JANGAN PERNAH MENAHAN KEBAIKAN

Ada sebuah kalimat yang pernah kudengar dan sudah terpatri di hati ini. Kalimat itu telah mengubah perspektifku tentang hidup. ‘

“Memang baik jadi orang penting, tetapi jauh lebih penting jadi orang baik”.

Mengapa kebaikan itu tidak pernah usang? Karena setiap hari selalu ada yang memerlukannya. Coba keluar saja dari rumah, langkahkan kakimu, ikuti suara hatimu dan lihatlah orang yang ada di sekitarmu.


Lihatlah kakek tua penjual tempat tidur keliling. Dengan menaiki sepeda tua ia berkeliling kota menjual tempat tidur kayu. Siang itu ia berhenti di bawah pohon, mengusap keringat sambil mengatur nafas. Sudah dua hari dagangan belum laku. Setelah meneguk iar minum, kakek tua itu merebahkan tubuhnya. Ia mencoba melepas lelah setelah tiga jam menuntun sepeda mencoba menjual daganganya.


Entah kenapa tiba tiba langkah kaki menuntunku menemui kakek yang sedang berbaring di pinggir jalan itu. Dengan suara kembut aku mencoba membangunkannya. Mendengar suara nafasnya, hatiku berkata ‘ia perlu pertolongan’.

Tanpa ragu tangaku merogoh dompet dari dalam saku. Setelah memberikan satu lembar warna biru aku berdoa untuk kesehatan sang kakek. Melihat ia tersenyum dan berucap ‘matur nuwun’ ada rasa bahagia yang tiba tiba menyelinap dalam dada.


Sepanjang siang setelah itu aku merenung. Jika aku yang menjadi kakek itu, sanggupkah aku menjalaninya? Berjualan tempat tidur dengan sepeda, setiap hari mengelilingi kota, tanpa ada kepastian pendapatan. Umur 65 seharusnya dinikmati bukan berjuang antara hidup dan mati.


Tanpa terasa airmata menetes, dan hatiku menjadi terasa lega. Ada sukacita karena bisa belajar apa arti hidup dan bagaimana menemukannya. Arti hidup akan datang saat kita berbagi kebaikan bukan saat mengumpulkan kekayaan. Jangan pernah menahan kebaikan untuk mereka yang berhak menerimanya.

JANGAN PERNAH MENJUAL KEBOHONGAN

Ada orang yang berani menjual kebohongan demi popularitas. Mereka tidak menyadari bahwa suatu saat kebohongan itu akan menyatakan dirinya sebagai kebohongan meski ditutupi dengan rapat rapat. Karena apa yang disembunyikan dalam gelap akan disingkapkan oleh terang. Manusia bisa menutupi segala kebohongan dengan berbagai cara. Namun Tuhan juga punya cara untuk menyingkapkannya. Ketika Tuhan ikut turun tangan menyingkapkan kebohongn, habislah riwayat kita.

Siapa yang menyangka kalau dosa perzinahan Daud akan tersingkap dalam waktu yang sangat cepat. Raja Daud tidak menyadari jika Allah mengetahui ‘akal bulusnya’ yang dibungkus begitu rapi. Melalui nabi Natan, Daud ditegur dan matanya dibuka bahwa ‘tidak ada perkara yang tersembunyi bagi Allah’. Allah maha tahu, maha mengerti dan maha adil. Syukurlah Daud segera insaf dan bertobat. Meski demikian, kejahatan Daud memberikan stigma buruk bagi perjalanan karirnya.

Seorang hamba Tuhan dian diam melakukan pelecehan seksual pada jemaatnya selama 26 tahun. Istri bisa dikibuli, jemaat bisa dibohongi. Tetapi jangan main main dengan kuasa Tuhan. Mata Tuhan ada dimana mana, Ia mengamati setiap prilaku kita. Malaikatnya berada di sekitar kita dan Roh-Nya tinggal di dalam diri kita. Jangan sekali kali menyembunyikan kebohongan di hadapan-Nya. Lebih baik segera bertobat, mengakui kesalahan dan minta ampun pada Tuhan, daripada meringkuk di penjara dan segalanya hancur berantakan.

