Dikisahkan ada seorang bocah yang sedang berjalan, dan tiba tiba ia melihat uang logam bertabur debu ada di depan matanya. Tanpa pikir panjang ia langsung mengambil dan memasukan ke saku celananya setelah meniup debu yang menempel. Wajahnya ceria dan hatinya penuh dengan sukacita karena berhasil menemukan uang coin itu. Maka sejak saat itu, setiap kali berjalan ia akan selalu melihat bawah. Matanya selalu mencari kalau kalau ada uang coin yang bisa dipungut.

Luar biasa prestasinya, selama hidupnya ia telah menemukan 367 keping uang coin yang jumlahnya 12 dolar 82 sen. Namun sayang gara gara selalu melihat ke bawah saat berjalan, ia kehilangan kesempatan untuk melihat 35.127 terbenamnya matahari yang indah, 327 pelangi, keindahan langit biru dan pemandangan indah yang ada disekitarnya.

Begitu mudah kita tenggelam pada hal hal kecil sehingga kehilangan hal hal yang lebih indah dan lebih besar dalam hidup. Ngapain ngurusin tetangga yang cerewet dan suka usil, masih banyak tetangga lain yang bisa menjadi sahabat untuk hal hal yang lebih positif. Jangan habiskan waktu dan tenaga untuk mereka yang tidak peduli dengan hidup anda. Jangan paksakan diri untuk menyenangkan semua orang karena tidak akan mungkin anda mampu melakukannya. Tuhan Yesus saja tidak bisa menyenangkan semua orang, apalagi anda.

Lebih baik berfokus pada apa yang ada di depan kita dari pada menyesali masa lalu yang jelas jelas tidak bisa diubah. Ada yang ribut dan menghabiskan waktu berdebat hanya masalah satu kata atau titik koma yang tidak penting. Bukankah lebih baik membicarakan implementasi program kerja? Percuma saja duduk berjam jam hanya untuk mempermasalahkan satu jemaat yang pindah gereja padahal di luar sana masih banyak orang yang perlu dijangkau dan mendengar kabar baik. Kalau hanya masalah warna cat dinding mengapa harus mengorbankan pernikahan? Berlajarlah memikirkan gambaran besar, bukan hal yang sepele, menyita waktu dan tenaga.

Jangan biasakan menghabiskan waktu, tenaga, pikiran hanya untuk sesuatu yang tidak penting. Jangan juga berpura pura menjadi penting demi sesuatu yang tidak penting. Ini semua adalah pemborosan. Masak gara gara ingin membasmi tikus harus membakar rumah? Gara gara seekor kutu di kepala, anda rela menghabisi rambut yang indah?

Seorang pengusaha kaya datang ke kantor mau konseling karena mau bercerai. Setelah ditanya masalahnya hanyalah soal selera musik yang berbeda. Bodoh sekali! Kalau hanya gara gara kelemahan kemudian kita lupa kuatan dan kelebihan pasangan, maka kita akan kehilangan indahnya kebersamaan. Masak gara gara mencari kancing celana yang lepas, Anda tega tidak memakai celana, telanjang sepanjang jalan? Memalukan sekali. Belajarlah dari bocah itu. Ia kehilangan kehindahan hidup gara gara mencari asesori kehidupan.

Tinggalkan Balasan