Orang yang cemburu punya rasa takut kehilangan. Dalam batas normal, cemburu itu diwajibkan karena bisa menjadi ‘tanda cinta’. Namun jika cemburu sudah lewat batas, bisa menjadi melapateka. Kitab Amsal
mengatakan “Karena cemburu adalah geram seorang laki-laki, ia tidak kenal belas kasihan pada hari pembalasan dendam; ia tidak akan mau menerima tebusan suatupun, dan ia akan tetap bersikeras, betapa banyakpun pemberianmu.”

Gara gara semburu, ada suami yang marah dan tega membakar isterinya sendiri. Saya juga pernah membaca di sebuah surat kabar kalau ada isteri yang memotong alat vital sang suami lantaran panas hati. Nah, yang ini namanya cemburu buta. Memang ada yang bilang bahwa cemburu dalam kadar normal itu wajar wajar saja. Tetapi jika sudah sampai pada ‘cemburu buta’ harus di waspadai. Mereka yang sudah menikah sering mengatakan bahwa cemburu adalah tanda cinta. Namun bagi pribadi yang sangat possesive, cemburu bisa membuat hidupnya tidak pernah bahagia.

Saya melihat ada seorang ibu yang mukanya cemberut karena cemburu. Pernikahannya diujung kehancuran karena tingkat cemburunya sudah sampai ke langit. Ia cemburu sekali karena suaminya sangat dekat dengan anak perempuannya. ‘Terlalu’. Yang ini namanya gila. Tidak masuk akal. Kalau sudah cemburu buta, siapa saja yang dekat dengan suaminya pasti akan bikin panas hatinya. Bahkan saat suaminya bedekatan dengan anjing peliharaannya ia bisa cemburu dengan binatang tersebut. “Uedan tenan.”

Rasa cemburu harus dikelola, jika tidak, bisa membawa malapetaka. Benar kata sang nabi “Panas hati kejam dan murka melanda, tetapi siapa dapat tahan terhadap cemburu?” Cara termudah menghadapi rasa cemburu adalah dengan merasionalkan cara berpikir. Yang benar saja, masak cemburu sama Blacky, dia itu hanya seekor anjing kesayangan.

Coba ditelusuri akar masalahnya. Takut kehilangan itu normal, tatapi kalau sudah ‘kelewatan’ itu akan menjadi sumber persoalan. Jika Anda mencintai pasangan dengan segenap jiwa raga, sudah seharusnya rasa takut itu sirna karena sudah tertulis dengan jelas ‘kasih itu mengusir rasa takut’. Jadi jelaslah di sini, mereka yang sangat takut kehilangan, kemungkinan besar belum memberikan cintanya seratus persen.

Kini saatnya duduk sambil merenung, sudahkah aku memberikan yang terbaik untuk Tuhan, diri sendiri dan pasangan? Jika pasanga tahu bahwa Anda mengasihi Tuhan dan merawat diri serta mencintai pasangan dengan segenap hati, Anda tidak perlu merasa cemburu secara berlebihan. Waspadalah, cemburu bisa membuat wajah cemberut. Dan wajah cemberut bisa menjauhkan Anda dari orang yang Anda kasihi.

Tinggalkan Balasan