Musa dan Harun tidak pernah protes kepada Tuhah atas kesulitan yang dihadapinya. Mereka tidak pernah menyangka bahwa tantangan tersulit yang dihadapi adalah orang nomer satu di negeri adidaya.  Raja Firaun tidak mengijinkan umat Isreal keluar dari Mesir meski sudah menyaksikan tulah berkati kali, sampai akhirnya menyerah.

Pelajaran yang sangat berharga bisa kita dapat dari kesetiaan dan kegigihan Nabi Musa dalam menjalankan tugas panggilannya.  Saya benar benar paham sekarang kenapa Musa memberikan banyak alasan untuk menanggapi panggilan karena berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Namun akhir hidupnya meninggalkan legacy yang telah menjadi berkat bagi jutaan manusia.

Jangan Pernah Mengatakan ‘Tidak’ Pada Panggilah Tuhan 

Jangan pernah  mengelak atau beralasan saat Allah mengutus Anda untuk melakukan panggilannya. Allah yang memanggil akan memperlengkapi Anda dengan otoritas dan kuasa, mujizat dan tanda tanda ajaib.  Jangan takut jika merasa tidak fasih biacara karena Allah bisa mengirimkan juru bicara atau Allah sendiri yang akan mendekte lidah Anda melalui kuasa Roh Kudus.

Jangan Takut Menghadapi Kesulitan

Menjalani penggilan Allah tidak berarti bebas masalah. Tidak ada janji Tuhan yang menjamin bahwa hidup dalam pelayanan berarti bebas dari pergumulan.  Saya berani pastikan, Anda akan ketemu dengan orang sulit yang mendatangkan kesulitan.  Penolakan, permusuhan, ancaman hingga aniaya. Belum lagi masalah yang datang dari dalam, tidak ada dukungan, keterbatasan sumber daya hingga intimidasi dari kuasa jahat. Apakah semua itu harus menghentikan kita? Tidak ! Yesus berkata “Aku menyertai kami sampai kesudahan jaman.”

Melayani Dengan Allah Bukan Untuk Allah

Kalau pelayanan ini milik Allah. Orang yang kita layani adalah umat Allah. Pekerjaan yang kita kerjakan adalah pekerjaan Allah. Karunia yang kita berdayakan adalah pinjaman dari Allah. Maka sudah sewajarnya jika kita “melayani dengan Allah bukan melayani untuk Allah”. Ini berarti kita harus memposisikan diri sebagai “rekan sekerja Allah”. Lakukan bagian kita dengan sebaik baiknya, sisanya kita serahkan kepada Allah.  Dengan demikian kita akan melayani dengan otoritas, dan kuasa Allah.

“Jika pelayanan dirasakan sebagai beban, sudah saatnya anda berhenti dari pelayanan. Pelayanan harus dijalani dengan sukacita.” Ini nasehat senior saya Pdt Sam Soukota.

 

 

Tinggalkan Balasan