Jangan pernah menjual kebohongan demi ketenaran atau kenyamanan. Jangan pikir dengan berbohong anda akan hidup bahagia. Segala sesutu ada waktunya. Ingatlah, untuk menutupi satu kebohongan, dibutukan sembilan bohong. maka orang yang suka bohong pasti akan mengalami rasa bersalah serta tekanan jiwa. Kalau tidak percaya, bohonglah senantiasa. Untuk itu, jaga hati jangan kau kotori. Karena mereka yang hidup dalam kebohongan tidak akan engalami ketenangan dan sukacita hidup. Bisa bisa nasib hidupnya seperti Ananias dan Safira. Waspadalah

Keberhasilan Dan Nilai Kehidupan

Salah satu tugas utama seorang pemimpin yang baik adalah ‘Mengenali waktu Tuhah’. Ia tahu kapan harus naik dan kapan harus turun dari posisi kepemimpinan.’ Sukses seorang pemimpin ditentukan oleh keberhasilannya melakukan suksesi. Benarlah apa yang dikatakan oleh pakar kepemimpinan Ps.John Maxwell ‘Tugas utama seorang pemimpin adala mencetak pemimpin’.

Raja Daud tahu kapan harus turun tahta, dan dia juga sudah menyiapkan siapa yang akan menjadi penggantinya. Belajar dari pengalaman sebelumnya, Daud tidak sembarangan menentukan penggati dirinya. Dia tahu persis siapa yang layak ntuk menggantikannya. Dia juga tahu kriteria untuk menjadi raja yang diberkati dan bisa memberkati rakyatnya. Belajar dari pengalaman hidupnya sebagai raja terbaik bagi Israel dan Yehuda. Berikut ini Daud memberikan pesan kepada Salomo, yang akan menjadi penggantinya.

“Daud mendekat, ia berpesan kepada Salomo, anaknya: Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki. Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju,..

Menurut nasehat di atas, kunci keberhasilan adalah ketaatan menjalankan kewajiban, hidup menurut jalan Tuhan. Di sini diteguhkan sekali lagi bahwa “sukses adalah produk dari ketaatan, keberanian dan takut akan Tuhan” Resep keberhasilan ini berlaku bagi kita semua dari masa ke masa. Daud dan Salomo, adalah anak dan bapak yang namanya masyur di dalam sejarah kerajaan Israel.

Mereka berdua mewariskan nilai nilai kehidupan yang bisa menjadi pegangan buat setiap orang yang mau berhasil dalam segala pekerjaan. Ternyata warisan yang paling berharga anak anak kita adalah iman, nilai dan keteladanan yang baik dalam kehidupan. Jika ingin mendapatkan nilai atau prinsip hidup yang dijamin akan membawa keberhasilan masa depan, bacalah kita Mazmur dan Amsal Soleman. Saya membacanya hampir setiap hari.

ANAK TANPA PEMBAPAKAN

Krisis terbesar dalam dunia ini adalah krisis pembapakan, bukan krisis pangan atau energi. Bagitu tragis dampak kurangnya pembapakan seperti yang ditulis dalam buku Father Connection. Menurut penulis, banyak anak yang terlibat narkoba, hamil diluar nikah, dikeluarkan dari sekolah, bahkan mejadi penjahat jalanan karena kurangnya fathering, atau pembapakan.

Disinilah kita semua kum/ayah perlu diingatkan. Salah tugas seorang ayah adalah memberi pengakuan, kasih sayang, pujian serta koreksi jika anak melakukan kesalahan. Kurangnya ajaran, koresi dan konfirmasi bisa membuat anak mengalami krisis jati diri. Mereka yang yang bermasalah dengan diri sendiri sering bermasalah dalam pekerjaan, hubungan dan bahkan pernikahan.

Ada sebuah contoh dalam Kitab Suci. Putra Raja Daud yang ke empat bermasalah dengan diri sendiri. Bermodal tampan dan perawakan, ia meninggikan diri dan berusaha menjadi raja untuk menggantikan ayahnya. “Lalu Adonia, anak Hagit, meninggikan diri dengan berkata: “Aku ini mau menjadi raja.” Ia melengkapi dirinya dengan kereta-kereta dan orang-orang berkuda serta lima puluh orang yang berlari di depannya.

Sayang sekali usahanya gagal/total. Karena Raja Daud mengangkat Salomo menjadi pewaris tata.

Penulis Kitab Suci memberikan sedikit gambaran, tentang tidak harmonisnya hubungan Daud dengan Adonia “Selama hidup Adonia ayahnya belum pernah menegor dia dengan ucapan: “Mengapa engkau berbuat begitu?” Kesalahan sering terjadi karena kuragnya perhatian. Kenakalan adalah buah kurangnya kasih sayang. Seorang ayah harus memberi tuntunan, teguran, koreksi bahkan kalau perlu sabetan rotan demi kebaikan karakter anak anak.

