Bersikap ‘defensif’ bisa merusak hubungan dan menghancurkan pernikahan. Salah satu ciri orang yang gemar membela diri adalah sulit mengakui kesalahan. Padahal kesalahan yang tidak diakui akan menjadi beban yang bisa mencuri kedamaian. Rasa besalah yang menumpuk bisa mengakibatkan stress dan psikosomatis.

Coba instropeksi diri dengan jujur, adakah anda termasuk orang yang over defensif, atau sering membela diri. Sudah tahu salah tetapi tidak bersedia mengakui kesalahan? Jika jawabannya ‘Ya’ bersiap siaplah untuk berubah. Berikut ini adalah keuntungan yang bisa diperoleh saat bersedia mengakui kesalahan.

BEBAS DARI KESOMBONGAN


Menganggab diri tidak salah atau selalu benar adalah wujud dari kesombongan. S Tahukah anda bahwa ‘kesombongan’ adalah awal dari kehancuran termasuk hancurnya pernikahan, pelayanan, dan pekerjaan. Coba simak baik baik Amsal16:18 “Kesombongan mengakibatkan kehancuran; keangkuhan mengakibatkan keruntuhan.” Langkah mengaku salah adalah tindakan ‘rendah hati’ yang bisa menyelamatkan hidup kita.

TERHINDAR DARI BEBAN RASA BERSALAH


Berani mengakui kesalahan adalah langkah orang beriman. Karena memang tidak ada manusia yang sempurna. Saat anda melakukan kesalahan tidak berarti kita adalah ‘produk yang salah’. Justru saat kita berani mengakui kesalahan dan meminta maaf, kita sedang membersihkan hati dan beban jiwa. Amsal 10:17 mengatakan “Siapa mengindahkan teguran akan hidup sejahtera, siapa enggan mengakui kesalahan berada dalam bahaya.”

MENJADI LEBIH BIJAK


Kesalahan yang disadari dan diakui seringkali memberi pelajaran yang berarti. Setelah tersulut api, kita akan belajar menghindari api. “Seekor kuda tidak akan jatuh gara gara tersandung palang pintu yang sama.” Orang menjadi bijak karena mau belajar dari kesalahan. Maka benar apa yang saya dengar “Pengalaman adalah guru yang baik”.

“Kalau ingin disukai orang, maafkanlah kesalahan yang mereka lakukan. Membangkit-bangkitkan kesalahan hanya akan memutuskan persahabatan. Satu teguran lebih berarti bagi orang berbudi daripada seratus cambukan pada orang yang bodoh.” Kata Kitab Suci.

Tinggalkan Balasan