda Yehuda yang lahir dari keturunan orang saleh ini memiliki prilaku yang sangat berbeda dengan ayahnya.

Dalam film sinetron Ashoka, mirip sekali dengan Susima yang kelakuannya jahat dan sangat bertolak belakang dengan ayahnya, raja Windusara. Pertanyaannya adalah ‘siapa yang salah’, pohonnya atau buahnya?

Tidak semua buah mangga memiliki kualitas yang sama meskipun dipetik dari pohon yang sama. Ada yang ukurannya beda ada pula yang kualitas buahnya buruk karena dimakan ulat. Demikian juga dalam kehidupan keluarga. Tidak semua anak akan mewarisi nilai kehidupan orang tuanya. Kerohanian dan prilaku Manasye sangat beda dari Hizkia ayahnya.

Alkitab mencatat reputasi dan prestasi raja Hizkia yang tidak tertandingi oleh raja raja Yehuda yang pernah memerintah. Kesalehan dan keberaniannya sangat mengagumkan. Namun langkah imannya tidak diikuti oleh putera yang menggantikannya. Seorang ayah yang jalan hidupnya lurus, merindukan anaknya mengikuti jejak yang sama, tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.

Membaca kisah hidup raja Hizkia dan Manasye, membuat aku menengok kembali jalan dan nilai kehidupan yang aku miliki. Sudahkah kuhidupi imanku, khotbahku, dan ucapanku? Jangan sampai anak anaku tersandung dengan prilaku hidupku.

Adakah ucapan atau tindakan yang melukai dan meninggalkan kepahitan di hati yang berbuntut pemberontakan? Memperkatakan firman untuk anak tidak cukup, kita harus menghidupinya. Biarlah mereka melihat kebenaran dalam praktek hidup keseharian. Jika sebagai ayah kita sudah berusaha maksimal untuk menjadi teladan kebenaran, namun anak tetap hidup dalam kejahatan, janganlah tenggelam dalam rasa bersalah yang berlebihan.

Masih ingat kisah anak yang terhilang? Bagaimana ia mengalami pemulihan? Kasih sayang seorang ayah dapat memulihkan kedegilan dan kekerasan hati seorang anak. Jangan mencela Hizkia karena kejahatan Manasye. Jangan menyalahkan Daud karena Absalom yang kurang ajar.

Jangan mendisiplin guru karena ada satu murid yang tidak lulus. Setelah memberikan kasih, berikanlah warisan nilai hidup. Berusaha semaksimal mungkin menjadi teladan bagi anak anak, sisanya yang tidak bisa lakukan serahkan saja pada Tuhan. Tuhan punya agenda untuk setiap anak anak kita. Don’t worry, be happy.

PERLAJARAN ROHANI SUMBANGAN 2 TRILIUN

Kemurahan hati Almarhum Bpk. Akidi Tio dan keuarga besarnya menjadi ‘Head Line News’ media electronik, cetak dan medsos. Sumbangan untuk penanganan Covid-19 dengan jumlah 2 triliun itu telah membuka mata warga Indonesia. Ada yang berdecak kagum, ada yang tersenyum bangga, ada yang bersyukur kepada Allah ada pula yang ‘mlongo’ bertanya tanya.

Saya sungguh bangga melihat berita ini, kalau ada anak bangsa yang tergerak memberi sumbangan pada Ibu Pertiwi yang sedang bersusah hati karena airmata berlinang akibat virus Covid-19. Lebih bangga lagi karena yang memberi ini tidak ada banyak kata, tidak suka berwacana, tidak banyak omong tetapi langsung bertindak. Lebih kagum lagi, keluarga besar Alm. Akidi dan anak cucu adalah ‘kelompok anak bangsa yang terkadang mengalami ‘verbal abuse’, dipandang sebelah mata, dan sering jadi ‘kambing hitam’. Namun kebesaran hati mereka telah membuka mata saya. “Yang namanya kebaikan itu tidak pernah memandang kondisi hati, wajah, suku bangsa atau agamanya apa.

Menurut berita yang saya dengar dan baca, keluarga ini memang keluarga yang suka berbagi. Bahkan waktu memulai merintis usaha di Banda Aceh, para tetangganya mengakui kalau almarhum adalah sosok yang suka berbagi. Makanya saya tidak kaget, karena orang yang berani memberi saat memiliki sedikit, ia tidak akan mengalami kesulitan untuk berbagi saat dipercaya banyak oleh Tuhan. Ia tidak menunggu nanti kalau sudah punya banyak baru berbagi. Untuk menjadi orang yang murah hati, tidak perlu menunggu nanti kalau sudah menjadi konglomerat atau milioner.