Absennya koreksi dan kasih sayang bisa berakibat fatal pada pertumbuhan masa depan anak anak kita. Jangan takut memarahi, mengoreksi dan mengucapkan kata sayang pada mereka. Jangan sampai kesalahan raja Daud juga menjadi kesalahan kita sebagai seorang Ayah. Waktu kita dengan mereka tidaklah lama. Mari kita wariskan nilai hidup dan perhatian yang akan menjadi tuntunan menuju masa depan yang gemilang.

5 CARA BEBAS STRESS DI TENGAH PANDEMI

Pandemi meningkatkan intensitas stress dalam hodu yang sangat berdampak bagi pernikahan, pelayanana dan pekerjaan. Untuk itu perlu mengembangkan ketrampilan mengelolah hidup untuk bisa mengurangi tekanan hidup.


SELESAIKAN SETIAP KONFLIK

Konflik adalan benih stress, untuk itu selesaikan setiap konflik. Meski ringan, jangan disepelekan. Jangan sampai ‘barang sepele iso dadi gawe’.


BERSUKACITALAH SETIAP HARI

Berusaha memulai hari dengan rasa syukur. Dan selalu berserah pada Allah, karena iman yang kuat mendatangkan sukacita. Dan hidup yang penuh sukacita adalah pintu rejeki.


JANGAN BIARKAN KUATIR

Rasa kuatir dapat mencekik kehidupan. Mereka yang mudah kuatir akan kesulitan mendapatkan tidur nyenyak. Kurang tidur membuat badan lesu dan mudah masuk angin. Jika dibiarakan, bisa sering mengunjungi dokter dan menuju kuburan.


FILTTER PIKIRAN ANDA

Pandemi ini telah melahirkan ribuan berita bohong alias hoax. Itulah sebabnya perlu menyaring informasi. Jangan biarkan pikiran dimasuki oleh kabar bohong, tidak penting, dan merusak kedamaian.


HIDUP DEKAT DENGAN TUHAN

Rasa aman yang bisa mendatangkan ketenangan adalah hidup dekat dengan Allah melalui doa, pujian, membaca Firman dan melakukan kebaikan. Mulailah sekarang….

BERUBAH ITU TIDAK MUDAH

Pagi ini aku berusaha memperbaikinya, hampir 15 menit aku mencoba memasangnya kembali. Hasilnya tidak menggembirakan, engselnya lepas kembali. Maka sumber masalahnya segera kucari. Wow, ternyata lobang bautnya sudah terlalu longgar dan fishernya terlalu kecil. Makanya meski dipasang seratus kali, tetap saja tidak bisa kembali seperti semula. Harus segera diganti, ya… fishernya harus segera diganti, jika tidak segala usaha akan menjadi sia sia.


Pernahkah Anda putus asa karena gagal memperbaiki kesalahan hidup? Segala upaya sudah diusahakan, mulai dari ikut seminar, encounter, selfhelp, hingga memanggil lifecoach namun hasilnya tetap saja tidak ada perubahan. Kebiasaan buruk terus terulang kembali. Terkadang malah lebih parah dan melelahkan. Putus asa menjadi hasil akhirnya. Sering terucap meski hanya lirih terdengar “memang sudah takdir, ini sudah nasib saya. Tidak ada seorangpun yang mampu menolong saya.”


Berubah memang tidak gampang. Mengganti prilaku tidak semudah membalikan telapak tangan. Makanya jangam pernah bermimpi untuk merubah prilaku orang lain, jika merubah diri sendiri saja setengah mati. Semua prilaku selalu minta restu pikiran, makanya jika ingin merubah kebiasaan harus lebih dahulu merubah cara berpikir. Ibu yang baik, jika bayinya kencing maka ia akan melepas popok yang kotor sebelum menggantinya dengan yang baru. Jika ia terus memasang popok baru tanpa melepas yang lama, popok yang baru tidak berguna.

Ganti yang rusak dengan yang baik, yang lama dengan yang baru, yang salah dengan yang benar. Tanpa membaharui akal budi tidak akan pernah tercapai pertobatan sejati. Lemari sepatu itu tidak akan pernah memperbaiki pintunya sendiri, sampai kiamat tidak akan pernah bisa. Hanya tukang kayu yang sanggup melakukannya. Demikian juga dengan hidup kita. Hanya Allah sang pencipta yang sanggup mengubah hidup ini.

