Mengapa mereka meninggal dunia dalam usia muda? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh Sang Pemberi Hidup. Tidak ada manusia yang tahu kapan kita akan meninggalkan dunia ini. Daripada bertanya ‘mengapa’ lebih baik bertanya ‘apa yang bisa saya pelajari dari kenyataan ini’.
Hidup dan mati adalah misteri ilahi. Hanya Dia yang maha tahu. Kematian tidak mengenal tua muda, kaya miskin, pintar bodoh, penguasa atau rakyat biasa. Kitab Pengkhotbah menuliskan bahwa kita semua akan menuju tempat perhentian yang sama, ukuran 1 kali 2 alias kuburan. Dan setelah tinggal didalam pusara 1 tahun wajah akan terlihat sama rupa. Kalau tidak percaya tunggu saja waktunya.


Menurut Kitab Suci, kematian adalah upah dari dosa karena dosa membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah dan maut menjadi ganjarannya. Syukurlah Tuhan maha baik dan penuh kasih karunia. Dia tidak menghendaki kita hidup selamanya di alam maut. Untuk itu Dia datang ke dalam dunia untuk menebus segala dosa kita supaya memiliki kehidupan yang kekal. Salib menjadi saksinya, dan kebangkitan dari kubur adalah buktinya. Bahwa dalam Yesus adalah kehidupan kekal.


Pertanyaan, kenapa bayinya selamat tetapi mama papanya meninggal dunia? Ini juga misteri dari Yang Maha Kuasa. Ada yang pingin mati, tidak segera mati. Ada yang getol minum jamu awet muda, fitnes tiap hari, sering mengunjungi klinik ‘anti penuaan’. Bahkan suka mengutip pusi Chairil Anwar “Aku mau hidup seribu tahun lagi”. Eh baru pulang dari pasar, minum kopi langsung meninggal dunia. Semua terkejut…


Saya suka lagunya Bung Ebiet G Ade. “Mumpung masih diberi waktu”. Mengapa Tuhan masih memberi kesempatan untuk hidup? Semoga anda tahu jawabannya. Jika belum, segera bertanya pada Sang Pemberi Hidup. Saya hampir mati tiga kali. Yang terakhir adalah saat terkna kanker stadium tiga. Saya pikir ‘mati aku’, ternyata saya masih hidup. Lalu saya bertanya dalam hati mengapa Tuhan memberi saya hidup? Roh Kudus berbisik dalam hati “Rencana-Nya belum selesai lewat hidupmu”.


Berbahagialah mereka yang menyadari arti kehidupan ini. Diberkatilah orang yang sudah menemukan tujuan hidupnya, memaksimalkan potensi hidup dan gemar melakukan kebaikan sepanjang hidupnya. Karena untuk itulah Allah memberi kehidupan untuk anda semua.
“Kita adalah ciptaan Allah, dan melalui Kristus Yesus, Allah membentuk kita supaya kita melakukan hal-hal yang baik yang sudah dipersiapkan-Nya untuk kita.” (Bible)

Tinggalkan Balasan