INGAT NATAL INGAT DOSA

Sebutan ‘sahabat orang berdosa’ begitu lekat diberikan pada Yesus. Semu itu gara gara Ia sering terlihat makan semeja dengan mereka yang dianggap ‘Tidak bersih lingkungan’.

Para ulama Yahudi sering merasa gerah saat melihat Yesus dari Nazaret berkumpul dengan preman, koruptor, PSK dan kaum ‘pinggiran’. Selama ini kaum agamawi telah membangun tembok pemisah antara ‘kami para ulama’ dan mereka para pendosa. Ada semacam rasa takut jika dosa mereka akan menular dan mengotori hidup dan ibadah mereka.

Sekat pembatas itu telah membuat jarak dalam tatanan sosial. Penderita penyakit lepra harus diasingkan, wanita menderita pendarahan dianggap najis, pezinah harus dirajam batu, jangan sekali kali makan di rumah pemungut cukai, memyembuhkan orang lepra di hari Sabat tidak dibenarkan. Tanpa sadar, prilaku ini telah menghakimi mereka yang dianggap kotor, najis, dan tersisih. Ritual agama menjadi beban hidup, dan manusia semakin sulit untuk membaharui hidup.

Para ulama lupa bahwa agama hadir untuk menuntun mereka yang hidup dalam dosa, menerangi mereka yang gelap, menghidupkan harapan, dan mengangkat kembali harkat manusia sebagai ciptaan Allah. Kehidupan yang legalistis itu telah menjadi beban hidup dan menciptakan kemunafikan.

Yesus datang ke dalam dunia untuk menolong manusia terbebas dari beban hidup. Itulah sebabnya ia pernah memberikan unadangan “Marilah kepadaku hai kamu yang letih lesu dan berbeban berat, aku akan memberikan kelegaam kepadamu.” Yesus juga pernah memberikan jaminan bahwa kehadirannya memang khsus untuk mereka yang terbebani oleh dosa.

Itulah sebabnya dengan jelas Yesus mengatakan “…karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Untuk itu jangan heran jika Yesus sering berkumpul dengan Matius dan Zakeus si pemungut cukai atau bercakap cakap dengan wanita Samaria.

Agama tanpa belas kasihan akan kehilangan kekuatannya. Keyakinan tanpa tindakan nyata tidak ada gunanya. “Orang sakit tidak perlu tabib”. Orang suci tidak perlu gereja. Sudah saatnya gereja harus berfokus untuk menolong, menjangkau, memuridkan dan memulihkan orang berdosa. Jangan sampai kita kehilangan passion dan compassion untuk mereka yang ada di hati Tuhan. Bukankah anak manusia datang untuk menyelamatkan yang terhilang?

Jadikan bulan natal ini sebagai ‘bulan peringatan bahw kita telah dipilih dan dipanggil untuk melakukan apa yang Yesus lakukan, datang untuk orang yang berdosa. Jangan lupa mengundang mereka hadir dalam acara perayaan natal di gereja Anda. Jangan hanya mengundang orang saleh, orang kaya, orang benar atau orang terhormat. Undanglah mereka yang tersisih, tercecer, terhina, terpojok dan terlupakan. Selamat menyambut bulan Natal 2021

MENGAMPUNI TETAPI HUKUM JALAN TERUS

MEMAAFKAN, TETAPI HUKUM TETAP JALAN

Dikutip dari Tempo.com inilah kalimat bapak Arteria berkaitan dengan cekcok mulut dengan wanita anak yang mengaku jendral. Meski sudah memaafkan, Arteria menegaskan bahwa proses hukum tetap berlanjut. “Kan dia laporkan saya juga, ya kita buktikan saja siapa yang benar dan mana yang salah. Saya kan orang biasa, harus tahu diri. Makanya saya tahu diri hanya melalui jalur hukum lah saya minta perlindungan dan penegakan hukum,” kata dia.

Ada pelajaran tentang apa artinya memaafkan. To forgive is to let it go or to send away. Saat memberi maaf, anda sedang membiarkan rasa dendam atau resentmen meninggalkan hati anda. Dengan demikian tidak ada lagi rasa jengkel, pahit atau marah dalam hati. Jadi saat mengampuni anda sedang mengambil langkah berani dan bijak demi kesehatan rohani, tubuh dan jiwa. Mengampuni hukumnya wajib menurut kitab suci.

