Pindah keyakinan adalah sesuatu yang biasa terjadi dalam kehidupan. Hampir setiap hari ada oang yang berganti agama atau kepercayaan. Tidak perlu harus diributkan atau disesali. Yang perlu kita lakukan adalah instropeksi diri. Jangan sampai kita ikut berganti keyakinan. Untuk itu mari kita merenungkan pertanyaan ini ‘apa yang membuat orang pindah keyakina?

Motivasi orang pindah keyainan itu berbeda beda. Ada yang pindah agama karena pernikahan. Tidak sedikit yang melepas imannya demi mendapatkan teman hidup. Terkadang hal ini terjadi karena tuntutan aturan agama itu sendiri. Kita sering mendengar ‘terang tidak bisa bersatu dengan gelap’.

Ada pula yang tega menjual ‘Yesus’ karena alasan ekonomi. Gara gara kesulitan finansial orang bisa mengubah KTP dan melepas kebenaran yang pernah diyakininya. Saya mendengar ada yang tega menukar iman dengan indomie atau beras, kedudukan atau jabatan. Bahkan ada yang pingin naik pangkat dengan syarat berganti agama. Apapun alasannya, itu sah sah saja di negeri Pancasila.

Disinilah kita harus jujur dan mawas diri. Jika saya berganti keyakinan baru karena kecewa, kemungkinan besar saya salah motivasi saat memeluk keyakinan yang lama. Kemungkinan kedua, saya bisa pindah keyakinan karena tangan saya tidak telalu kuat memegang tali keyakinan atau sama sekali belum yakin dengan ajaran Kitab Suci. Jangan kaget, ada juga yang pindah keyakinan karena ‘protes’ sakit hati dengan pasangan, keluarga atau pendetanya.

Lalu bagaimana cara terbaik untuk menguatkan keyakinan? Pemuridan. Cara termudah untuk menguatkan iman adalah dengan pemuridan, transfer kebenaran lewat hubungan. Dan itulah misi utama dari amanat agung. ‘Pergi dan jadikanlah mereka murid’. Tugas mmuridkan bukan tanggung jawab gereja tetapi taggung jawab setiap orang percaya. Amanat Agung itu diberikan sebelum ada denominasi gereja. Jangan sampai jemaat atau hamba Tuhan berfokus pada ritual ibadah gereja, tetapi melupakan esensi panggilan hidup yang sesungguhnya ‘dimuridkan untuk memuridkan’ bukan untuk menjadi penggembira pada hari Minggu.

Ada yang bertanya, ‘Lalu bagaimana kalau ada pendeta pindah agama’ Itu bisa terjadi, kemungkinan besar pendeta itu belum menjadi murid Yesus yang sesungguhnya. Pendeta hanyalah gelar, namun belum tentu dia memiliki pemahaman yang benar tentang panggilannya. Lalu apa yang harus kita lakukan jika ada orang pindah keyakinan? Kasihi mereka dan doakan mereka supaya Roh Tuhan yang memberi pencerahan dan tuntunan bagi hidup mereka. Jangan dimusuhi jangan pula digosipkan. Kasih akan membawa pemulihan.

Tinggalkan Balasan