Tingginya angka perceraian di Indonesia sangat memprihatinkan. Seolah olah, cerai menjadi jalan pintas ketidak-cocokan dalam pernikahan. Padahal semua mengharapkan ‘sehidup semati’ saat mengucapkan janji nikah sambil menyematkan cincin perkawinan. Lalu siapa paling bertanggung jawab atas hancurnya pernikahan? Bukan setan, bukan juga ‘pihak ketiga’ yang sering dijadikan kambing hitam. Berikut ini adalah cara mempertahankan bahtera rumah tangga di tengah panca roba hidup manusia.

MEMAHAMI TUJUAN PERNIKAHAN

Banyak yang tidak sadar bahwa ‘nikah’ itu adalah idenya Allah, bukan idenya KUA atau Gereja. Yang punya gagasan nikah adalah Allah, seperti yang tertulis salam kitab Maleakhi

“Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan.

MEMAHAMI PASANGAN ANDA

Sadarilah bahwa orang yang anda nikahi itu berbeda dalam banyak hal. Bukan hanya ‘jenis kelamin’ tetapi juga pola pikir dan kebiasaan yang sudah terbentuk bertahun tahun lamanya. Tahukan Anda bawa kebutuhan pria dan wanita sudah beda dari ‘sononya’. Wanita membutuhkan ‘affection’ dan pria memerlukan ‘respect’. Hukum ‘Love and Respect’ jarang dipahami oleh pasangan yang mau memasuki pernikahan. Perbedaan ‘bahan dasar’ antara pria dan wanita memerlukan pemahaman yang serius supaya terjadi keselarasan dalam pernikahan. Gagal saling memahami sering berbuntut gagal komunikasi dan sering berbuntut perpisahan.

MEMAHAMI CARA MEMELIHARA PERNIKAHAN

Menikah itu mudah, tetapi mempertahannya yang susah jika tidak dibarengi dengan usaha. Menjaga pernikahan itu seperti merawat tanaman. Sering disiram, dipupuk dan dijaga supaya tidak ada ‘hama’ yang memakannya. Disinilah diperlukan ‘skill & art’ merawat cinta supaya tidak kedaluwarsa. Setiap musim pernikahan diperlukan penyesuaian harapan. Ada yang bilang jangan pernah mengharapkan suamimu seperti waktu umur 27 saat dia sudah mencapai 72 tahun.

MENCARI MENTOR PERNIKAHAN

Tidak ada pernikahan yang sempurna, tetapi masih banyak pernikahan bahagia. Bagaimana bisa tetap bahagia didalam kelemahan dan kekurangan? Konflik dan pertengkaran sering menjadi ‘bunganya’ pernikahan. Yang penting jangan biarkan menjadi kepahitan dan dendam. Untuk itu diperlukan ‘wasit’ yang jujur dan adil. Dialah seorang mentor yang bisa menjadi penengah sekaligus ‘pelatih’ yang bisa menolong kita menjadi lebih baik.

Jika pernikahan sedang bermasalah cepat mencari pertolongan. Kemesraan sedang sekarat? Segeralah melakukan pemulihan. Bahtera rumah tangga diterpa badai kehidupan? Cari pegangan kuat yaitu iman dan keyakinan supaya tidak goyah atau hancur berantakan. Datang kepada Tuhan, lipat tangan berdoa dan meminta keajaiban.

3 pemikiran pada “MENGHINDARI PERCERAIAN

  1. Trima kasih renungannya. Semoga hubungan suami istri di keluarga kami ada pemulihan pengampunan dosa.dan istri boleh di bawain dalam doa u iman dan percaya kembali kepada Yesus kristus

  2. Semoga keputusan yg saya ambil utk meneladani cara hidup yesus selama di bumi memberikan kebahgiaan dan sukacita kekal bersama istri,ank2 dan keluarga besar saya..
    Mohon dukungan doa nya supaya saya bisa tetap berada pada jalan yang benar…terimakasih

Tinggalkan Balasan