Oleh karena itu datanglah kepadanya dengan jujur. Katakan “Tuhan, aku tidak sanggup, aku tidak mampu, aku lemah dan tidak berdaya. Aku berserah kepada-Mu. Ubahkan hidupku, berikan aku kekuatan untuk menggangi yang lama dengan yang baru. Berikan aku pewahyuan untuk hidup di dalam Roh-Mu.” Dan rasakanlah perubahan itu mulai terjadi dalam hidup ini.

JANGAN ADA LIDAH DUSTA

Dusta tidak pernah hidup sendiri. Kawannya banyak sekali. Dusta dan kawan kawannya memang punya kekuatan yang dasyat untuk menghancurkan. Dusta bisa merusak rumah tangga, usaha, pelayanan, persahabatan dan keutuhan bangsa. Ibarat penyakit, bagaikan kanker yang bisa menjalar dan membunuh siapa saja. Dan sampai hari ini WHO belum bisa menemukan vaksin yang canggih untuk membuat orang kebal dusta. Sekali terjangkiti dusa, sulit untuk bisa lepas dari jerat yang mematikan.

Menurut seorang pakar, lidah dusta selalu dimotivasi oleh niat jahat. “Orang yang berbuat jahat memperhatikan bibir jahat, seorang pendusta memberi telinga kepada lidah yang mencelakakan.” Tujuan utama adalah mencelakakan orang lain. Dusta adalah wujud nyata rencana jahat dari hati. “Sesungguhnya, orang itu hamil dengan kejahatan, ia mengandung kelaliman dan melahirkan dusta.” (Bible)

Orang yang hobinya dusta biasanya tebal muka. Meski pakaian nampak agamis dan ucapan sering disisipi ayat ayat suci, namun nuraninya tidak hisa membedakan mana yang salah dan benar. Terkadang mereka tampil seperti malaikat namun jiwa dikuasai iblis. Lihat saja sorot mata dan nada kata kata.

Banyak yang tidak sadar dan salah sangka. Ada yang ‘keblinger’ Katanya dusta demi kebaikan adalah sah sah saja. Apalagi dusta demi tahta, harta dan permata. Mereka tidak mengetahui jika dusta adalah produk dari neraka. Itulah sebabnya pendusta tidak akan diberi tiket masuk sorga. “Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.” (Revelation)

Makanya jangan pilih pemimpin yang suka dusta atau mendukung, menyembunyikan pendusta. Karena dibalik semua dusta ada kekuatan neraka yang pasti akan bikin celaka. Sebaiknya segera dibuang semua dusta, jika tidak anda akan disiksa oleh lidah anda sendiri. Anda tidak bisa sembunyi dari dusta. Anda bisa saja kabur ke Amerika Latin atau ke langit tingkat tujuh, dusta akan berada di samping anda dan siap mengambil sukacita dan damai sejahtera dari hati anda. Kalau tidak percaya, berdustalah senantiasa.

BERCERAI SETELAH BULAN MADU

Seorang hamba Tuhan yang melayani di Jepang pernah berkisah, “ banyak pasangan yang baru menikah kemudian pergi bulan madu. Namun tidak sedikit selesai bulan madu langsung bepisah atau bercerai di bandara.” Mengapa pernikahan mereka hanya berumur seminggu atau sebulan?


Banyak yang tidak memahami apa arti menikah, siapa yang mendesain pernikahan dan bagaimana cara mempertahankannya. Ternyata, cara pandang kita terhadap pernikahan sangat menentukan kualitas pernikahan kita. Pak Myles Munroe penah menuliskan “pernikahan itu idenya Allah dan masih tetap menjadi ide yang bagus.
Pernikahan bukan ide manusia, negara atau gereja. Saat pasangan berpikir bahwa mereka memasuki pernikahan hanya untuk mendapatkan kepuasan seksual, keturunan atau status. Kenyataan sering tidak sesuai dengan harapan. Jika tujuan tidak tercapai, tidak sedikit yang bercerai dan berganti pasangan hidup.


Namun bagi yang paham bahwa Allah yang menciptakan pernikahan karena ada agenda yang mulia, kita akan menjalani pernikahan sebagai sebuah amanah atau tugas ilahi yang mulia. Keyakinan kita terhadap misi Allah lewat pernikahan akan menolong kita memghadapi pancaroba pernikahan yang silih berganti. Perbedaan, kesulitan dan cobaan tidak bisa memisahkan kita.

