Ada selebriti yang kawin sampai punya anak, kemudian nikahnya dibatalkan oleh sang pria yang berkebangsaan Jerman. Kasus ‘Pembatalan Nikah” yang masih belum ada ujung pangkalnya menambah daftar ‘kejanggalan’ dalam tatanan kehidupan. Dulu juga pernah ada seorang isteri yang memperkarakan suaminya yang setelah menikah baru ketahuan kalau suaminya ternyata seorang wanita. Yang lebih gila lagi, di negara maju, negara metestui pernikahan sesama jenis. Di negeri Paman Sam, si John bisa menikah dengan si James. Hana bisa nikah dengan Jesica. Kiamat memang sudah dekat. Tanda tandanya semakin jelas.

Tatanan hidup yang sudah diatur oleh pemberi hidup tidak boleh dilanggar. Hukum kehidupan dan hukum alam tidak bisa dipermainkan. Demikian juga dengan pernikahan, jangan sampai dijadikan sebuah percobaan. Nikah itu idenya Allah, bukan idenya KUA atau kantor Catatan Sipil. Allah yang merencanakan dan Dia pula yang memberkatinya. Tujuan nikah sudah jelas “Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!” Mal. 2:15-16

Membatalkan pernikahan sebelum pemberkatan adalah sah sah saja. Namun setelah hidup serumah bahkan sampai memiliki anak kemudian nikahnya dibatalkan, itu seperti orang beli sandal jepit di pasar. Coba dulu sebelum dibeli. Kalau tidak enak dipakai langsung diganti. Istilah kerennya adalah “try before buy”. Nikah kok coba coba. Pernikaan itu seperti beli tiket satu kali jalan. Sekali untuk selamanya sampai maut memisahkan.

Apa kata dunia kalau semua orang nikah coba coba, kemudian main batal sana batal sini? Kepada semua kaum hawa, jangan mau dijadikan ‘kelinci percobaan’, apalagi kalau percobaan itu sampai menghasilkan buah hati. Bagaimana nasib anakmu nanti’. Tentu saja anaknu tidak mau melihat status ‘anak hasil percobaan’ di atas akte kelahiran. Kepada kaum Adam, simak baik baik bahwa pernikahan adalah suatu yang sakral, karenanya tidak boleh dimasuki dengan sembarangan atau asal asalan. Camkan in, kualitas hiduup ini sangat ditentukan oleh teman hidup yang mendampingi perjalanan hidup kita.

Kepada para jomblo dan remaja, janganlah mengikuti gaya hidup yang salah. Tidak semua lifestyle selebriti itu bagus. Ada yang harus diwaspadai. Ada yang kawin cerai sesukanya. Ada yang berani mengorbankan harga diri demi sensasi. Ada yang tega menukar iman demi ketenaran. Jangan pikir karena mereka publik figur maka semua harus diikuti. Ikutilah teladan firman Allah yang sudah jelas kebenarannya. Apalagi dalam hal pernikahan. Jangan sampai kita menderita dunia akhirat gara gara mempermainkan sesuatu yang suci, yaitu pernikahan.

Tinggalkan Balasan