Sampai hari ini tidak ada yang tahu siapa nama dan alamat rumahnya. Kisah hidupnya menghiasi kitab suci Perjanjian Lama. Banyak ahli alkitab dan pengkhobah membicarakan kebaikan hatinya serta mujizat dari Allah yang sering dialami dalam keluarganya. Tidak ada catatan biografi yang ada hanyalah kesaksian. 

Setelah membaca kesaksiannya, saya mendapat banyak pelajaran. Ternyata wanita dari Sunem itu adalah ‘wanita berada’ yang rendah hati dan menghargai hamba Allah. Ia menggunakan hartanya memuliakan Tuhan dan menolong sesamanya.  Bukan hanya itu, wanita dari desa Sunem itu memeiliki kepekaan rohani yang luar biasa. Ia bisa tahu bahwa Elisa adalah ‘orang suci’ nabi Allah yang berbeda dengan nabi nabi Baal atau nabi nabi pada jamannya. 

Entah apa yang telah mendorong hatinya untuk membangun sebuah kamar untuk memberi tumpangan pada nabi Elisa.  Mungkin saja wanita ini sering melihat wajah sang nabi di desanya tanpa ‘akomodasi’ yang layak. Maklum saja saat itu belum ada Aston Hotel atau villa seperti sekarang ini.  Undangan makan malam itu menjadi awal persahabatan nabi Elisa dengan keluarga wanita kaya di Sunem. Sejak saat itu mujizat demi mujizat terjadi dalam keluarga ini

Penghargaan dan kebaikan sering mengundang keajaiban. Seterlah berjumpa dengan hamba Allah, keliuarga wanita ituy mengalami keajaiaban beruntun yang mengagumkan. Mujizat pertama, wanita kaya yang sudah lama tidak bisa punya anak, tiba tiba dia mendengar sebuah kalimat nubuat ‘Tahun depan kamu akan menggendong bayi’. Tepat sekali. Benar benar terjadi. Mujizat kedua, anak laki laki itu sakit kemudian meninggal dunia, namun dengan pertolongan sang nabi, nyawa anak itu kembali ke tubuhnya. Keluarga ini juga diluputkan dari malapetaka kekeringan tujuh tahun berkat ketaatan pada nasehat nabi Elisa. Yang lebih luarbiasa lagi adalah asetnya yang hilang selama mengungsi bisa dikembalikan oleh raja. Sunggu mujizat yang liuar biasa.

Mujizat memang tidak bisa direkayasa, tetapi kita bisa mencpitkan atmosfir yang memungkinkan mujizat terjadi dalam hidup kita. Atmosfir seperti apa yang bisa mendatangkan keajaiban? Keyakinan yang kokoj pada kebenaran firman. Keluarga wanita Sunem ini percaya setiap ucapan sang nabi. Mereka tahu bahwa nabi Allah itu membawa pesan Allah, dan setiap pesan wajib ditaati. Kedua, adalah atmosfir kebaikan. Wanita ini tahu bahwa kekayaan  adalah titipan dari Allah untuk memuliakan nama Tuhan.  Dia menggunakan kekayaan dan pengaruhnya untuk memberi tumpangan bagi nabi Elisa.  Di benak mereka, nabi ini adalah utasan Allah yang membawa urapan sorga, memberi akomodasi hamba Allah berarti membuka akses untuk keajaiaban dari Allah. Dan benar, banyak keajaiban dialaminya. 

Anda ingin mengalami keajaiban dari Tuhan? Dengarkan Firman Tuhan, simpan dalam hati dan praktekan dalam kehidupan sehari hari. Setelah itu ciptakan atmosfir doa, pujian, penyembahan, ucapan syukur dan melakukan kebaiukan bagi mereka yang memerlukannya. Lihat apa yang akan anda alami setelah itu. Kejaiban demi keajaiban akan menjadi milik Anda.  Orang baik berhak menerima semua yang terbaik dari Allah Yang Maha Baik. 

Kasihilah dengan ikhlas. Bencilah yang jahat, dan berpeganglah kepada apa yang baik. Hendaklah Saudara-saudara saling mengasihi satu sama lain dengan mesra seperti orang-orang yang bersaudara dalam satu keluarga, dan hendaknya kalian saling mendahului memberi hormat.

Tinggalkan Balasan