Ada yang menarik dalam berita tv, pemberian sumbangan 2 triliun itu diberikan melalui dokter keluarga Akidi Tio. Saya menduga bahwa keluarga dermawan ini sudah memeluk prinsip memberi seperti yang diajarkan oleh Kitab Suci ‘Kalau tangan kanan memberi, jangan sampai tangan kiri mengetahui’. Memberi tanpa pamrih. Memberi kebaikan demi kebaikan bukan untuk nama baik. Maka jangan heran jika rejeki dari Allah selalu dilimpahkan.

Mari kita meneladani kebaikan keluarga besar bapak Akidi. Di saat negara membutuhkan pertolongan, berikan sesuatu yang bisa kita berikan untuk meringankan saudara saudara kita yang sedang membutuhkan. “Jangan bertanya apa yang negara berikan untukmu, tetapi tanyakan, apa yang bisa anda berikan untuk negaramu”. Sati paket sembako untuk tetanggamu yang sedang isolasi mandiri akan sanagat berarti. Luangkan waktu 5 menit berdoa bagi bangsa akan sangat berguna. Atau, mentaati ptotokol kesehatan 5 M untuk pencegahan penularan itu sangat diperlukan saat ini.

MEMAHAMI JALAN BERKAT

Yang namanya berkat Tuhan sering datang tanpa diundang. Yang jelas apa yang belum pernah kita lihat, dengar atau pikirkan ternyata sudah disediakan oleh Allah bagi yang dikasihinya. Tuhan punya banyak cara untuk memberkati Anda. Yang namanya berkat atau rejeki dari sorga biasanya tidak pernah salah alamat dan datang pada waktu yang tepat.

BERKAT DATANG WAKTU TIDUR

“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, Bdan makan roti yang diperoleh dengan susah payah – sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.’’ (Mazmur 127:2)

Percayakah Anda bahwa Allah bisa mengirim berkat saat Anda sedang tidur pulas. Bangun pagi buka pintu sudah ada satu kantong sembako di depan pintu. Umat Israel penasaran, waktu bangun pagi melihat embun mengering berubah menjadi roti berwarna putih. Mereka tidak pernah menyangka bahwa Allah telah mengirimkan Manna untuk sarapan tiap hari selama bertahun tahun.

BERKAT LEWAT KETAATAN

Janda dengan satu anak yang tinggal di desa Sarfat itu pernal menolak permintssn nabi Elia dengan alasan yang sangat masuk akal.

Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.” (I Raja 17:12)

Singkat cerita, Janda itu akhirnya berani mengorbankan roti dan airnya untuk makan siang sang nabi. Hasilanya luar biasa. Berkat Allah mengalir tiada habisnya sampai mereka melewati musim kemarau. Tuhan memberkati ibu yang kelaparan. Berkat ketaatan menjalankan perintah Tuhan lewat nabi mereka berdua bisa bertahan hidup melalui masa kemarau panjang.

BERKAT LEWAT MUSUH

Ini benar benar menakjubkan. Kisah empat orang kusta yang sedang menunggu kematian karena kelaparan, benar benar menginspirasi saya. Dalam wacana tidak pernah menyebut nama Allah. Tidak ada doa sfaat atau teriak minta tolong. Namun ternyata Tuhan telah menyiapkan ‘pesta’ khusus buat keempat orang tersebut. Bukan hanya itu mereka dapat bonus emas, perak dan kain yang mahal.

“Ketika orang-orang yang sakit kusta itu sampai ke pinggir tempat perkemahan, masuklah mereka ke dalam sebuah kemah, lalu makan dan minum. Sesudah itu mereka mengangkut dari sana emas dan perak dan pakaian, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya. Lalu datanglah mereka kembali, masuk ke dalam kemah yang lain dan mengangkut juga barang-barang dari sana, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya.”

