Melihat kenyataan kondisi rumah seorang hamba Tuhan di sebuah desa, membuatku meneteskan airmata. Dinding bambu yang telah repuh, atap daun lontar yang berkubang dan bocor menyentak hatiku. Dalam perjalanan menuju penginapan hati berkecamuk, kapan bisa membantu para hamba Tuhan memiliki tempat ibadah dan rumah tinggal yang lebih dan layak untun ditempati. Dari situlah lahir program bedah gereja dan pastori.


Waktu berjalan dengan cepat, dan tenpa terasa sudah ada 45 Rumah Tuhan yang dibangun dan saat ini sudah ada 2 pastori yang sudah dibedah. Melihat karya Allah melalui bedah gereja dan pastori, membuat kami begitu yakin bahwa apapun yang kita kerjakan dengan sungguh sungguh hati pasti akan mendatangkan sukacita. Dan apapun yang kita kerjakan dengan ketaatan selalu menghadirkan keajaiban.


Minggu kemarin adalah minggu keajaiban. Pingin tahu? Lima staf Mercy Indonesia yang selama ini bekerja keras membangun Rumah Allah, telah mendapatkan hadiah ‘Rumah Jokowi’. Maklum saja, sebagian besar staf kami masih mengontrak, dan sudah bosan jadi kontraktor. Sudah lama mereka pingin punya rumah sendiri. Melihat ‘iman’ mereka untuk memiliki rumah, akhirnya kami berdoa, berusaha, beriman dan keajaiban jadi kenyataan. 5 rumah untuk 5 staf telah siap untuk ditempati.


Pelajaran rohani yang layak disyukuri. Jerih payahmu dalam pekerjaan Tuhan tidak sia sia. Ketika kita setia membangun ‘Rumah Allah dan Rumah Hamba Allah’, Allah juga sudah menyiapkan rumah buat hamba hamba-Nya. Apa yang kita tabur pasti akan mendatangkan tuaian. Jangan takut berbagi, jangan pelit, ayo terus berbagi dan alami keajaiban keajaban dari Tuhan.

Tinggalkan Balasan