Seorang hamba Tuhan yang melayani di Jepang pernah berkisah, “ banyak pasangan yang baru menikah kemudian pergi bulan madu. Namun tidak sedikit selesai bulan madu langsung bepisah atau bercerai di bandara.” Mengapa pernikahan mereka hanya berumur seminggu atau sebulan?


Banyak yang tidak memahami apa arti menikah, siapa yang mendesain pernikahan dan bagaimana cara mempertahankannya. Ternyata, cara pandang kita terhadap pernikahan sangat menentukan kualitas pernikahan kita. Pak Myles Munroe penah menuliskan “pernikahan itu idenya Allah dan masih tetap menjadi ide yang bagus.
Pernikahan bukan ide manusia, negara atau gereja. Saat pasangan berpikir bahwa mereka memasuki pernikahan hanya untuk mendapatkan kepuasan seksual, keturunan atau status. Kenyataan sering tidak sesuai dengan harapan. Jika tujuan tidak tercapai, tidak sedikit yang bercerai dan berganti pasangan hidup.


Namun bagi yang paham bahwa Allah yang menciptakan pernikahan karena ada agenda yang mulia, kita akan menjalani pernikahan sebagai sebuah amanah atau tugas ilahi yang mulia. Keyakinan kita terhadap misi Allah lewat pernikahan akan menolong kita memghadapi pancaroba pernikahan yang silih berganti. Perbedaan, kesulitan dan cobaan tidak bisa memisahkan kita.

Bagi sahabat yang sedang menghadapi masalah pernikahan, coba kembali lagi pada janji nikah yang pernah diucapkan. Kalau perlu diucapkan lagi sambil melakukan koreksi dan instropeksi. Jika pernikahan tidak bahagia jangan ambil jalan pintas gara gara ego. Tetapi pahami kembali amanah ilahi melalui pernikahan. Memohon hidayah segera berdamai dan menata ulang. Pasti Tuhan akan memberkati.

Tinggalkan Balasan