Saya belum pernah mendengar ada pasangan bercerai menerima ucapan ‘selamat bercerai’. Perceraian itu menyedihkan, meninggalkan kepedihan, menggoreskan luka yang dalam. Untuk membalut luka, bapak terpaksa pergi jauh ke pulau Sumatera, demi membalut luka. Ia bahkan jatuh sakit dalam waktu yang lama karena kecewa. Saat itu aku masih terlalu kecil untuk mengerti prahara rumah tangga kedua orang tua. Yang aku ingat, ibuku banyak meneteskan air mata. Aku adalah korban perceraian. Tidak ada yang manis dan layak dirayakan.

Pernahkah Anda mendapat undangan pesta ‘Dicorce Anniversary’? Aku tidak pernah. Perpisahan selalu meninggalkan bad memory. Bahkan menurut hasil penelitian, luka perceraian bisa membekas sakitnya hingga 17 tahun. Itulah sebabnya tidak ada perceraian yang dirayakan. Ada yang pernah berkata, pengalaman diceraikan jauh kebih berat dari pada ditinggal mati pasangan.

Perceraian tidak masuk di ‘kamusnya Tuhan’. Yang ada justru sebaliknya. Hal itu diteguhkan oleh Tuhan Yesus sendiri “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Alasan dibalik pernyataan di atas tertulis dengan jelas dalam kitab Maleakhi “Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!”

Jangan heran jika perceraian bukan hanya melukai pasangan yang bercerai dan anak anaknya. Sorga juga ikut berduka manakala ada anak anak yang dikasihi-Nya tercerai berai. Jangan heran jika Firman Allah memberikan teguran keras dan warning yang pantas untuk disimak oleh setiap pasangan. “Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!”

Tinggalkan Balasan