Berita bunuh diri seorang model majalah dewasa dengan cara menjatuhkan diri dari apartemen lantai delapan menjadi viral di berita TV maupun medsos. Meski belum diketahui motif sebenarnya mengapa dia nekad bunuh diri, kita semua perlu menyimak betapa banyak orang yang tidak siap menghadapi kenyataan hidup. Banyak orang berani mati, tetapi tidak berani hidup

Benarlah kata artikel yang dimuat di kompas.com, dikatakan setiap 40 detik ada orang yang melakukan bunuh diri. Jadi di dunia ini, setiap tahun ada 800.000 kasus bunuh diri. Sungguh mencengangkan dan perlu mendapat perhatian. Khususnya bagi kita semua yang memiliki pergumulan hidup. Mereka yang tidak siap menghadapi kenyataan hidup rawan mengakhiri hidup.

Waktu kita lahir ke dalam dunia, tidak dibekali atau dipersiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tidak diharapkan. Tidak ada buku manual kehidupan seperti problem solving untuk menghadapi ‘kerusakan’ seperti waktu kita beli mobil baru. Alhasil, banyak orang tidak siap mebghadapi kekecewaan, pengkhianatan, penolakan, dan segala macam persoalan hidup.

Itulah sebabnya, setiap orang harus punya keterampilan dalam menghadapi yang terburuk. Berisiap siaplah untuk ditolak, disalah-mengerti, dikhianati, direndahkan, dilupakan dan dilecehkan. Inilah kenyataan hidup. Tuhan tidak pernah menjanjikan ‘langit biru tanpa awan. Dia tidak pernah menjanjikan hidup tanpa persoalan.

Menjaga kesehatan jiwa adalah sebuah kebutuhan primer bagi kehidupan yang membahagiakan. Jangan membiarkan kekecewaan, sakit hati, amarah menyelinap di hati. Perkuat iman, bersihkan hati, pulihkan hubungan, selesaikan setiap konflik dan hidup dekat dengan Tuhan.

Mari kita jaga hati, jaga iman, jaga persahabatan dan hidup dekat dengan Tuhan. Di sanalah akan kita dapatkan damai sejahtera, sukacita dan harapan. Seberat beratnya persoalan, jangan pernah berpikir untuk bunuh diri. Karena Yesus pernah mengatakan ‘datanglah kepadaku hai kamu yang letih lesu, aku akan memberikan kelegaan kepadamu…” Sekarang lipat tanganmu, pejamkan matamu dan serahkan semua bebanmu kepada Tuhan.

Tinggalkan Balasan