MENNGAMPUNI TIDAK BERARTI MEMULIHKAN KEPERCAYAAN

Mengampuni tidak langsung memulihkan kepercayaan. Saat suami selingkuh tiga kali lalu minta maaf, isteri bisa mengampuni tetapi belum tentu bisa mempercayai. Trust is earned, kepercayaan harus dibangun kembali, untuk itu perlu waktu yang lama.

MENGAMPUNI TIDAK HARUS MENUNGGU SAMPAI HUKUM DIRASAKAN ADIL

Pengampunan tidak harus menunggu sampai hakim ketok palu di pengadilan. Jika anda menunggu proses hukum, bisa bisa anda sudah mati duluan karena dendam dan kepahitan. Ingat kata Kitab Suci “Orang bodoh mati karena sakit hati”

MEMGAMPUNI TIDAK LANGSUNG HARUS MELUPAKAN

Bagaimana anda bisa melupakan wajah orang yang telah menikam perut anda atau membunuh anak anda? Rasanya terlalu sulit untuk bisa melakukannya. Namun anda masih bisa membebaskan hati dari amarah. Waktu akan menolong anda untuk memproses semuanya. Seperti luka di dahi saya, setiap kali menyentuhnya langsung teringat peristiwanya tetapi sudah tidak merasakan sakit karena lukanya sudah sembuh. Itulah pengampunan yang selalu menyembuhkan.

MENGAMPUNI TIDAK BERARTI MENYANGKALI RASA SAKIT DI HATI

Luka batin itu menyakitkan. Pengkhianatan itu menyisakan kepahitan. Direndahkan itu menyesakan dada. Semua adalah kenyataan yang harus diakui. Berapa lama anda akan menyimpan sakit hati itulah yang akan menentukan kualitas hidup. Saat anda menganpuni, anda tidak boleh membohongi diri seolah olah tidak terjadi apa apa. Katakan kepada Tuhan ‘sakitnya itu disini’ dan minta Tuhan mencabut semua sakit hati dan membalut luka batin. Tuhan sanggup melakukan, karena Dia bisa mengubah ratapaj menjadi tarian.

SELINGKUH KOK BANGGA

Herman 43 tahun, sangat merasa bangga dengan dirinya karena bisa selingkuh tiga kali dan tidak ketahuan isteri. Bagi lelaki pedagang bahan bekas ini, bisa menaklukan tiga wanita lain adalah sebuah prestasi gemilang yang layak dirayakan. Benar benar ‘keblinger’

Darimana datangnya pikiran ‘selingkuh is OK, asal rumah tangga masih utuh’. Jangan permah mempermainkan ‘dosa’. Dari dulu sampai sekarang yang namanya zinah, pengkhianatan itu selalu dibenci oleh Tuhan. Herman tidak pernah menyadari bahwa dirinya akan langsung berhadapan dengan pencipta-Nya. Tinggal tunggu waktu…

Benar sekali kata kitab suci ‘Apa yang disembunyikan dalam gelap, akan disingkapkan di dalam terang’. Herman tidak menyangka jika niat selingkuh yang ke empat tercium oleh istrinya. Dia tidak menyadari bahwa wanita yang dinakhi dan memberi dua orang anak adalah pendoa syafaat, dekat dengan Tuhan dan panjang sabar. Doa ibu Hana didengar oleh Tuhan dan semua perbuatan suami akhirnya disingkapkan.

Ketika herman memohon ampun sambil sujud dikaki isterinya, dia tidak mendapatkan kata maaf, yang dia terima adalah tetesan air mata seorang wanita yang 11 tahun hatinya terluka. Tetapi kesabaran dan kesetiaan ibu Hana yang telah membuat bapak herman bertekuk lutut di hadapan Tuhan dan wanita yang selama ini mendampinginya dengan setia.

