“Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan- Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh- Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama- sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus…” Ef. 3:16-18

Kalimat di atas adalah doa seorang bapak untuk anak anak rohaninya. Saya sangat diberkati dengan bunyi dan isi doanya. Alangkah indahnya jika setiap ayah atau orang tua rohani bisa berdoa dengan kalimat yang sama. Ada beberapa pelajaran rohani yang luar biasa di balik doa sang rasul. Dari isi ayat ayat diatas kita bisa menemukan apa yang penting dan utama bagi keberhasilan masa depan kehidupan anak anak kita.

Rasul Paulus tidak berdoa untuk sukses, kekayaan, gelar atau kedudukan. Ia berdoa supaya mereka mendapatkan kekuatan dan keteguhan batin melalui kuasa Roh Kudus. Kehidupan di duni ini sangat keras. Ibarat perahu di lautan, sering menghadapi badai dan gelombang. Untuk terus bisa berlayar sampai ke tujuan, dibutuhkan nahkoda yang handal, pintar dan tahan banting. Modal pintar saja tidak cukup, anak anak kita perlu kekuatan batin yang mampu membuat mereka tegar di tengah hantaman ombak dan badai.

Ingalah bahwa Tuhan lebih suka dengan kedewasaan iman daripada kebahagiaan kita. Untuk itu Ia akan mengijinkan kita menghadapi pancaroba hidup yang tidak mudah dilalui. Perjalanan pelayanan sang rasul memang penuh dengan onak dan duri. Mulai dari penolakan, pelecehan, goship, kelaparan, hingga ancaman kematian. Namun di tengah semua itu ia bisa melakukan pekerjaan pelayanan
dengan baik, dan mengakhiri dengan kuat setia. Saat diperhadapkan dengan tatangan yang berat, inilah yang ia katakan:

"Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala- galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." II Kor. 4:16-18

Sudah saatnya kita memohon pada Tuhan agar menuntun langkah serta menguatkan batin anak anak kita. Suatu saat kita akan menghadap sang Khalik. Mungkin saja tidak ada warisan harta yang bisa kita tinggalkan bagi mereka. Namun jika kita sempat mewariskan iman dan nilai kehidupan, maka anak anak kita akan mampu berjuang menemukan panggilan hidup mereka masing masing. Dan jangan lupa doakanlah mereka agar mendapat kekuatan batin dari pencerahan firman.

Tinggalkan Balasan