Raja Daud tidak menyangka jika dosa perselingkuhannya dengan isteri panglimanya berujung kehancuran dalam berbagai aspek kehidupan. Rasa bersalah dan tekanan batin, kematian anak hasil selingkuh, kematian panglima, hingga ‘petaka kematian anak cucunya’ menghiasi riwayat keluarganya. Nikmat birahi 15 menit itu telah berujung penyesalan seumur hidup. Mari kita belajar daripadanya.

SELINGKUH SERING MELIBATKAN RENCANA BUSUK

Mengetahui bahwa wanita selingkuhannya hamil, hati Daud mulai kalut. Untuk menutupi dosa zinahnya, Daud tega membuat beberapa rencana busuk, mulai dari memberi cuti mendadak untuk suami Bersyeba yaitu panglima Uria, supaya bisa pulang ke rumah dan tidur dengan istrinya, namun rencana itu gagal. Akhirnya Daud memberi surat rahasia untuk komandan perang supaya Uria ditempatkan di barisan depan supaya cepat terbunuh. Rencana busuknya berhasil, kemudian Daud menikahi Bersyeba. Orang yang kalut, bisa melakukan apa saja termasuk membunuh orang orang baik yang dianggap bisa menghalangi niat busuknya.

SELINGKUH ITU BIKIN TEKANAN BATIN

Dosa dan rasa bersalah yang ditutupi bisa mendatangan tekanan jiwa yang bekepanjangan. Bukan hanya itu, setiap pelanggaran selalu membawa hukuman. Daud tidak menyangka jika anak hasil zinah itu mati dalam kandungan. Menyadari betapa tragis hukuman yang diberikan Allah buat hidupnya, Daud menuliskan beberapa Mazmur yang menjadi keluhan isi hatinya. Ia menyesal dan mengakui dosanya, tetapi telat, semua sudah terjadi.

ANAK CUCU KENA GETAHNYA

Pikir sebelum bertindak, renungkan kebenaran ini sebelum berbuat. Yang namanya dosa zinah atau selingkuh, buntutnya panjang. Yang menanggung akibatnya bukan hanya pelakuknya, tetapi anak cucunya bisa kena getahnya meski tidak makan nangkanya. Daud tidak menyangka bahwa anak anaknya mengamati hidupnya. Betapa terpukul hatinya waktu dia tahu anak laki lakinya yang bernama Amnon, memperkosa saudari tirinya yang bernama Tamar. Dari mana Amnon belajar zinah?

KUTUK LINTAS GENERASI

Sungguh memilukan hati saat mendengar perkataan nabi Natan untuk Daud sebagai hukuman seperi yang tertulis dalam kitab Samuel 12:11-15 “Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari. Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.” Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.”

Dosa seorang kepala keluarga, berakibat malapetaka bagi keturunannya. Sungguh tragis dosa selingkuh. Itulah sebabnya mari kita semua termasuk yang nulis renungan ini untuk selalu menjaga hati. Belajar hidup takut akan Tuhan dan menjahui semua kejahatan.

Tinggalkan Balasan