Bagi sahabat yang sedang menghadapi masalah pernikahan, coba kembali lagi pada janji nikah yang pernah diucapkan. Kalau perlu diucapkan lagi sambil melakukan koreksi dan instropeksi. Jika pernikahan tidak bahagia jangan ambil jalan pintas gara gara ego. Tetapi pahami kembali amanah ilahi melalui pernikahan. Memohon hidayah segera berdamai dan menata ulang. Pasti Tuhan akan memberkati.

Menjadi Pria Satu Wanita

Percayakah Anda bahwa sejak dari semua, Allah menghendaki Adam hanya menikahi Hawa saja. Maka jangan kaget jika ada aturan yang mengatakan “Maka seorang laki laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatui dengan isteinya”. Bukan isteri isterinya, tetapi hanya satu. Jadi Allah menghendaki setiap pria menjadi ‘One Woman Man’.

Itulah sebabnya yang namanya pengkhianatan selalu berurusan dengan Tuhan. Jangan juga terkejut jika para PEMBINOR (pengganggu bini orang) akan berurusan dengan hukum Tuhan, yaitu hukum kesetiaan. Dengan jelas dikatakan dalam kitab Maleakhi jika Allah memang membenci pengkhianatan dan kekerasan dalam rumah tangga.

“Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!”

Sudah banyak bukti, pria yang suka berkhianat akan menghadapi kesulitan dalam bisnis, pelayanan atau aspek kehidupan yang lain. Kalau tidak percaya bertanyalah kepada sahabat saya yang pernah selingkuh empat kali. Usaha yang dirintis dari muda hancur berantakan, dan membuatnya berada di titik kehidupan yang paling rendah.

Syukurlah, Tuhan menjawab doa mantan isterinya yang telah diceraikan selama 2 tahun. Carol tidak henti hentinya membawa mantan suaminya dalam doa, padahal dia pernah mengkhianatinya dan menceraikannya. Suatu malam, Kyle William akhirnya menyadari salah dan dosanya. Ia sujud dihadapan Tuhan dan bertobat serta memutuskan untuk kembali menikahi mantan isterinya. Puji Tuhan.

Pertobatan pengusaha ini telah membuahkan pembaharuan hidup, pernikahan dan usahanya. Sekarang Anda bisa keliling kota Enid, dan melihat beberapa tempat usaha mulai dari restoran, pom bensin hingga klinik yang diberkati Tuhan. Untuk itu jadilah pria yang setia. Jangan suka berkhianat. Jangan suka mengganggu bini orang. Jadilah pria satu wanita yang memuliakan nama Tuhan.

IMAN YANG DIKAGUMI OLEH TUHAN

Kekaguman Tuhan atas iman perwira Romawi layak untuk disimak dan dipelajari. Bukan kebetulan kisahnya ditulis dalam Kitab Suci. Mungkin juga Sang Perwira tidak menyadari bahwa imannya akan dicermati dan diteladani oleh jutaan orang percaya. Sebab ia sendiri kurang yakin dan kurang percaya diri. Namun kalimat ini cukup membesarkan hatinya

Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"

Ada empat hal yang membuat Tuhan Yesus kagum atas imannya perwira ini:

IMAN YANG DIBANGUN DIATAS RASA KERENDAHAN HATI

Perwira Romawi ini punya jabatan dan disegani banyak orang. Bahkan para tua tua Yahudi hormat kepadanya. Namun ia merasa sangat tidak layak untuk benjumpa dengan Yesus. Ia menyadari dirinya sebagai orang yang berdosa itulah sebabnya dia tidak mau Yesus datang kerumahnya. Namun ia tidak mengetahui bahwa pada saat merasa tidak layak, disanalah kita akan dilayakan oleh Tuhan. Kerendahan hati adalah pondasi iman yang paling baik.

IMAN YANG DIBANGUN DIATAS PENGALAMAN

Percayakah Anda bahwa di dalam Tuhan tidak ada pengalaman yang sia sia. Sebagai seorang perwira dia punya otoritas untuk memerintah bawahannya. Dengan pemahaman yang sama, ia percaya bahwa Yesus juga memiliki otoritas kuasa yang bisa menyembuhkan pembantunya tanpa harus mendatanginya, cukup dengan bersabda. Iman percaya bahwa Firman itu memiliki kuasa. Semakin banyak pengalaman iman, semakin kuat iman Anda.

