Yang namanya kemesraan itu seperti tanaman dikebun, jika tidak dirawat, disirami disiangi bisa mati dengan sendirinya. Makanya dengarkan pertanyaan Alm. Pance Pondang “Mangapa harus begini, tiada lagi kehangatan, Memang ku sadari, Sering kutinggalkan kau seorang diri.” Syair lagu ini telah menjawab semua yang penasaran kemana larinya kemesraan.

Kemesraan hilang saat hubungan merenggang. Entah karena pekerjaan, kesibukan atau mulai berganti pandangan. Yang jelas tidak ada asap kalau tidak ada api. Ketika kemesraan sekarat, pernikahanmu akan segera ambyar. Jangan pikir waktu akan menyembuhkan dan memulihkan segalanya. Waktu tidak akan menyembuhkan, tetapi usaha Anda yang bisa memulihkan. Mulailah dengan sebuah kesadaran, temukan akar persoalan dan bertindak sesuai dengan kebenaran.

Jangan bilang ‘Bukannya aku sengaja, meninggalkan kau sendiri. Aku menyadari bukan sandiwara kasihmu kepadaku’. Mohon maaf, setahu saya semua prilaku kita selalu minta restu pikiran. Apapaun yang kita lakukan adalah kesengajaan. Jika “Tiap Malam engkau ku tinggal pergi. Bukan, bukan, bukannya aku sengaja. Demi kau dan sibuah hati, terpaksa aku harus begini.’’ Apapun alasan Anda, jangan pernah mengorbankan hubungan pernikahan demi yang lain.

Jangan berlindung dibalik ‘alasan ekonomi’ kemudian kau ijinkan kehancuran hubungan terjadi. Segera tentukan skala prioritas dalam hidup. Apa yang paling penting dalam pernikahanmu? Uang? Kekayaan? Ketenaran? Atau ‘Si buah hati? Setahu saya dan belajar dari pengalaman, Tuhan adalah nomer satu, setelah itu pasangan, anak anak dan pekerjaan atau pelayanan.

Jangan sampai gara gara salah membuat prioritas, akhirnya menyesal seumur hidup. Belajarlah dari drama Korea yang berjudul ‘’The Penthouse’’. Pengusaha serakah dan berdarah dingin yang bernama Jo Dan Tae, rela mengorbankan, pernikahan, anak anak, demi kekayaan dan popularitas. Akibatnya kebahagiaan absen dari hidupnya. Benarlah apa orang dibilang “Harta hanyalah hiasan hidup semata, kejujuran, keikhlasan itu yang utama. Jangan kau taburi cinta dengan permata, tetapi hujanilah semua dengan kasih sayang. ‘’ (Panbers

Satu pemikiran pada “KEMANA LARINYA KEMESRAAN DALAM PERNIKAHAN

Tinggalkan Balasan