BEKRAT LEWAT BINATANG HARAM

Nabi Elia tidak pernah menyangka jika Tuhan akan memberkati dia melalui ‘binatang haram’ yang namanya Gagak. Bisa dibayangkan betapa bingung sang nabi waktu mendengar bahwa Allah akan mengirim roti dn daging lewat burung gagak bukan lewat GoFood. Masakah Tuhan memakai binatang ‘haram’ untuk memelihara seorang nabi yang sedang retreat sendirian di tepi sungai Kerit? Sekali lagi kita dibuat tertegun, bahwa Allah bisa memberkati kita melalui cara yang tidak masuk di akal atau dalam keyakinan kita.

”Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.” Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu. (I Raja 17:3-6)

BERKAT PADANG GURUN

Apa yang bisa dimakan saat berada di padang gurun? Bisakah anda melihat tanaman sayuran atau buah buahan di atas tanah gersang. Jangan kaget jika sebagian umat Israel mulai bersungut, ngambek bahkan marah kepada Tuhan dan hamba Tuhan. Meski Tuhan marah terhadap persungutan mereka, tetapi Allah tetap memelihara mereka sampai masuk Tanah Perjanjian.

“Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.” (Keluaran 16:11-15

MAU BERHENTI SELINGKUH

Masalah selingkuh jangan dianggap sepele. Ada pengusaha menelpon saya minta didoakan agar bisa berhenti dari selingkuh. Sebelum telpon saya bertanya, “Apa yang menjadi permintaan doa bapak?” Dia menjawab dengan apa adanya “Saya mau berhenti selinguh pak, tetapi selingkuhan saya tidak mau, saya harus bagaimana?”


Tanpa pikir panjang saya langsung menjawab dengan nada sedikit jengkel. “Kalau bapak mau bertobat dan berhenti selingkuh, sekarang juga buat keputusan. Jangan tegantung pada selingkuhan. Urusan pertobatan itu masalah pribadi jangan sampai anda gagal masuk sorga gara gara mengikuti kemauan tetangga”. Sedikit agak tegas saya menjawabnya.


Selesai bercakap cakap, otak saya berputar. Kok ada pria yang tidak tahu bagaimana cara mengakhiri perbuatan yang salah. Jelas jelas berdosa dan melanggar Firman Tuhan masih mau pakai ‘belas kasihan’. “Saya kasihan dengan dia pak, rasanya tidak tega memutuskan perselingkuhan”.


Simak baik baik, yang namanya dosa selingkuh atau zinah itu terjadi dalam diri. Ini sudah melibatkan ‘ikatan roh dan batin’. Rasa bersalahnya bisa dibawa sampai ke kuburan. Beda dengan dosa mencuri atau memukul anak orang. Makanya jangan anggap sepele masalah yang satu ini.


Putuskan sekarang juga, jangan menunggu sampau Tuhan menyingkapkan dan mempermalukan anda di depan anak isteri atau jemaat yang anda layani. Jangan pernah berpikir bahwa waktu akan menyelesaikan segalanya. Jangan juga percaya ‘time heals’, untuk urusan yang satu ini anda harus tegas dan berani. Jika tidak, tunggu kehancuran pernikahan atau karir anda. Penyesalan hidup akan menyertai anda sampai mati. Tuhan membenci pengkhianatan.

Saat Orang Memanfaatkan Kebaikan Anda

JANGAN JEMU BERBUAT BAIK

Mengapa Kitab Suci mengajarkan pada kita untuk tidak jemu jemu berbuat baik? Karena ada waktu kita bosan berbuat baik atau berhenti berbuat baik. Mampukah anda berbuat baik kepada orang yang tidak menghargai kebaikan yang kita berikan? Masihkah anda berbuat baik saat kebaikan dilihat sebagai kejahatan? Bagaimana dengan mereka yang memanfaatkan kebaikan kita? Haruskah hati ini dibiarkan dalam kepahitan saat kebaikan dipandang sebagai pencitraan?

Hidup ini telah memberiku pembelajaran yang sangat berharga. Pengalaman membuat imanku menjadi dewasa. Kesulitan menajamkan naluriku. Fitah dan pengkhianatan membuat mataku terbuka. Kebenaran berikut ini membuat saya mengerti arti ‘Jangan jemu jemu berbuat baik.

PANGGILAN UTAMA HIDUP INI

Panggilan utama hidup anda adalah menjadi agen kebaikan. Sudah tertulis dalam Kitab Suci bahwa “Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan baik yang sudah disiapkan sebelumnya, dan Allah mau kita tinggal di dalamnya.” (Efesus 2:10) Jika ada yang masih bingung untuk apa kita dilahirkan, segera baca ayat ayat ini. Di sana kita akan segera menemukan tujuan penciptaan. Saat manusia menjadi agen kebaikan, kita sedang memenuhi panggilan hidup kita, “Menjadi agen kebaikan ilahi”.

