Kata kikir muncul lima kali dalam Alkitab Terjemahan Baru. Dan hampir semua ayat yang menyangkut sifat orang kikir bernada negatif. Untuk itu waspadai hati Anda jika ada benih ‘pelit’ atau kikir.  Sebaliknya, Alkitab juga mencatat bahwa orang yang murah hati jauh lebih berbahagia dan hidupnya lebih baik daripada orang kikir.

SULIT CARI TEMAN

Kitab Amsal mengatakan bahwa orang kikir akan kesulitan menemukan kawan.  Karena Firman Tuhan melarang kita untuk makan bersama orang kikir. “Jangan makan roti orang yang kikir, jangan ingin akan makanan yang lezat”. Ada yang bilang waspada kalau diundang makan orang kikir, selesai makan ia akan bikin hitungan dengan Anda.  Jangan kaget jika ia akan kesulitan mencari kawan karena semuanya akan ‘diperhitungkan’.  Makanya I Koritus 5:11 mengingatkan kita “Jangan bergaul dengan orang kikir….”

ORANG KIKIR AKAN SELALU MENGALAMI KEKURANGAN

Sifat kikir itu dilandasi oleh rasa kurang. Orang hanya berani memberi dengan tulus saat dia merasa cukup. Nah rasa cukup itu melibatkan keyakinan dan melahirkan rasa syukur. Mereka yang mudah bersyukur hidupnya lebih bahagia. Kitab Amsal bilang “Orang yang kikir tergesa gesa mengejar harta, dan tidak mengetahui bahwa ia akan mengalami kekurangan.”

ORANG KIKIR SULIT BAHAGIA

Kebahagiaan hidup datang melalui ‘kemurahan hati’.  Masih ingat kalimat ini? “Lebih berbahagia memberi dari pada menerima?” Kemurahan hati adalah sikap warga kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah damai sejahtera, kuasa dan sukacita. Maka orang yang belum bisa bermurah hati akan sulit bahagia.  Jangan kaget jika Kitab Suci mengatakan ini.

“Jangan sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, pemburit, pencuri, orang kikir,…tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.”

JANGAN TAKUT BERMURAH HATI

Kemurahan hati akan mendatangkan kemurahan hati itulah jaminan dari Tuhan Yesus saat berkhotbah di Bukit.  Orang yang murah hati akan dilimpahi dengan perlindungan, kesembuhan, sukacita dan hidup yang bermakna. Mengapa Allah benar benar menjaga mereka? Karena cara Allah memberi kemurahan hati pada umatn-Nya, selalu memakai orang yang murah hati.

“Berbahagialah orang yang memperhatikan orang yang lemah! Tuhan akan meluputkan dia pada waktu celaka. Tuhan akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebutberbahagia di bumi. Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya. Tuhan membantu dia di ranjangnya waktu sakit….”

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan