Ada orang yang berani menjual kebohongan demi popularitas. Mereka tidak menyadari bahwa suatu saat kebohongan itu akan menyatakan dirinya sebagai kebohongan meski ditutupi dengan rapat rapat. Karena apa yang disembunyikan dalam gelap akan disingkapkan oleh terang. Manusia bisa menutupi segala kebohongan dengan berbagai cara. Namun Tuhan juga punya cara untuk menyingkapkannya. Ketika Tuhan ikut turun tangan menyingkapkan kebohongn, habislah riwayat kita.

Siapa yang menyangka kalau dosa perzinahan Daud akan tersingkap dalam waktu yang sangat cepat. Raja Daud tidak menyadari jika Allah mengetahui ‘akal bulusnya’ yang dibungkus begitu rapi. Melalui nabi Natan, Daud ditegur dan matanya dibuka bahwa ‘tidak ada perkara yang tersembunyi bagi Allah’. Allah maha tahu, maha mengerti dan maha adil. Syukurlah Daud segera insaf dan bertobat. Meski demikian, kejahatan Daud memberikan stigma buruk bagi perjalanan karirnya.

Seorang hamba Tuhan dian diam melakukan pelecehan seksual pada jemaatnya selama 26 tahun. Istri bisa dikibuli, jemaat bisa dibohongi. Tetapi jangan main main dengan kuasa Tuhan. Mata Tuhan ada dimana mana, Ia mengamati setiap prilaku kita. Malaikatnya berada di sekitar kita dan Roh-Nya tinggal di dalam diri kita. Jangan sekali kali menyembunyikan kebohongan di hadapan-Nya. Lebih baik segera bertobat, mengakui kesalahan dan minta ampun pada Tuhan, daripada meringkuk di penjara dan segalanya hancur berantakan.

Jangan pernah menjual kebohongan demi ketenaran atau kenyamanan. Jangan pikir dengan berbohong anda akan hidup bahagia. Segala sesutu ada waktunya. Ingatlah, untuk menutupi satu kebohongan, dibutukan sembilan bohong. maka orang yang suka bohong pasti akan mengalami rasa bersalah serta tekanan jiwa. Kalau tidak percaya, bohonglah senantiasa. Untuk itu, jaga hati jangan kau kotori. Karena mereka yang hidup dalam kebohongan tidak akan engalami ketenangan dan sukacita hidup. Bisa bisa nasib hidupnya seperti Ananias dan Safira. Waspadalah

Tinggalkan Balasan