Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat! (MALEAKHI 2:16)

UCAPAN DAN HATI PENGKHIANAT

Ciri pertama yang ada dalam hati pengkhianat ketidak-utuhan antara pikiran, ucapan dan tindakan. Mulut berucap ‘I love you’ tetapi hati bilang ‘I hate you’. Dari tindakannya seolah seolah mendukung, namun dalam hatinya merongrong. Itu terlihat jelas dalam ucapan Yudas saat melihat ada wanita menuangkan minyak narwastu di kaki Yesus.

Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. (Yohanes 12:4-6)

BISIKAN IBLIS UNTUK PENGKHIANAT

Kesetiaan adalah bawaan dari sorga. Allah itu maha setia dan mengharapkan umat-Nya hidup dalam kesetiaan. Itulah sebabnya Allah membenci pengkhianatan karena itu bukan karakter ilahi. Lucifer adalah pengkhianat dan sampai hariu ini masih bekerja keras untuk mencari pengikut. Jadi ketika dalam hati ada niat berkhianat, Anda berurusan dengan bisikan si Jahat.

Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. (Yohanes 13:2)

WASPADA CIUMAN PENGKHIANATAN

Waspadai kalau ada terlalu baik, sedikit over begitu. Karena terkadang dibalik ‘kebaikan’ ada ‘kejahatan tersembunyi’. Didepan mata dia memuji, dibelakang memaki. Sering kali bibirnya penuh dengan sanjungan dan pujian, tetapi hati penuh dengan rasa dengki. Sekilas terlihat akrab, memberi ciuman hangat namun ia sedang atus siasat untuyk mendapatkan manfaat. Jangan selalu percaya bahwa semua ciuman lahir dari cinta. Di dunia ini ada ciuman kemunafikan dan pengkhianatan.

Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: “Salam Rabi,” lalu mencium Dia. Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Hai teman, untuk itukah engkau datang?” Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. (Matius 26:49-50)

PENYESALAN PENYESALAN SEORANG PENGKHIANAT

YUdas tidak pernah menyangka bahwa pengkhianatannya akan merengut nyawanya sendiri. Rasa bersalah dan kecewa yang bercampur jadi satu membuat ia tega menggantung diri. Ini bukti nyata bahwa pengkhianatan itu bisa membuat anda hidup dalam kesulitan dan mengakhiri hidup dengan penyesalan. Tidak ada pengkhianat yang hidup bahagia. Nuraninya dipenuhi dengan rasa tertuduh.

Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!” (Matius 27:3-4)

Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. (Matius 27:5)

Jadilah orang orang yang setia. Karena kesetiaan adalah ‘paspor’ masuk sorga. Di sana kita akan mendengar kalimat “Sabaslah hambaku yang baik dan setia’. Setialah kepada Allah, pasangan, sahabat dan panggilan hidupmu, setelah itu nikmatilah kehidupan yang penuh dengan makna. Life is short my friends. Be happy, don’t worry. Hakuna matata.

Tinggalkan Balasan