Pelajaran yang luar biasa bagi kita semua yang sudah berumah tangga. Jangan pernah mempermainkan kebenaran. Jangan pernah ikut ikutan dengan budaya dunia yang berdosa. Jangan pernah menyepelekan pasangan hidup anda. Wanita yang dekat

dengan Tuhan akan dilindungi dan dibela oleh pencipta-Nya. Khianat dan zinah adalah kekejian bagi Allah, jangan coba coba. Anda akan kena batunya. Kalau bukan hari ini, besok atau lusa. Tuhan maha melihat, dan Ia ingin pernikahan anda bahagia

GARA GARA SUAMI CEMBURU BUTA

Orang yang cemburu punya rasa takut kehilangan. Dalam batas normal, cemburu itu diwajibkan karena bisa menjadi ‘tanda cinta’. Namun jika cemburu sudah lewat batas, bisa menjadi melapateka. Kitab Amsal
mengatakan “Karena cemburu adalah geram seorang laki-laki, ia tidak kenal belas kasihan pada hari pembalasan dendam; ia tidak akan mau menerima tebusan suatupun, dan ia akan tetap bersikeras, betapa banyakpun pemberianmu.”

Gara gara semburu, ada suami yang marah dan tega membakar isterinya sendiri. Saya juga pernah membaca di sebuah surat kabar kalau ada isteri yang memotong alat vital sang suami lantaran panas hati. Nah, yang ini namanya cemburu buta. Memang ada yang bilang bahwa cemburu dalam kadar normal itu wajar wajar saja. Tetapi jika sudah sampai pada ‘cemburu buta’ harus di waspadai. Mereka yang sudah menikah sering mengatakan bahwa cemburu adalah tanda cinta. Namun bagi pribadi yang sangat possesive, cemburu bisa membuat hidupnya tidak pernah bahagia.

Saya melihat ada seorang ibu yang mukanya cemberut karena cemburu. Pernikahannya diujung kehancuran karena tingkat cemburunya sudah sampai ke langit. Ia cemburu sekali karena suaminya sangat dekat dengan anak perempuannya. ‘Terlalu’. Yang ini namanya gila. Tidak masuk akal. Kalau sudah cemburu buta, siapa saja yang dekat dengan suaminya pasti akan bikin panas hatinya. Bahkan saat suaminya bedekatan dengan anjing peliharaannya ia bisa cemburu dengan binatang tersebut. “Uedan tenan.”

Rasa cemburu harus dikelola, jika tidak, bisa membawa malapetaka. Benar kata sang nabi “Panas hati kejam dan murka melanda, tetapi siapa dapat tahan terhadap cemburu?” Cara termudah menghadapi rasa cemburu adalah dengan merasionalkan cara berpikir. Yang benar saja, masak cemburu sama Blacky, dia itu hanya seekor anjing kesayangan.

Coba ditelusuri akar masalahnya. Takut kehilangan itu normal, tatapi kalau sudah ‘kelewatan’ itu akan menjadi sumber persoalan. Jika Anda mencintai pasangan dengan segenap jiwa raga, sudah seharusnya rasa takut itu sirna karena sudah tertulis dengan jelas ‘kasih itu mengusir rasa takut’. Jadi jelaslah di sini, mereka yang sangat takut kehilangan, kemungkinan besar belum memberikan cintanya seratus persen.

Kini saatnya duduk sambil merenung, sudahkah aku memberikan yang terbaik untuk Tuhan, diri sendiri dan pasangan? Jika pasanga tahu bahwa Anda mengasihi Tuhan dan merawat diri serta mencintai pasangan dengan segenap hati, Anda tidak perlu merasa cemburu secara berlebihan. Waspadalah, cemburu bisa membuat wajah cemberut. Dan wajah cemberut bisa menjauhkan Anda dari orang yang Anda kasihi.

MENGUBAH AIR JADI MINYAK

Namanya juga sedang ‘kepepet’ alias keadaan terjepit, apapun dilakukan demi mendapat jalan keluar. Uang di dompet tinggal 50 rupiah, beras tinggal satu gelas dan isteri hamil tiga bulan. Siang itu kami lapar karena sudah dengar perut keroncongan. Pulang kuliah langsung petik kangkung di belakang asarama pria, supaya bisa makan siang. Namun sayang saat masak nasi, tiba tiba kompor tidak bisa menyala. Ternyata minyak tanah sudah habis, dan uangpun juga tidak ada lagi. Uang 50 rupiah sudah dibelikan ikan pindang satu ekor. Aku melipat tangan dan berdoa memohon pertolongan dari Tuhan.

Tiba tiba teringat kisah Yesus mengubah air jadi anggur di desa Kana. Akupun segera ambil air di botol dan mengisikannya ke kompor. Puji Tuhan kompor langsung menyala. Haleluya. Hati senang wajah riang. Sambil menunggu nasi matang aku coba tiduran dan ngobrol sama istri. Setengah jam kemudian aku kembali ke dapur memastikan apakah nasi sudah matang. Puji Tuhan, ternyata nasih masih setengah matang. Ternyata kompor mati, dan air tetap air dan tidak berubah jadi minyak tanah. Haa..ha..ha… Akupun ketawa sendiri.
Aku bukan Tuhan…. dan aku tidak bisa memaksa Tuhan menuruti kehendaku.

Pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Pelajaran rohaninya luar biasa. Tidak semua yang kita inginkan, doakan akan segera menjadi kenyataan. Kehendak kita sering berbeda dengan kehendak Tuhan. Jangan pernah mengubah apa yang tidak bisa diubah. Serahkanlah kepada Tuhan apa yang diluar kemampuan kita untuk mengerjakannya. Terkadang Tuhan mengijinkan kita menghadapi kekurangan, karena disanalah kita akan melihat Allah yang mampu mencukupkan dengan caranya.

Bagaimana dengan Anda? Hati galau, pikiran kacau? Jiwa resah hati gelisah? Serahkanlah segala kuatirmu kepada Allah, karena Dia mengerti, peduli dan memahami situasi. Pertolongannya tidak pernah terlambat dan tidak pernah salah alamat. Tetap percaya dan berserah meski jawaban doa tidak sesuai dengan keinginan. Allah tidak pernah salah memberi jawaban.

MISTERI DIBALIK KEMATIAN SETIAP ORANG

Berita kecelakaan dan kematian artis Vanesa Angel dan suaminya Bibi Ardiansyah ramai dibicarakan di media electronik dan sosial. Berbagai tanggapan dan analisa juga bermunculan. Saya hanya ingin mengucapkan rasa bela sungkawa pada keluarga yang ditinggalkan.

Dibalik kematian setiap orang selalu ada pembelajaran bagi yang masih hidup. Beberapa pertanyaan selalu memenuhi pikiran meski kadang tidak ada kepastian jawaban. Tidak ada salahnya mengajukan pertanyaan untuk menjadi bijak dalam menyikapi kehidupan.

MENGAPA SAYA MASIH HIDUP?
Yakobus mengatakan ‘Umur manusia itu seperti uap, muncul kemudian lenyap’. Begitu singkat umur dan tidak ada yang tahu kapan kematian datang. Maka janganlah kita menyia nyiakan kehidupan. Mumpung masih diberi waktu, mari kita menabung kebaikan demi kekekalan.

MENABUNG KEBAIKAN DEMI KEKEKALAN
Diujung kehidupan ada yang harus dipertanggung jawabkan. Pertanyaan di sorga bukanlah “Berapa banyak yang anda kumpulkan, tetapi berapa banyak yang telah anda bagikan”. Jangan melupakan Efesus 2:19. Kita dilahirkan ke dalam dunia untuk berbuat baik, karena kebaikan kita akan diperhitungkan dalam kekekalan.

MENGAKHIRI DENGAN TERHORMAT
Yang penting dalam hidup ini bukanlah bagaimana kita memulai, tetapi bagaimana kita mengakhiri. Ada yang memulai dengan sangat baik tetapi mengakhiri dengan tidak baik. Mari kita renungkan, kita harus membuat pilihan mau mengakhiri hidup seperti apa? Saya mau mengakhiri dengan baik dan bisa berkata seperti rasul Paulus. ‘Aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik…’ Pilihan ada di tangan anda sekalian.

UNTUK DIRENUNGKAN
Kita semua akan menuju pada titik kematian. Namun kematian hanyalah tidur panjang. Sudahkah anda menyadari bahwa setelah kematian masih ada kehidupan kekal? Tahukan bahwa kekekalan punya dua sisi, surga dan neraka? Jika kita harus menghadap Yang Kuasa besok pagi, kita akan pindah ke sisi yang mana?

Kitab Suci memberi jaminan, barang siapa percaya pada Yesus, akan punya tempat tinggal yang baik dalam kekekalan. Firman-Nya berkata “Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan” Petrus meneguhkan ‘Dibawah kolong langit tidak ada nama lain yang di dalamnya kita mendapatkan keselamatan kecuali dalam ‘Nama Yesus’. Pilihlah jalan yang benar.

