Berita tentang percobaan bunuh diri yang dilakikan oleh Ayu Aulia seorang model terkenal, bisa menjadi cermin pembelajaran bagi kita semua. Seperti yang dibicarakan oleh Inews, model ini telah dilarikan ke rumah sakit gara gara menelan 50 butir paracetamol dan memotong urat nadi tangan. Saat ditemukan mulut berbusa dan darah berceceran di dalam rumahnya.

TERKENAL BUKAN JAMINAN BAHAGIA

Jangan pikir populer berarti bahagia. Masih ingat King of Pop, Michael Jakson? Dia mati karena over dosis. Banyak orang yang mengejar popularitas tanpa menyiapkan mental. Yang namanya popularitas seperti uap. Pagi muncul sore lenyap. Lebih baik terkenal di mata Tuhan meski tidak terkenal di depan manusia. Jati diri kita tidak bergantung pada ketenaran tetapi keyakinan kita pada Tuhan.

BANYAK DUIT TIDAK OTOMATIS BAHAGIA.

Nenek saya pernah bilang ‘wong urip kuwi wang sinawang’. Jangan menghakimi orang berdasarkan harta kekayaan atau penanpilan. Kita tidak tahu dalam hati manusia, yang tahu hanyalah Tuhan. Tampil cantik, badan penuh hiasan, tas buatan Italy, tetapi tiap malam meneteskan air mata dan menderita kurang tidur gara gara mikirin utang. Maka lebih baik ‘makan nasi dengan sambal tetasi tetapi hati penuh damai, dari pada ‘babi guling’ tetapi jiwa merana.

BANYAK YANG BERANI MATI DARIPADA BERANI HIDUP

Mengakhiri hidup gara gara tantangan hidup bukan jalan yang terbaik.  Tidak ada janji Tuhan yang mengatakan bahwa hidup ini akan bebas dari pergumulan. Masing masing harus menghadapi persoalan. Untuk itu perlengkapi dirimu dengan beberapa ‘Sangu Urip’ sebagai bekal perjalanan. Bersiaplah dikhianati, disalah mengerti, dilupakan, ditolak, digosipkan dan direndahkan oleh orang. 

HIDUP DENGAN IMAN BUKAN PENGLIHATAN

Jelas dituliskan bahwa kehidupan yang bahagia berbanding lurus dengan kekuatan iman. Sebuah survey mengatakan jika kebahagiaan hidup 50 persen berhantung pada kerohanian seseorang dan 30 persen pergantung pada kesehatan jiwa. Maka jalani hidup ini bersama dengan Tuhan. Jangan hanya mengandalkan harta, tahta, permata dan apa kata dunia.

Tinggalkan Balasan