Kekaguman Tuhan atas iman perwira Romawi layak untuk disimak dan dipelajari. Bukan kebetulan kisahnya ditulis dalam Kitab Suci. Mungkin juga Sang Perwira tidak menyadari bahwa imannya akan dicermati dan diteladani oleh jutaan orang percaya. Sebab ia sendiri kurang yakin dan kurang percaya diri. Namun kalimat ini cukup membesarkan hatinya

Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"

Ada empat hal yang membuat Tuhan Yesus kagum atas imannya perwira ini:

IMAN YANG DIBANGUN DIATAS RASA KERENDAHAN HATI

Perwira Romawi ini punya jabatan dan disegani banyak orang. Bahkan para tua tua Yahudi hormat kepadanya. Namun ia merasa sangat tidak layak untuk benjumpa dengan Yesus. Ia menyadari dirinya sebagai orang yang berdosa itulah sebabnya dia tidak mau Yesus datang kerumahnya. Namun ia tidak mengetahui bahwa pada saat merasa tidak layak, disanalah kita akan dilayakan oleh Tuhan. Kerendahan hati adalah pondasi iman yang paling baik.

IMAN YANG DIBANGUN DIATAS PENGALAMAN

Percayakah Anda bahwa di dalam Tuhan tidak ada pengalaman yang sia sia. Sebagai seorang perwira dia punya otoritas untuk memerintah bawahannya. Dengan pemahaman yang sama, ia percaya bahwa Yesus juga memiliki otoritas kuasa yang bisa menyembuhkan pembantunya tanpa harus mendatanginya, cukup dengan bersabda. Iman percaya bahwa Firman itu memiliki kuasa. Semakin banyak pengalaman iman, semakin kuat iman Anda.

IMAN YANG DISERTAI OLEH TINDAKAN NYATA

Sang perwira bukan hanya meyakini bahwa Allah maha pengasih dan penyayang, ia langsung mempraktekan keyakinannya tanpa pamrih. Buktinya, para tua tua Israel mengatakan bahwa perwira ini menyayangi bangsa yang dijajahnya dan ikut membangun Bait Allah. Kebaikannya juga bisa ditunjukan oleh rasa simapati para tua tua Yahudi. Iman yang benar, bisa dirasakan oleh mereka yang berada di sekitar hidup kita. Benarlah apa kata Kitab Suci, iman tanpa perbuatan itu tidak ada artinya.

IMAN YANG DIJIWAI OLEH KASIH SAYANG

Salah satu poin dari iman Sang Perwira adalah motivasi dibalik usahanya untuk menyembuhkan pembantunya. Dikatakan bahwa dia sangat menghotmati pembantu. Pada jaman itu, yang namanya doulos atau jongos tidak ada harganya di depan majikan. Mereka seringkali adalah budak belian. Namun di hati Sang Perwira, pembantu adalah sesama manusia yang layak dimanusiakan. Beriman tanpa belas kasihan, akan melahirkan kemunafikan. Seperti orang Farisi dan ahli Kitab yang melihat orang dirampok dan gebuki terkapar di pinggir jalan dalam keadaan sekarat. Tetapi hatinya tidak tersentuh sama sekali. Kalah dengan sikap orang Samaria yang baik hati.

Bagaimana dengan iman Anda saat ini? Apakah layak mendapatkan pujian dari Tuhan? Atau justru sebaliknya? Mari kita memperhatikan kondisi iman kita masing masing. Jangan sampai terlihat khusuk beribadah, hafal Kitab Suci, sering doa puasa namun iman terasa hambar karena tidak bisa dirasakan oleh tetangga atau teman dekat kita. Percuma sering ke gereja jika hidup tidak memberi makna.

Tinggalkan Balasan