“Sungguh, pemerasan membodohkan orang berhikmat, dan uang suap merusakkan hati.” PKH7:7.

Berhati hatilah dengan prilaku korup, sepintas terasa menguntungkan namun ujung ujungnya menghancurkan. Jika tidak percaya, bertanyalah kepada pakarnya, maksudku biangnya korupsi. Tidak usah jauh jauh untuk menemukan, hampir tiap hari ada yang kena OTT (Operasi Tangkap Tangan). Mereka pikir akan lolos dari KPK, tetapi mereka lupa jika di sorga ada mata mata yang tidak pernah salah lihat meski tidak ada CCTV.

Jangan pikir Anda akan bebas melenggang setelah mengambil jatah rakyat yang masih menderita. Menindas, mengeksploitasi orang miskin itu hukumannya langsung datang dari Yang Maha Kuasa. Dengarkanlah ajaran orang bijak “Jika orang arif menipu, bodohlah tindakannya; jika orang menerima uang suap, rusaklah wataknya.”

Seorang bupati yang pernah dinyatakan bersalah atas kasus korupsi hingga 40 miliar, masa tuanya dihabiskan di rumah sakit, isterinya minta cerai dan anak anaknya menyimpan kepahitan serta rasa malu menanggung beban. Apa artinya kekayaan jika engkau mati meninggalkan luka batin di hati anak anakmu. Apa artinya kedudukan, jika rakyat membencimu?

Contoh yang paling jelas dan sangat tragis adalah Gehazi, sang pembantu nabi. Gara gara ingin memiliki lebih ia memaksa dirinya untuk berbohongi majikannya dan memanipulasi hubungan demi keuntungan. Akibatnya, ia terkena penyakit lepra. Ia tidak pernah menduga bahwa korupsi merusak diri,merusak kepercayaan dan bisa merusak generasi.

Baru baru ini kita disuguhi berita yang merobek hati, ada seorang rohaniawan yang menyuap hakim penegak hukum. Kalau ada pendeta dan hakim tega berbuat nista lalu mau dibawa kemana negeri ini. Korupsi merusak hati. Korupsi menghancurkan generasi. Kurupsi mencemari panggilan ilahi. Berhenti!!!!

Tinggalkan Balasan