Mengapa Kitab Suci berkali kali mengajatakan ‘Jangan takut?’ Rasa takut yang sumbernya ‘tidak sehat’ atau tidak jelas bisa merampok nikmat hidup. Pdt. Norman Wright mengatakan bahwa Allah tidak mendesain pikiran manusia untuk hidup dalam ketakutan. Untuk itu setiap manusia harus punya usaha untuk bisa melawan rasa takut yang tidak sehat atau unhealthy fear.

RENCANAKAN HIDUP ANDA

Dengan membuat rencana yang matang, anda bisa mengurangi ‘kecemasan kecemasan’ yang tidak perlu. Jika Anda ingin bertamasya ke pantai, jangan lupa bawa baju renang dan pelampung. Jika ingin camping di gunung Batur, jangan lupa jaket dan air putih. Dengan mempersiapkan bekal yang baik, anda tidak perlu takut mengalami dehidrasi. Banyak kenyataan yang tidak sesuai harapan, siapkanlah hatimu untuk menerima kekecewaan. Jangan takut disalah-mengerti atau ditolak oleh orang lain.

MENYARING BERITA YANG MASUK KE PIKIRAN

Rasa kuatir adalah buah dari pikiran. Untuk melindungi hati kita dari takut dan kuatir, kita harus memasang ‘filter’ untuk setiap berita. Jangan biarkan yang namanya ‘hoax’ mengganggu emosimu. Jangan ijinkan ‘apa kata orang’ mengintimidasi hatimu. Ikutilah nasehat rasul Paulus. “Semua yang benar, mulia, suci, sedap didengar….pikirkanlah itu.” Ingatlah dengan baik, hidup ini tidak ditrentukan oleh apa kata berita, tetapi apa kata Firman Tuhan.

HIDUP DENGAN IMAN, BUKAN PENGLIHATAN

Para murid berteriak ketakutan saat melihat air mulai masuk ke dalam perahu. Mereka ketakutan kalau perahu akan tenggelam karena badai yang mengancam keselamatan. Untuk sesaat mereka lupa jika di dalam perahu itu ada Tuhan Yesus yang terbukti berkuasa melakukan segala perkara termasuk meneduhkan angin ribut. Hidup yang dikendalikan oleh iman kepada Firman jauh lebih menenangkan daripada hidup berdasarkan penglihatan dan perasaan. Itulah sebabnya firman Tuhan berkata “Berbahagialah orang yang menghandalkan TUHAN…”

Tinggalkan Balasan