Salah satu nasehat kitab suci untuk suami adalah berusaha mencintai istrinya dengan segenap hati. Dan jangan memanfaatkan pasangan hidupnya. ‘Husbands, go all out in love for your wives. Don’t take advantage of them.’ Kualitas hidup ini sangat tergantung dari kualitas cinta. Kualitas pernikahan kita juga ditentukan oleh kualitas cinta suami istri.

Cinta Tanpa Syarat

Jenis cinta yang dimiliki oleh seorang suami adalah cinta tanpa syarat atau cinta ‘Agape’. Itulah yang diminta oleh kitab suci kolose 3:19 “Saudara-saudara yang menjadi suami! Kasihilah istrimu. Jangan kasar terhadap mereka.” Jenis cinta ‘agape’ merupakan jenis cinta unggulan yang mampu mengalahkan segala macam persoalan pernikahan.

Cinta Itu Melindungi

Cinta ‘agape’ melindungi pasangannya. Ingatlah bahwa wanita digambarkan sebagai makluk yang ‘lemah’. Ia perlu dilindungi bukan dikasari. Itulah sebebnya Allah tidak menghendaki ‘kekerasan’ atau abuse pada wanita. “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.”

Cinta Tidak Menuntut Kesempurnaan

Cinta ‘agape’ menerima kekurangan dan tidak pernah menuntut kesempurnaan. Wanita yang kita nikahi tidak sempurna. Ia juga selalu mengalami perubahan seiring dengan pertambahan umur. Bersiaplah untuk tersenyum pada setiap perubahan dan menerima semua kenyataan. Jangan pernah berucap “kalau saya tahu kamu menjadi gendhut seperti ini, dulu saya tidak akan….” Kalimat macam begini bisa memicu kemarahan dan melukai perasaan. Cinta agape harus siap menerima setiap kelemahan.

Cinta Memberi Pengampunan

Cinta ‘agape’ selalu siap memberi pengampunan atas setiap kesalahan. Dalam kamus ‘agape’ tidak ada ‘sakit hati’ atau balas dendam. Agape siap mengampuni sebagaimana Allah melalui Kristus mengampuni kita semua. Pengampunan tanpa syarat adalah pengampunan yang dituntut oleh kitab suci. Bagaimana jika setelah diampuni dia berbuat lagi? Tetaplah mengampuni. Almarhum ibu Ruth Graham pernah berkata “Pernikahan bahagia terdiri dari dua pemaaf.

“Kualitas hidupmu berbanding lurusdengan kualitas cinta-mu. Saat bisa mengasihi dengan kualitas kasih ilahi, Anda berhak menerima semua berkat berkat ilahi dari sorga”

Tinggalkan Balasan