Ziarah punya makna yang dalam bagi batin manusia. Mengunjungi tempat yang memiliki ‘sejarah iman’ bisa membangkitkan keyakinan. Untuk itu sering seringlah mendaki ‘bukit Zion’ karena disana akan bertemu dengan kekuatan, kebaikan dan keindahan Tuhan. Berkunjung ke masa lalu yang penuh makna mampu membangkitkan keyakinan, khususnya saat hidup sedang ditetpa badai.

Dalam kesulitan kita diminta mengingat cerita keajaiban yang pernah mewarnai perjalanan hidup. Dalam keputusasaan, sebaiknya segera membuka memori yang bisa membangkitkan harapan. Saat segalanya terasa berlawanan arah, kenyataan seolah tidak bersahabat, tempat berpijak goyah, san tali pengikat hampir patah. Cobalah menengok masa lalu, kunjungi ‘mile stones’ tinggak sejarah iman yang pernah mengubah ratapan jadi tarian. Maka disana akan kau temukan kekuatan, kedamaian dan keindahan hidup.

“Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini.”

Ziarah ke masa lalu bisa menguatkan kita di masa kini dan memampukan kita melangkah ke hari esok. Setiap pengalaman iman memberi hikmat. Setiap perjumpaan dengan Tuhan memberi perubahan. Setiap kenangan indah bersama Tuhan adalah “deposit” atau tabungan kehidupan yang bisa kika buka dan pakai untuk menghadapi tantangan yang belum pernah kita jumpai. Sering seringlah berziarah…

Tinggalkan Balasan