KEBAIKAN ITU SIFATNYA KEKAL

Yang namanya perbuatn baik, meski dilupakan oleh yang menerimanya, dimata Tuhan kebaikan anda akan diperhitungkan sampai di alam kekekalan. Ingat baik baik, saat kita masuk pintu sorga, ada kata sambutan yang bunyinya “Sabaslah hambaku yang baik dan setia’’. Dua kata ini harus menjadi motivator kita. Lakukan kebaikan karena kita sedang menjalankan perintah TUHAN. Jangan melakukan kebaikan supaya dipandang baik dihadapan manusia. Lakukan kebaikan karena untuk itulah kita diberi hidup di dunia. Berbuat baik adalah panggilan utama setiap manusia. Sahabatku, cara satu satunya berbuat baik kepada Tuhan adalah melakukan kebaikan untuk citpaan TUHAN.

TUHAN AKAN MEMBALAS KEBAIKAN ANDA

Soal kebaikan itu urusannya dengan TUHAN. Yang Maha Baik telah menciptakan kita sebagai ciptaan yang sungguh amat baik, itulah sebabnya kita berhak menerima semua yang terbaik, supaya kita bisa menjadi agen kebaikan. Maka jangan kaget jika sorga punya kepentingan dengan orang baik. Karena cara Tuhan melakukan kebaikan untuk yang memerlukannya selalu memakai orang baik.

“Berbahagialah orang yang memperhatikan orang yang lemah; TUHAN akan menolong dia di waktu kesesakan. TUHAN akan melindungi dan memelihara dia, Ia akan membahagiakannya di bumi, dan tidak menyerahkan dia ke tangan musuhnya. TUHAN akan menolong dia pada waktu sakit, dan memulihkan kesehatannya.” (Mazmur 41:1-2)

BEBAS DARI SANDIWARA


Hidup dengan integritas menghasilkan kehidupan yang utuh. “Reputasi adalah apa yang dipikirkan orang tentang kita. Integritas adalah yang sesungguhnya.” Filsuf Yunani, Socrates, pernah berkata, “Kunci pertama menuju kejayaan adalah berada dalam kenyataan sebagaimana kita terlihat.”

Orang-orang selalu berjuang dengan keinginan untuk terlihat lebih baik daripada yang sebenarnya sering memaksa kita hidup berpura pura. Hidup bersandiwara akan membuang jati diri yang sebenarnya. Hasilnya asalah stress, dipresi dan kehilangan sukacita. Aku masih ingat waktu “menyimpan kebohongan” selesai mencuri salak mbah Renteng. Akibatnya hampir mati karena ketakutan. Untung saja temanku Firman memberiku pertolongan. Sungguh pengalaman ‘sandiwara’ yang tidak pernah terlupa.

Hidup berpura-pura tidak memberikan kepuasan. Di saat kita berlaku seperti salah satu tipe orang di satu situasi, dan menjadi orang yang benar-benar berbeda di situasi lain, kita menipu diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Kebutuhan untuk tetap berpura-pura menyebabkan stres dan kecemasan. Menjadi penipu melukai harga diri dan kredibilitas kita.

Lebih baik menghargai keaslian daripada penampilan. Lebih baik memiliki hati dalam melakukan hal yang benar, bahkan jika itu merupakan suatu perjuangan. Lebih baik untuk mengakui kesalahan kita, meminta maaf, dan mencoba kembali melakukan apa yang kita tahu benar. Selalu ada harapan bagi orang yang ingin hidup dengan integritas, bahkan ketika mereka gagal.

John C. Maxwell menggambarkan integritas sebagai “siapa diri Anda saat tidak ada orang yang melihat.” Itulah yang harus kita semua perjuangkan — melakukan hal yang benar, di mana pun kita. Selamat menjadi pribadi yang utuh dan bebas dari sandiwara.

5 CARA MEMBUAT HIDUP BERARTI

1. Hargai Orang Setiap Hari.

Anda baru akan menambahkan nilai kepada orang-orang jika Anda melihat nilai pada mereka. Anda tidak bisa berkeyakinan bahwa orang tidak penting dan memberi nilai tambah kepada mereka di waktu yang sama. John mempelajari pelajaran ini dari ayahnya, yang berkata, “Banyak orang merasa kurang dihargai, tidak percaya diri, dan tersesat. Jika Anda menunjukkan kepada mereka bahwa Anda menghargai mereka dan Anda mencintai mereka tanpa syarat, Anda akan membuat perbedaan.”

