Sang Rasul pernah berdoa secara khusus untuk jemaat di Efesus. Kali ini ia tidak memohon kepada Tuhan agar jemaat menjadi kaya raya dan bebas dari penyakit. Sang rasul juga tidak berdoa agar jemaat terbebas dari ujian dan malapetaka. Namun ia secara khusus bersyafaat agar Tuhan memberikan kekuatan batin melalui kuasa Roh Allah. “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,…”

Kekuatan batin atau jiwa adalah modal yang sangat menentukan kesehatan badan, usaha, keluarga dan pelayanan. Mereka yang memiliki kekuatan jiwa, hidupnya penuh dengan semangat. Tetap bergairah meski menghadapi masalah. Wajah penuh sukacita meski diijinkan sengsara. Tetap fokus pada pekerjaan dan pelayanan meski banyak rintangan yang bisa mengalihkan perhatian. Tidak mudah putus asa dan hidup dalam doa.

Rasul Paulus tahu persis betapa penting memiliki kekuatan batiniah di tengah tengah kerasnya kehidupan. Segala macam rintangan dan ancaman sudah ia lalui, mulai dari bahaya kelaparan, terkatung katung di tengah laut, kelaparan, hukum cambuk, aniaya hingga ancaman kematian telah ia lewati. Namun semuanya bisa dilewatinya karena ada kekuatan ekstra yang datang dari Roh Allah. Pengalaman itulah yang telah membuatnya berdoa untuk kita semua agar selalu diberi kekuatan jiwa.

Kitab Suci dengan jelas mengatakan “Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?” Apa artinya punya badan sehat tetapi jiwanya rapuh? Apa gunanya menjadi orang genius namun mudah putus asa? Lebih jauh dikatakan bahwa “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”

Pertanyaannya adalah “dari mana kita bisa mendapatkan kekuatan bagi jiwa kita?” Makanan bagi jiwa adalah firman Allah dan minumannya adalah doa. Sama seperti tubuh membutuhkan asupan makanan dan minuman, demikian juga dengan jiwa atau batin ini. Untuk itu sering seringlah membaca Firman Tuhan. Saat Roh Allah memberikan rhema, Firman itu akan menjadi vitamin bagi jiwa yang akan diserap dan langsung memberi kekuatan ekstra. Doa Anda menjadi sarana atau saluran kekuatan ilahi. Saat kita banyak meluangkan waktu untuk berdoa dan merenungkan Firman-Nya, di sanalah kita akan mengalami kekuatan ilahi yang luar biasa.

Sudah saatnya kita menjadikan kebiasaan berdoa dan membaca firman seperti kebiasaan makan pagi. Tidak perlu dipaksa atau diingatkan, kita melakukannya sebagai gaya hidup bukan ritual. Praktekan gaya hidup ini selama tiga bulan, maka Anda akan melihat dampaknya yang luar biasa bagi jiwa Anda. Ingatlah “di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat, pernikahan yang bahagia, keuangan yang dicukupkan dan pelayanan yang bertumbuh. Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan