Ibu Hana merasa dirinya seperti dibuang ditempat sampah, saat mengetahui suaminya selingkuh dengan teman kerjanya. Rasa sedih campur tidak berharga, menjadi bagian dari hidupnya setiap hari. Sulit tidur, kehilangan selera makan, tidak bisa berdoa dan malu bersosialisasi. Itulah yang dialami oleh mereka yang jadi korban selingkuh.

Bahkan akhir akhir ini muncul niat untuk bunuh diri demi mengakhiri sakit hati. Meski sudah belajar mengampuni, namun bekas luka hati itu kadang kadang menyayat kembali mana kala mengingat keluakuan suaminya. Ada niat untuk balas dendam tetapi rasa kasihan dengan anak anak dan masa depan mereka.

Dampak negatif yang dialami oleh korban selingkuh itu ditulis juga oleh blog The AsianParent “Rasa sedih karena pengkhianatan dapat memicu stres berkepanjangan. Stres inilah awal mula datangnya berbagai penyakit fisik yang menyerang korban perselingkuhan. Kepercayaan diri yang runtuh akan mempengaruhi pola istirahat dan makan yang akan berdampak langsung bagi kesehatan fisik. Misalnya, kurang makan atau terlalu banyak makan, kurang tidur atau justru terlalu banyak tidur.”

Mereka yang tidak tahu bagaimana menghilangkan sakit hati, akhirnya lari ke alkohol atau ke obat obat terlarang. Yang lebih parah lagi adalah membiarkan sakit hati, tidak bersedia mengampuni yang akhirnya membiarkan luka batin dan kesedihan berkepanjangan. Akibatnya sangat fatal seperti yang digambarkan sebagai berikut.

Bahkan, kesedihan berkepanjangan akibat jadi korban perselingkuhan bisa mengakibatkan nyeri dada, serangan jantung, atau stroke. Timbulnya masalah kardiovaskular memang lebih erat dikaitkan dengan penyakit mental seperti depresi dibandingkan dengan kebiasaan merokok, penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi. (The AsianParent)

Untuk itu, pikir 1000 kali sebelum anda melakukan dosa selingkuh. Yang hancur bukan hanya hubungan pernikahan, tetapi orang orang yang anda khianati juga bisa mengalami penyakit fatal. Belum lagi anak anak yang akan menyimpan kepahitan dan kebencian karena anda telah mengkhianati mama atau papa mereka. Ingat baik baik apa kata kitab Amsal.

Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, perhatikanlah perkataan mulutku. Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu, dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya. Karena banyaklah orang yang gugur ditewaskannya, sangat besarlah jumlah orang yang dibunuhnya. Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut. (Amsal 7:24-27

Tinggalkan Balasan