Bagaimana perasaan Anda jika orang lain menghargai Anda? Bagaimana jika orang menurunkan harga diri Anda? Bagaimana Anda diperlakukan memengaruhi perasaan tentang diri Anda sendiri dan bagaimana Anda memperlakukan orang lain. Ingat akan hal ini saat Anda berinteraksi dengan orang lain. Apabila Anda menghargai diri sendiri dan menghargai orang lain, Anda menciptakan siklus interaksi positif yang membuat hidup lebih baik bagi semua orang.

2. Pikirkan ke Depan Mengenai Cara Menghargai Orang Setiap Hari.

Orang-orang yang membuat perbedaan memikirkan cara-cara untuk menambah nilai kepada orang-orang lebih dahulu. Mereka proaktif tentang hal itu. Sekilas memperhatikan kalender Anda di pagi hari dapat memberikan gagasan untuk menambah nilai. Ke mana Anda akan pergi? Siapa yang akan Anda temui? Dengan cara apa Anda membantu orang? Peluang tidak terbatas — jika Anda terencana dalam pemikiran Anda.

Baru-baru ini John C. Maxwell menantang para cucunya untuk memikirkan cara-cara menambah nilai kepada orang lain setiap hari. Cucu laki-lakinya yang berusia dua belas tahun, John, menerima nasihat itu. Dia sedang belajar golf, dan di setiap pelajaran, instrukturnya menyediakan segelas air untuknya. Suatu hari yang panas, John muda memutuskan bahwa dia akan memberikan segelas air untuk instrukturnya sebagai gantinya. John muda bahkan mengambil fotonya dan mengirimkannya kepada kakeknya untuk menunjukkan kepadanya bahwa dia sedang belajar pelajaran tersebut.

Anda dapat melakukan hal serupa. Seperti yang Anda ketahui, itu tidak memerlukan sesuatu yang besar atau mahal. Hanya diperlukan perhatian. Mulailah hari Anda dengan memikirkan cara-cara khusus untuk menambah nilai kepada orang-orang.

3. Carilah Cara untuk Menambah Nilai Bagi Orang Setiap Hari.

Dalam bukunya, Winning with People, John C. Maxwell menulis tentang Prinsip Lensa, yaitu, “Siapa kita menentukan cara kita melihat orang lain.” Sebagai contoh, jika kita egois, kita mencari orang lain untuk memberi nilai tambah kepada kita. Jika kita menginginkan kebermaknaan, kita mencari cara untuk menambah nilai kepada orang lain. Dalam hidup, Anda juga bisa menambah atau mengurangi nilai orang lain.

Mereka yang mengurangi nilai berfokus pada mengambil untuk diri mereka sendiri. Mereka yang menambahkan nilai berfokus pada memberi kepada orang lain. Saat Anda menjalani hari Anda, pola pikir mana yang Anda miliki? Jika Anda memiliki pola pikir untuk memberi, Anda akan peduli tentang kebutuhan orang lain dan mencari cara untuk memenuhinya. Anda akan melihat hari Anda suatu rangkaian peluang untuk membantu orang.

4. Lakukan Hal-Hal yang Menambah Nilai untuk Orang Setiap Hari.

Apakah mungkin untuk menghargai orang, berpikir tentang menambahkan nilai kepada mereka, dan mencari cara untuk menambah nilai bagi mereka, namun tetap tidak menjadi orang yang bermakna? Sayangnya, jawabannya ya. Kunci meraih kebermaknaan adalah mengambil tindakan. Anda baru dapat membuat perbedaan jika Anda benar-benar menindaklanjuti dan melakukan hal yang menambah nilai bagi orang lain. Jika tidak, Anda hanya memiliki niat baik, dan niat baik tidak membuahkan hasil. Hanya kehidupan terencana yang bisa.

John C. Maxwell menganggap dirinya bertanggung jawab setiap hari dengan mengajukan dua pertanyaan kepada dirinya sendiri. Di setiap pagi hari, dia bertanya pada dirinya sendiri, “Siapa yang akan saya tambahkan nilainya hari ini?” Di akhir setiap harinya dia bertanya, “Siapa yang sudah saya tambahkan nilainya hari ini?” Jika dia tidak dapat mengidentifikasi tindakan khusus yang dilakukan untuk seseorang secara spesifik, dia tahu bahwa dia belum cukup terencana hari itu.

