Hidup diberkati tidak berarti bebas dari kesulitan atau bebas dari permusuhan.  Kenyataan membenarkan “Sebaik baiknya orang masih ada orang yang berbuat tidak baik kepadanya”.  Dengan tulus berbagi sembako pada orang susah, eh, ada yang bilang ‘cari  pencitraan’. Yesus menyembuhkan orang lumpuh di hari Sabat, orang Farisi bilang ‘tidak tahu aturan’. Di manapun Anda hidup pasti akan ketemu orang orang yang tidak menyukai Anda. Lalu mau apa? Jangan pernah menginjinkan kebahagiaan hidup hilang gara gara apa kata dan sikap orang.

Pagi ini saya membaca Mazmur 23:5 “Engkau menyiapkan pesta bagiku di depan mata lawanku”. Wow….. Tuhan sendiri menyiapkan pesta bagi kita dihadapan lawan lawan kita. Apa artinya? Hidup yang diberkati tidak berarti bebas dari lawan. Hidup yang diurapi tidak berarti tanpa musuh. Tidak ada janji Tuhan yang mengatakan bahwa kalau kita percaya Tuhan berarti hidup bebas dari persoalan. Sebaliknya kita masih bisa menikmati hidangan di hadapan lawan lawan kita.

Anda tidak perlu takut menghadapi musuh karena Tuhan Yesus sudah menyiapkan senjata paling ampuh untuk menaklukan musuh “Kasihilah musuhmu.”  Satu satunya cara untuk mengalahkan musuh adalah dengan mengasihi. Bukti bahwa kita mengasihi adalah tidak lagi ada kejengkelan, pahit hati atau kemarahan. Untuk itu diperlukan tindakan ‘pengampunan’. Mereka yang berani melepaskan pengampunan akan diberi hadiah kedamaian hati.

Berbahagialah mereka yang berani menajalankan kebenaran Firman Tuhan, karena merekalah yang akan diberkati dengan sukacita hidup.  Jangan takut dimusuhi orang, selama engkau benar dihadapan Tuhan, kebenaran Tuhan akan membela dan melindungi Anda.  Jangan lupa menikmati hidangan dan berkat Tuhan. Jangan biarkan para musuh mencuri nikmat hidup dan sukacita hidup anda.  Ketika Anda duduk satu meja makan dengan Tuhan, anda tidak perlu takut dengan semua mata yang melihat mengawasi Anda. Tuhan pasti tidak akan tinggal diam.

“Kebajikan dan kemurahan Tuhan akan mengikuti kita seumur hidup kita, diamlah dalam rumah Tuhan dan nikmati kekuatan dan berkat-Nya”

 

 

Tinggalkan Balasan