Salah satu sikap yang bisa mendatangkan kebahagian secara langsung adalah sikap “Murah Hati”. Itulah sebabnya Kitab Suci mengajak kita untuk selalu ‘memakai baju belas kasihan’. Rasa welas asih harus menjadi milik setiap orang yang ingin menjadi bagian dalam kerajaan Allah. Hidup dengan tindakan belas kasihan itu benar benar memberikan banyak manfaat.

Setiap Orang Perlu Belas Kasihan

Tidak peduli status ekonomi, pendidikan atau sosial, yang namanya manusia pasti memerlukan belas kasihan. Mungkin saja Anda saat ini pendapatannya 3 milyar sebulan, mobil 16 dan rumahnya 17. Tetapi jika pernikahanmu berada di ujung tanduk, hanya belas kasihan ilahi yang bisa menyelamatkan pernikahan Anda.

Bagaimana nasib Crazy Rich yang sekarang memohon keadilan dan keringanan hukuman? Bukan hanya orang susah yang perlu belas kasihan, terkadang orang yang kelihatannya happy juga perlu belas kasihan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan kehidupan ini. Siapa menyangka komedian Tukul Arwana menderita stroke? Secara materi baik baik saja, punya nama dan terlihat bahagia. Tiba tiba harus menghadapi sakit penyakit.

Setiap Orang Bisa Berbelas Kasihan

Belas kasihan bukan hanya milik kaum agamawi atau kelompok orang ‘the have’. Semua orang bisa berbelas kasihan. Kemurahan hati adalah urusan hati bukan urusan dompet. Untuk itu setiap orang bisa melakukan tindakan belas kasihan. Belajarlah dari Orang Samaria yang baik hati. Pada saat kaum religius, theolog, dan imam tidak peduli dengan orang yang sedang sekarat, justru orang yang dianggap ‘kafir’ mau mengulurkan bantuan. Lihatlah progran Tolong di TV. Siapa yang sering tergerak menolong sesamanya? Mereka yang sering tidak diperhitungkan justru mudah berbelas kasihan. 

Belas Kasihan Mengundang Belas Kasihan

Belas kasihan itu seperti magnet, ia menarik belas kasihan. Maka jangan heran jika orang yang selalu berbelas kasihan pada mereka yang lemah akan dilimpahi belas kasihan oleh Yang Maha Kuat. “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” Mengapa Allah bersedia melimpahi belas kasihan kepada mereka yang gemar melakukan tindakan belas kasihan? Karena cara Allah memberi belas kasihan pada orang susah selalu memakai orang yang punya rasa welas asih. 

Berkat Belas Kasihan

“Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya!TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.”

…apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni

Tinggalkan Balasan