IMAN YANG DISERTAI OLEH TINDAKAN NYATA

Sang perwira bukan hanya meyakini bahwa Allah maha pengasih dan penyayang, ia langsung mempraktekan keyakinannya tanpa pamrih. Buktinya, para tua tua Israel mengatakan bahwa perwira ini menyayangi bangsa yang dijajahnya dan ikut membangun Bait Allah. Kebaikannya juga bisa ditunjukan oleh rasa simapati para tua tua Yahudi. Iman yang benar, bisa dirasakan oleh mereka yang berada di sekitar hidup kita. Benarlah apa kata Kitab Suci, iman tanpa perbuatan itu tidak ada artinya.

IMAN YANG DIJIWAI OLEH KASIH SAYANG

Salah satu poin dari iman Sang Perwira adalah motivasi dibalik usahanya untuk menyembuhkan pembantunya. Dikatakan bahwa dia sangat menghotmati pembantu. Pada jaman itu, yang namanya doulos atau jongos tidak ada harganya di depan majikan. Mereka seringkali adalah budak belian. Namun di hati Sang Perwira, pembantu adalah sesama manusia yang layak dimanusiakan. Beriman tanpa belas kasihan, akan melahirkan kemunafikan. Seperti orang Farisi dan ahli Kitab yang melihat orang dirampok dan gebuki terkapar di pinggir jalan dalam keadaan sekarat. Tetapi hatinya tidak tersentuh sama sekali. Kalah dengan sikap orang Samaria yang baik hati.

Bagaimana dengan iman Anda saat ini? Apakah layak mendapatkan pujian dari Tuhan? Atau justru sebaliknya? Mari kita memperhatikan kondisi iman kita masing masing. Jangan sampai terlihat khusuk beribadah, hafal Kitab Suci, sering doa puasa namun iman terasa hambar karena tidak bisa dirasakan oleh tetangga atau teman dekat kita. Percuma sering ke gereja jika hidup tidak memberi makna.

KHASIAT BERPELUKAN

Khasiat sentuhan dan pelukan kasih sayang kepada anak sangat mencengangkan. Menurut hasil penelitian, anak-anak yang kekurangan pelukan dan sentuhan kasih dari orangtuanya lebih mudah mengalami sakit, dipresi, dan kematian dini.

Hasil penelitian ini diteguhkan oleh seorang ahli antropologi bernama James Prescott. “Anak anak yang kekurangan setuntuhan kasih, cendrung melakukan kenakalan saat bertumbuh remaja.” Penelitian lain menyebutkan bahwa pelukan bisa mengurangi atau menyembuhkan depresi.

“Other research found that women who were neurotic or depressed recovered much more quickly according to the number of times they were hugged, and the duration of those hugs.”

Sebagai orangtua, saya sudah banyak belajar tentang makna sentuhan dan pelukan kepada anak. Mungkin karena dulu saya mengalami defisit pelukan, saya tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Hampir setiap hari, saya berusaha memeluk anak saya sambil mengucapkan “I love you”. Harus diakui bahwa saat anak menginjak remaja, terkadang mereka malu menerima pelukan orang tuanya, tetapi hal itu tidak menyurutkan kebutuhan kasih sayang dalam diri mereka.

Hal pertama yang dilakukan oleh seorang ayah saat bertemu dengan anak terhilang adalah memberikan pelukan sambil mencium untuk melepas kerinduan.

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.” 

Guru Agung kita juga melakukan hal yang sama saat bertemu dengan anak-anak. “Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.”

Kapan terakhir kali Anda memeluk anak-anak Anda? Jangan lupa satu hal ini: pelukan dan sentuhan kepada orang-orang yang kita cintai itu hukumnya WAJIB. Semakin banyak pelukan dan sentuhan, semakin nyaman perasaan mereka. Untuk itulah Tuhan telah menempatkan 500.000 receptor di kulit manusia supaya bisa menikmati sentuhan.

Seorang ahli atropologi pernah mengatakan bahwa anak anak yang jarang dipeluk rawan menjadi anak nakal, sebaliknya anak anak yang serving dipeluk hidupnya lebih sehat dan lebih bahagia waktu menjadi dewasa.

“Anthropologist James Prescott, who pioneered the study of child- rearing and violence, found that societies in which children were rarely touched affectionately, had the highest rates of adult violence. Children brought up with affectionate carers usually ended up growing into better, healthier and happier adults.”