Dalam bukunya Reduce to Love ibu Joice Meyer mengatakan “Hidup dalam kasih harus menjadi prioritas kerohanian kita. Kita harus belajar tentang kasih, berdoa tentang kasih dan mengembangkan buah kasih dengan mempraktekan kasih kepada sesama.” Love should be number one on our spiritual priority list. We should study love, pray about love, and develop the fruit of love by practicing loving others.”

Kasih adalah ‘Trademark’ dari sorga. Allah adalah kasih maka semua yang hidup dalam kasih pasti akan dilimpahiikan sekarang juga. Jikia anda tidak bisa tersenyum hari ini gara gara menyimpan sakit hati. Lepaskanlah pengampunan maka wajahmu akan segera bersinar. Jika kepala pusing lantaran memikirkan pengkhianatan kekasihmu, bebaskan dia menjadi dirinya dan yakinlah Allah sanggup mengantikan dia dengan yang lebih baik. Maka senyum mulai merekah dari bibir anda. Jika ada sedikit kebencian menyelinap dalam hati, keluarkan dia dengan ‘mengasihi dan menerima apa adanya’. Maka hatimu akan dipenuhi dengan kebahagiaan.

Hidup mengasihi adalah panggilan terutama dan termulia dari Allah. Itulah sebabnya Yesus merangkum 10 Hukum ALLAH menjadi satu “Kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu”. Cara yang terbaik mengasihi Allah adalah dengan mengasihi sesma. Rasul Paulus berdoa agar kita hidup dalam kasih “Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus..”

Hidup dalam kasih adalah merupakan ‘gaya hidup’ yang tidak boleh diremehkan. Di ujung kehidupan yang akan diperhitungkan oleh Allah bukan kekayaan, ketenaran, kedudukan atau berapa jumlah jemaat dan seberapa besar gereja anda. Ada orang yang bisa bicara bermacam bahasa tetapi karena tidak dijiwai oleh kasih, akhir hidupnya tidak berguna. Ada orang yang mengaku beriman dan bisa mengadakan keajaiban tetapi tidak punya kasih akhirnya ditolak masuk sorga. Ada orang yang sudak berbagi dan bahkan menjadi martir demi orang tetapi kalau motivasinya bukan kasih sayang, dia tidak berguna di hadapan Allah.

Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku

Satu pemikiran pada “MENGEJAR KASIH MENANGKAP BAHAGIA

Tinggalkan Balasan