5. Semangati Orang Lain untuk Menambah Nilai Bagi Orang Setiap Hari.

Kebermaknaan dimulai dari Anda, tetapi itu tujukan untuk dibagikan. Sementara Anda mengembangkan kebiasaan sehari- hari menambah nilai bagi orang lain, mulailah menyemangati orang lain terdekat Anda untuk melakukan hal yang sama. Anda akan kagum dengan dampak yang dapat Anda buat ketika Anda bermitra dengan orang lain untuk membuat perbedaan.

Esensi kebermaknaan tidak sulit. Tetapi mereka memang membutuhkan perencanaan. Rangkullah itu, dan Anda akan merasa puas, buatlah dunia Anda tempat yang lebih baik, dan mulailah kisah bermakna Anda setiap hari.

HIDUP YANG TERENCANA

Menjadi orang yang terencana memiliki kekuatan untuk mengubah hidup Anda. Berikut adalah caranya:


Kehidupan Terencana Adalah Cara Terbaik untuk Meningkatkan Hidup Anda.

Banyak orang mempunyai impian besar, tetapi sedikit yang benar-benar melanjutkan menghidupi impian itu. Kehidupan terencana menggerakkan Anda dari hasrat untuk bertindak. Itu memampukan Anda untuk melanjutkan. Tindakan kecil yang terencana selalu lebih kuat daripada niat baik yang mulia. Jalur pasti menuju kehidupan yang lebih baik adalah tindakan terencana positif yang konsisten.


Kehidupan Terencana Mengajarkan Anda Nilai Tentang Berpikir ke Depan.

Orang-orang yang tidak mempunyai rencana bangun setiap hari dan terkejut dengan apa yang terjadi pada mereka. Kehidupan terencana berarti tidak membiarkan hari menyelinap pergi. Orang-orang yang hidup terencana berpikir ke depan dan merencanakan hari yang mereka inginkan. Seperti dicatat John C. Maxwell, orang yang berpikir sebelum bertindak adalah sepuluh kali lebih efektif dari orang yang tidak melakukannya.


Kehidupan Terencana Menginspirasi Anda Supaya Setiap Hari Berarti.

Terlalu banyak orang berharap untuk membuat perbedaan … suatu hari nanti. Mereka menunggu lebih banyak waktu, lebih banyak uang, lebih banyak status, lebih banyak pengaruh, atau lebih banyak peluang. Menjadi orang yang terencana memiliki kekuatan untuk mengubah hidup Anda. Berikut adalah caranya:

Banyak orang mempunyai impian besar, tetapi sedikit yang benar-benar melanjutkan menghidupi impian itu. Kehidupan terencana menggerakkan Anda dari hasrat untuk bertindak. Itu memampukan Anda untuk melanjutkan. Tindakan kecil yang terencana selalu lebih kuat daripada niat baik yang mulia. Jalur pasti menuju kehidupan yang lebih baik adalah tindakan terencana positif yang konsisten.

Orang-orang yang tidak mempunyai rencana bangun setiap hari dan terkejut dengan apa yang terjadi pada mereka. Kehidupan terencana berarti tidak membiarkan hari menyelinap pergi. Orang-orang yang hidup terencana berpikir ke depan dan merencanakan hari yang mereka inginkan. Seperti dicatat John C. Maxwell, orang yang berpikir sebelum bertindak adalah sepuluh kali lebih efektif dari orang yang tidak melakukannya.


Kehidupan Terencana Menginspirasi Anda Supaya Setiap Hari Berarti.

Terlalu banyak orang berharap untuk membuat perbedaan … suatu hari nanti. Mereka menunggu lebih banyak waktu, lebih banyak uang, lebih banyak status, lebih banyak pengaruh, atau lebih banyak peluang. Sebaliknya, bila Anda hidup secara terencana, Anda melihat hal-hal secara berbeda. Anda menyadari bahwa sekarang adalah satu-satunya hari yang pasti bagi Anda untuk membuat perbedaan. Kemarin telah berlalu. Besok tidak ada jaminan. Apabila Anda hidup dengan pola pikir terencana, Anda menyadari peluang tak terhingga yang mengelilingi Anda di setiap harinya, peluang untuk membuat perbedaan dan Anda memaksimalkan peluang itu.


