Akhirnya dia menyadari jika virus covid-19 itu nyata adanya. Awalnya dia tidak percaya bahkan menentang segala bentuk anjuran pemerintah termasuk melakukan protokol kesehatan 5M. Seringkali sisipkan dalam khotbah “Yesus sanggup menghancurkan virus ini, kuasa darah Yesus lebih dasyat dari virus. Sedikit meremehkan bahaya karena tidak menyadari bahayanya.

Memang benar kuasa darah Yesus lebih dasyat, tetapi tidak berarti hidup ceroboh dan abai. Memang benar Allah sanggup menjaga dan melindungi kita, tetap kalau jalan dijalan raya harus minggir supaya tidak ditabrak mobil. Sadar?
Nanun setelah diopname dua minggu karena pisitif covid, Ia mulai mengakui bahwa Covid Delta memang nyata dan sangat berbahaya. Tanpa menunggu lama ia mulai berbagi ‘warning’ dan ‘himbauan kepada sahabat dan jemaat. ‘Jangan lupa jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan lain sebagainya.

Hamba Tuhan ini baru menyadari setelah 24 jam tidak sadar di dalam ruang ICU. Terkadang Allah mengijinkan kita mengalami saat terburuk supaya memahami yang terbaik dari Allah. Ada waktu kita berjalan dalan lorong gelap supaya melihat terang. Tidak sedikit yang diijinkan mengalami derita supaya paham artinya kasih karunia.

Kesadaran adalah awal pencerahan. Dan pencerahan adalah modal perubahan. Semakin banyak kesadaran semakin bijak membuat keputusan hidup. Berdoalah kepada Allah agar setiap kejadian memberikan hikmat kehidupan. Mereka yang punya banyak hikmat tidak akan kesulitan menghadapi persoalan.


Hikmat lebih berharga daripada batu permata; semua yang kauidamkan tak dapat menyamainya. Hikmat memberikan kepadamu umur panjang, kekayaan dan kehormatan. Hikmat membuat hidupmu senang dan sejahtera. (Amdal3:15-17)

Tinggalkan Balasan