Tragedi terbesar dalam kehidupan seorang pemimpin rohani adalah saat diringgalkan oleh ‘Roh Allah’. Peristiwa yang menimpa Raja Saul seharusnya menjadi pembelajaran bagi kita semua. Apa artinya menjadi penguasa, terkenal, banyak harta namun tidak disertai oleh hadirat Allah. Lebih baik jadi anak gembala tetapi diurapi seperti Daud.

Allah menyesal karena telah mengurapi Saul menjadi seorang raja. Penyesalan itu terjadi karena Saul tidak sungguh sungguh dalam menjalankan perintah Tuhan. Ia diminta untuk menghabisi bangsa Amalek dan rajanya serta harta miliknya. Namun dalam prakteknya, ia membiarkan Raja Agag hidup dan mengijinkan tentaranya mengabil barang jarahan, yaitu ternak yang terbaik. Dan inilah reaksi Allah saat melihat ketaatan setangah hati dari hamba-Nya yang diurapi.

Lalu berkatalah TUHAN kepada Samuel, "Aku menyesal telah mengangkat Saul menjadi raja, sebab ia telah berbalik daripada-Ku, dan tidak melaksanakan perintah-Ku." Samuel sedih, dan sepanjang malam ia mengeluh kepada TUHAN... Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN.

Sejak saat itu hati raja Saul dipenuhi dengan rencana jahat, gelisah, rasa tidak aman dan kehilangan sukacita hidup. Sayang sekali, hidup raja Saul dihabiskan untuk memburu Daud sang anak gembala yang dianggap menjadi rival atau saingannya. Ia tidak menyadari bahwa Daud sudah diurapi oleh Tuhan untuk menjadi penggantinya. ‘’Jangan pernah mengganggap diri terlalu penting, seolah tidak bisa digantikan”. Allah punya cara untuk menjalankan rencana-Nya.

Jangan biarkan kataatan setengah hati menjadi gaya hidup Anda. Kalau mengiring Yesus jangan setengah setangah. Kalau melayani Tuhan jangan asal asalan. Kalau melakukan kebenaranan firman jangan pilih pilih. Kalau beribadah kepada Tuhan jangan hanya setor muka. Lakukan segala sestau dengan sepenuh hati maka anda akan merasakan sukacita hidup karena selalu disertai oleh Roh Tuhan.

Sebailknya jika saat ini hati penuh dengan kegalauan, kebencian, rasa tidak aman, keinginan untuk menlenyapkan saingan atau tidak ada ketenangan batin. Mungkin karena Anda sudah kehilangan penyertaan Tuhan. Segera berlutut dan memohon ampun kepada Allah. Bertobat dan membaharui komitmenmu kepada Allah. Allah itu setia, jika Dia memberi pengampunan, sejauh timur dari barat Dia akan membuang dosa dan kesalahan kita. Berlututlah sekarang juga……

Tinggalkan Balasan