Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (ROMA 8:28)

YANG TERBAIK DITENGAH YANG TERBURUK

Kehidupan adalah rangkaian pengalaman, baik dan buruk. Semakin pandai pengelola pengalaman, semakin tinggi tingkat kebahagiaan hidup. Masalahnya, tidak semua orang bisa mengelola pengalaman pahit. Padahal pengalaman buruk bisa menjadi ‘tambang emas’ untuk perbaikan hidup.

Lihat saja youtubenya Jack Ma, anak miskin yang bisa menjadi konglomerat dunia. Yusuf Bin Yakob, seorang anak yang mengalami ‘kekerasan verbal’, mengalami fitnah, masuk penjara tanpa diadili, dilupakan oleh kolega selama dipenjara, setelah tiga belas tahun dianugerahi jabatan sebagai orang nomer 2 di negeri adidaya pada jamannya. Keberhasilan Yususf meniti karir tidak lepas dari keahliannya mengelola pengalaman buruk.

PENGALAMAN BURUK BISA MENJADI TITIK BALIK

Pengalaman buruk bisa menjadi ‘turning poin’ dalam perjalanan hidup. Seorang penganiaya gereja bisa menjadi rasul yang berani bertaruh nyawa demi membela gereja. Titik balik arah kehidupan Saulus, terjadi setelah mengalami kebutaan tiga hari di jalan Damsyik. Gideon si penakut dan rendah diri, bisa menjadi ‘pahlawan yang gagah perkasa’. Titik balik itu terjadi di saat dia mengalami perasaan terburuk di gubuk penggirikan anggur.

Banyak orang mengalami ‘pertobatan’ di tengah kesulitan. Paradigma saya berubah drastis saat menderita kanker di Singapore. Cara pandang tentang pelayanan, pernikahan, persahabatan berubah saat terkapar di tempat tidur. Orang baru menghargai hidup saat sekarat mau mati. Situasi yang sulit bisa membuat orang menentukan apa yang terpenting dalam kehidupan.

PENGALAMAN BURUK BISA MENJADI ALAT PROMOSI

Tidak ada keberhasilan tanpa kegagalan. Tidk ada pencapaian tanpa kesulitan. Sudah terbukti lintas generasi, yang namanya kesulitan atau pengalaman buruk bisa menjadi kendaraan menuju pencapaian. Ada yang bilang “no pain no gain”. Berakit rakit ke hulu, berenang renang ke tepian, bersakit sakit dahulu, bersenang senang kemudian. Transisi antara penjara menuju istana adalah ‘air mata’. Kalau tidak percaya, coba duduk ikut kuliah singkat dari Yusuf Bin Yakob. Dengarkan kisah hidupnya dan belajar dari filosofi pribadinya. Anda pasti akan diberkati.

PENGALAMAN BURUK BISA MENJADI TAMBANG HIKMAT

Kitab Yakobus meneguhkan kita semua bahwa kesulitan, pencobaan dan saat terburuk bisa menjadi lahan pembelajaran. Jangan takut menghadapi kesulitan dalam hidup. Di balik setiap kesulitan selalu ada hikmat kehidupan. “Berbahagialah orang yang tabah pada waktu ia mengalami cobaan. Sebab sesudah ia berhasil bertahan dalam cobaan itu, ia akan menerima upahnya, yaitu kehidupan yang telah dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Allah.’

Semoga renungan ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua sahabat. Dalam situasi krisis akibat Covid-19, setiap orang harus siap menghadapi kesulitan. Kita tidak bisa menghindari kesulitan dalam perjalanan hidup ini. Satu satunya tempat yang bebas kesulitan adalah kuburan. Untuk itu harus punya mental tahan banting. Tabah dan berani menghadapi saat terburuk adalah modal menuju kemenangan

Tinggalkan Balasan