WASPADAI SIKAP NEGATIF

Sikap kita terhadap hidup akan menentukan pendekatan kita pada hidup. Sama seperti sambel terasi yag menempel di kumis, kemanapun anda pergi, semua akan berbau terasi. Selama terasi belum dibersihkan, baunya akan mengikuti anda. Orang yang sudah negatif dengan diri sendiri, biasanya akan mudah berpikir negatif terhadap orang lain. Demikianlah juga sebaliknya.

Masih ingat dengan Gideon? Seorang pemuda yag negatif dengan diri sendiri, negatif dengan keadaan, dan negatif dengan masa lalu. Saat disambangi oleh malaikat Tuhan dengan sapaan ‘salam hai pahlawan yang gagah perkasa’ ia tidak yakin dengan apa yang didengarnya.

Jawab Gideon kepada-Nya: “Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian.”

Banyak kegagalan dan kesalahan terjadi dalam hidup karena kita bersikap negatif terhadap hidup. Ketahuilah bahwa pikiran anda itu seperti magnet. Apa yang anda pikirkan, itulah yang akan mendatangi Anda. Jikapikiranmu selau berpusat pad yang buruk dan negatif, itulah yang kan terjadi. Sebaliknya jika selalu memikirkan apa yang baik, mulia, bijak, dn suci maa damai sejahtera yang melampaui segala akal akan memerintah hidup Anda. Ini kata Kitab Suci.

Perihal sikap positif dalam hidup, bergurulah pada rasul Paulus yang menjadi idola saya sejak saya membaca surat-suratnya. Salah satu lensa hidup yang saya pakai untuk mendekati hidup adalah ‘Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja sama dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihinya…” Semakin banyak kebenaran yang kita miliki, semakin bagus pendekatan kita terhadap masalah kehidupan. Maka berbahagialah orang yang rajin merenungkan firman dan menjalankannya.

BEBAS DEPRESI KARENA KEBENARAN

Setelah menderita depresi berat dan terkena kanker prostat, akhirnya kesembuhan terjadi. Mujizat kesembuhan itu tidak lepas dari kiat bijak Ps. Jack Graham kembali mengandalkan Firman Tuhan.

Mengapa harus kembali pada kebenaran Firman Tuhan. Karena dalam firman ada kebenaran dan kebenaran itu selalu memerdekakan. Kesalahan berpikir yang dilandasi atas keyakinan yang salah akan melahirkan keputusan salah. Untuk memperbaiki kesalahan, kembalikah pada kebenaran.

Menyimpan kepahitan itu salah dan berbahaya. Dampaknya bisa membuat orang sakit dan kehilangan nyawa. Jalan keluarnya adalah ‘buanglah segala getam dan sakit hati’ karena ‘orang bodoh mati karena sakit hati’

Kebohongan itu mendatangkan beban karena satu kebohongan, menuntut sembilan kebohongan untuk menutupinya. Makanya orang yang bohong akan menderita stres karena rasa bersalah.

Kembali pada Firman adalah jalan pintas yang paling mujarab untuk mengatasi stres, galau dan dipresi. Jadikanlah kebenaran sebagai landasan membuat setiap keputusan. Jangan hidup semata mata dengan penglihatan atau perasaan.

MENGAPA ORANG PINDAH KEYAKINAN

Pindah keyakinan adalah sesuatu yang biasa terjadi dalam kehidupan. Hampir setiap hari ada oang yang berganti agama atau kepercayaan. Tidak perlu harus diributkan atau disesali. Yang perlu kita lakukan adalah instropeksi diri. Jangan sampai kita ikut berganti keyakinan. Untuk itu mari kita merenungkan pertanyaan ini ‘apa yang membuat orang pindah keyakina?

Motivasi orang pindah keyainan itu berbeda beda. Ada yang pindah agama karena pernikahan. Tidak sedikit yang melepas imannya demi mendapatkan teman hidup. Terkadang hal ini terjadi karena tuntutan aturan agama itu sendiri. Kita sering mendengar ‘terang tidak bisa bersatu dengan gelap’.

Ada pula yang tega menjual ‘Yesus’ karena alasan ekonomi. Gara gara kesulitan finansial orang bisa mengubah KTP dan melepas kebenaran yang pernah diyakininya. Saya mendengar ada yang tega menukar iman dengan indomie atau beras, kedudukan atau jabatan. Bahkan ada yang pingin naik pangkat dengan syarat berganti agama. Apapun alasannya, itu sah sah saja di negeri Pancasila.

