Pagi ini aku berusaha memperbaikinya, hampir 15 menit aku mencoba memasangnya kembali. Hasilnya tidak menggembirakan, engselnya lepas kembali. Maka sumber masalahnya segera kucari. Wow, ternyata lobang bautnya sudah terlalu longgar dan fishernya terlalu kecil. Makanya meski dipasang seratus kali, tetap saja tidak bisa kembali seperti semula. Harus segera diganti, ya… fishernya harus segera diganti, jika tidak segala usaha akan menjadi sia sia.


Pernahkah Anda putus asa karena gagal memperbaiki kesalahan hidup? Segala upaya sudah diusahakan, mulai dari ikut seminar, encounter, selfhelp, hingga memanggil lifecoach namun hasilnya tetap saja tidak ada perubahan. Kebiasaan buruk terus terulang kembali. Terkadang malah lebih parah dan melelahkan. Putus asa menjadi hasil akhirnya. Sering terucap meski hanya lirih terdengar “memang sudah takdir, ini sudah nasib saya. Tidak ada seorangpun yang mampu menolong saya.”


Berubah memang tidak gampang. Mengganti prilaku tidak semudah membalikan telapak tangan. Makanya jangam pernah bermimpi untuk merubah prilaku orang lain, jika merubah diri sendiri saja setengah mati. Semua prilaku selalu minta restu pikiran, makanya jika ingin merubah kebiasaan harus lebih dahulu merubah cara berpikir. Ibu yang baik, jika bayinya kencing maka ia akan melepas popok yang kotor sebelum menggantinya dengan yang baru. Jika ia terus memasang popok baru tanpa melepas yang lama, popok yang baru tidak berguna.

Ganti yang rusak dengan yang baik, yang lama dengan yang baru, yang salah dengan yang benar. Tanpa membaharui akal budi tidak akan pernah tercapai pertobatan sejati. Lemari sepatu itu tidak akan pernah memperbaiki pintunya sendiri, sampai kiamat tidak akan pernah bisa. Hanya tukang kayu yang sanggup melakukannya. Demikian juga dengan hidup kita. Hanya Allah sang pencipta yang sanggup mengubah hidup ini.

Oleh karena itu datanglah kepadanya dengan jujur. Katakan “Tuhan, aku tidak sanggup, aku tidak mampu, aku lemah dan tidak berdaya. Aku berserah kepada-Mu. Ubahkan hidupku, berikan aku kekuatan untuk menggangi yang lama dengan yang baru. Berikan aku pewahyuan untuk hidup di dalam Roh-Mu.” Dan rasakanlah perubahan itu mulai terjadi dalam hidup ini.

Tinggalkan Balasan