Jangan pernah meremehkan ‘pengaruh’ dari kehidupan satu orang. Satu anak Ibrani yang punya visi dan berani melangkah mengambil resiko bisa membebaskan jutaan umat Isreal dari penderitaan di tanah Mesir.

Tidak ada yang berani menduga ‘seorang; penakut seperti Gideon bisa menjadi seorang pahlwan yang gagah perkasa. Kisah hidupnya mewarnai daftar hakim atau pemimpin Israel yang sampai hari ini namanya diabadikan dalam ‘katu penduduk’ banyak orang.

Bagaimana dengan ‘teroris’ yang mendapat surat ‘Fatwa Majelis Ulama Yahudi’ untuk menangkap, menyiksa dan mengaiaya gereja Tuhan? Saulus namanya. Pengalaman perjumpaan di jalan Damsyik itu telah mengubah hidupnya menjadi seorang rasul yang mewariskan dua pertiga kitab Perjanjian Baru. Bahkan dalam kurun waktu 10 tahun bisa membuka gereja di empat provinsi pada saat itu.

Satu orang dengan satu panggilan, satu komitmen setelah bertemu dengan satu orang yang bersedia membimbing dan memuridkannya bisa mengubah sisa hidup dan memberi pengaruh pada ribuan bahkan jutaan kehidupan. Mari jadikan hidup Anda berdampak bagi banyak orang dengan cara memberi pertolongan, memperlengkapi satu orang yang ada di dekat Anda.

Untuk kehidupan yang berdampak, tidak harus menjadi seorang hamba Tuhan dengan jemaat 5 ribu. Tidak juga harus menjadi populer seperti Bill Gate atau Michael Jacson. Cukup menjadi diri sendiri yang bersedia mengambil resiko untuk menginvestasikan hidup pada orang lain.

Jadilah seperti Ananias. Dia mengambil resiko untuk bertemu dan mendoakan serta memuridkan petobat baru yang bernama Saulus. Ananisa tentu tidak pernah berpikir bahwa ‘teroris’ yang mengalami kebutaan itu pada akhirnya akan menjadi ‘rasul’ yang mempengaruhi hidup jutaan manusia. Bagaimana dengan Anda? Siap berinvestasi?

“Hidup ini baru bisa dibilang hidup saat kita mau berbagi hidup dengan mereka yang lagi setengah hidup”

Tinggalkan Balasan