Disinilah kita harus jujur dan mawas diri. Jika saya berganti keyakinan baru karena kecewa, kemungkinan besar saya salah motivasi saat memeluk keyakinan yang lama. Kemungkinan kedua, saya bisa pindah keyakinan karena tangan saya tidak telalu kuat memegang tali keyakinan atau sama sekali belum yakin dengan ajaran Kitab Suci. Jangan kaget, ada juga yang pindah keyakinan karena ‘protes’ sakit hati dengan pasangan, keluarga atau pendetanya.

Lalu bagaimana cara terbaik untuk menguatkan keyakinan? Pemuridan. Cara termudah untuk menguatkan iman adalah dengan pemuridan, transfer kebenaran lewat hubungan. Dan itulah misi utama dari amanat agung. ‘Pergi dan jadikanlah mereka murid’. Tugas mmuridkan bukan tanggung jawab gereja tetapi taggung jawab setiap orang percaya. Amanat Agung itu diberikan sebelum ada denominasi gereja. Jangan sampai jemaat atau hamba Tuhan berfokus pada ritual ibadah gereja, tetapi melupakan esensi panggilan hidup yang sesungguhnya ‘dimuridkan untuk memuridkan’ bukan untuk menjadi penggembira pada hari Minggu.

Ada yang bertanya, ‘Lalu bagaimana kalau ada pendeta pindah agama’ Itu bisa terjadi, kemungkinan besar pendeta itu belum menjadi murid Yesus yang sesungguhnya. Pendeta hanyalah gelar, namun belum tentu dia memiliki pemahaman yang benar tentang panggilannya. Lalu apa yang harus kita lakukan jika ada orang pindah keyakinan? Kasihi mereka dan doakan mereka supaya Roh Tuhan yang memberi pencerahan dan tuntunan bagi hidup mereka. Jangan dimusuhi jangan pula digosipkan. Kasih akan membawa pemulihan.

JANGAN PERNAH MENJUAL KEBOHONGAN

Ada orang yang berani menjual kebohongan demi popularitas. Mereka tidak menyadari bahwa suatu saat kebohongan itu akan menyatakan dirinya sebagai kebohongan meski ditutupi dengan rapat rapat. Karena apa yang disembunyikan dalam gelap akan disingkapkan oleh terang. Manusia bisa menutupi segala kebohongan dengan berbagai cara. Namun Tuhan juga punya cara untuk menyingkapkannya. Ketika Tuhan ikut turun tangan menyingkapkan kebohongn, habislah riwayat kita.

Siapa yang menyangka kalau dosa perzinahan Daud akan tersingkap dalam waktu yang sangat cepat. Raja Daud tidak menyadari jika Allah mengetahui ‘akal bulusnya’ yang dibungkus begitu rapi. Melalui nabi Natan, Daud ditegur dan matanya dibuka bahwa ‘tidak ada perkara yang tersembunyi bagi Allah’. Allah maha tahu, maha mengerti dan maha adil. Syukurlah Daud segera insaf dan bertobat. Meski demikian, kejahatan Daud memberikan stigma buruk bagi perjalanan karirnya.

Seorang hamba Tuhan dian diam melakukan pelecehan seksual pada jemaatnya selama 26 tahun. Istri bisa dikibuli, jemaat bisa dibohongi. Tetapi jangan main main dengan kuasa Tuhan. Mata Tuhan ada dimana mana, Ia mengamati setiap prilaku kita. Malaikatnya berada di sekitar kita dan Roh-Nya tinggal di dalam diri kita. Jangan sekali kali menyembunyikan kebohongan di hadapan-Nya. Lebih baik segera bertobat, mengakui kesalahan dan minta ampun pada Tuhan, daripada meringkuk di penjara dan segalanya hancur berantakan.

Jangan pernah menjual kebohongan demi ketenaran atau kenyamanan. Jangan pikir dengan berbohong anda akan hidup bahagia. Segala sesutu ada waktunya. Ingatlah, untuk menutupi satu kebohongan, dibutukan sembilan bohong. maka orang yang suka bohong pasti akan mengalami rasa bersalah serta tekanan jiwa. Kalau tidak percaya, bohonglah senantiasa. Untuk itu, jaga hati jangan kau kotori. Karena mereka yang hidup dalam kebohongan tidak akan engalami ketenangan dan sukacita hidup. Bisa bisa nasib hidupnya seperti Ananias dan Safira. Waspadalah