Kehidupan Terencana Memungkinkan Anda Melakukan Perubahan Satu Langkah Setiap Saat.

Jika Anda ingin menjadi terencana dan menjalani kehidupan yang bermakna, ada kabar baik: Anda tidak perlu mengubah segalanya. Tetapi ada juga berita buruk: Anda harus mengubah sesuatu. Orang yang terencana mengerti bahwa mengambil langkah yang disengaja, konsisten dan terarah akan meningkatkan kehidupan mereka dan kehidupan orang-orang di sekitar mereka. Sebagai Anne Frank berkata, “Betapa indahnya jika tidak ada orang yang harus menunggu satu menit pun sebelum memperbaiki dunianya!”


John C. Maxwell mengajarkan bahwa rahasia kesuksesan ditentukan oleh agenda harian Anda. Mengapa dia mengajarkan ini? Ini karena apa yang direncanakan dan benar-benar Anda lakukan, hari demi hari, menjadi gaya hidup Anda. Gaya hidup Anda, lebih dari apa pun, memengaruhi hasil hidup Anda. Jika ingin sukses dan membuat perbedaan, Anda harus mengembangkan gaya kehidupan terencana. Lakukan itu, dan Anda akan mengalami perubahan yang diinginkan.

Disalin dari buku “Melampaui Kesukaesan Anda”



KERJASAMA ANTARA IMAN DAN TINDAKAN

Iman saja tidak pernah cukup. Diperlukan ketaatan dan tindakan supaya terjadi keajaiban. Cerita keajaiban iman terjadi untuk pendeta Otniel Ndaumanu. Iman jemaat GBI Elshadai dan ketaatan semua sahabat telah melahirkan gereja yang lebih indah dipandang mata.

Bapak gembala dengan jemaat sudah beriman lebih dari 10 tahun untuk memiliki tempat ibadah yang lebih baik. Namun karena keterbatasan dana mereka harus tetap beribadah di bawah atap yang sudah bocor dan dinding yang sudah lapuk.

Kini jemaat sudah menantikan untuk bisa duduk san menyembah Tuhan di tempat yang lebih baik. GBI Elshadai sudah selesai dibangun dan siap diresmikan karena dukungan bapak ibu sekalian. Terima kasih atas dia doanya dan donasi yang Anda berikan untuk program bedah gereja.

WASPADAI PERKATAAN ANDA

Gara gara mulut suka mengomel, umat Israel tidak bisa memasuki Tanah Perjanjian, kecuali Yosua dan Kaleb serta anak anak yang berumur di bawah 20 tahun. Pengalaman tragis yang layak dijadikan pembelajaran iman. Untuk itu waspadai sikap hati dan setiap ucapan.


Keluhan sering kali datang dari rasa kecewa. Jika dibiarkan, bisa berkembang menjadi persungutan. Saat hati kecewa kemudian dibumbui dengan keinginan memberontak, lahirlah persungutan atau ‘murmuring’ yang membuat Allah merasa ‘dinista’. Bukankah mereka telah melihat keajaiban penyertaan dan pemeliharaan Allah selama dalam perjalanan dari Mesir menuju Tanah Impian?


Pemberontakan itu lahir dari ketidak percayaan yang disulut oleh kekecewaan. Saat manusia sudah tidak lagi percaya pada janji janji Tuhan, hidupnya akan dipenuhi dengan kegalauan hati dan keluhan hidup. Mereka tidak siap menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan. Tidak mampu menterjemahkan kenyataan adalah awal kekecewaan.


Satu satunya cara untuk membalikan sikap mengomel adalah mengembalikan kepercayaan kita pada Tuhan. Namun jika setiap hari hidup dengan pencemooh, orang negatif, tukang gosip, negative thinker, bisa dipastikan akan hanyut dalam pikiran dan budaya mereka. Maka putuskan sekarang juga untuk tidak berdiri di jalan orang berdosa, berjalan dengan orang fasik. Jangan pula terlalu sering duduk dengan pencemooh.


Waspadai hati dan mulut ini. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan menikmati janji janji ilahi gara gara salah mengambil posisi. Jangan samoai rencana Allah batal lantaran salah pergaulan, menolaj kebenaran dan lebih percaya hoak dan kata orang. Masa depan kita tidak ditentukan oleh apa kata orang, tetapi apa kata Tuhan.