Kualitas pernikahan ditentukan oleh pemahaman anda akan pernikahan. Jika pernikahan dianggap sebagai kongsi dagang, untung dan rugi menjadi penentu waktu kebersamaan. Selama masing masing masih bisa mendapatkan keuntungan, pernikahan terus jalan. Namun jika sudah tidak ada lagi manfaat, sebentar lagi kerja sama akan diakhiri. Ada pula yang menerapkan sistem kontrak. Sama seperti kontrak kerja atau kontrak rumah. Ada waktu dan persyaratan yang harus disepakati. Saat waktu kontrak selesai, pernikahan akan segera diakhiri.

Pernikahan adalah perjanjian seumur hidup, bukan kontrak atau kongsi dagang yang hanya didasarkan atas untung rugi.

Pernikahan Adalah Institusi Ilahi

Kualitas pernikahan tergantung dari pemahaman anda tentang nikah. Alkitab mengatakan bahwa “perkwaninan” harus dihargai. Karena pernikahan adalah institusi ilahi yang menjadi dasar dari semua institusi lain. Kualitas sebuah bangsa dimulai dari kualitas keluarga. Sebelum ada gereja, negara, atau catatan sipil, Tuhan lebih dahulu mendesain pernikahan dengan maksud mulia. Maka untuk bisa menikmati kebahagiaan pernikahan, terlebih dahulu harus menghargai pentingnya, kudusnya dan indahnya pernikahan.

Pernikahan Harus Dijaga

Mereka yang menghargai pernikahan pasti akan menjaga dan merawat keutuhan pernikahan. Mengapa toko mas sering dijaga satpam atau polisi bersenjata? Karena di dalamnya ada barang berharga. Pemilik Toko Barang Berharga rela membayar penjaga dengan gaji mahal demi apa yang dianggapnya ‘valuable’. Jika anda menganggap ‘pernikahan’ adalah honorable, pasti akan diperhatikan, dirawat dijaga san dilindungi.

Pernikahan Jangan Dicemari

Mereka yang menghargai pernikahan tidak akan mencemari tempat tidur dengan perzinahan. Pengkhianatan dan perzinahan bisa menghancurkan kepercayaan dan merusak institusi ilahi yang punya makaud mulia. Makanya Tuhan memberikan perhatian khusus, bahkan rela menjadi saksi atas pernikahan. Jangan heran jika Allah secara terbuka mengatakan “Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!”

Mereka yang menghargai pernikahan pasti menghargai orang yang dinikahi dan anak anak hasil pernikahan. Bahkan anak dan istri adalah yang paling berharga dalam hidup. Bukan harta, tahta atau permata tetapi keluarga. Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah aset yang paling berharga dalam hidup anda? Jika anda menghargai pernikahan, anda akan menghargai orang yang anda nikahi dan semuaa hasil pernikahan anda.

Kualitas Hidup Tergantung Kualitas Pernikahan

Mereka yang menghargai pernikahan akan memberikan perhatian terhadap kesehatan pernikahan. Saat anda menemukan ada yang tidak beres dengan pernikahan, anda akan segera mencari obat demi kesehatan pernikahan. Kualitas hidup kita sangat tergantung dari kualitas kesehatan pernikahan kita. Jangan biarkan virus atau bakteri merusak keharmonisan pernikahan atau mematikan hubungan. Coba lakukan “check up” atas kondisi pernikahan anda. Sehat atau sakit.

Nikah itu mudah, tetapi untuk mempertahankannya susah. Untuk jatuh cinta berkali kali pada orang yang sama dalam waktu yang lama, diperlukan usaha sepanjang usia. Kebahagiaan pernikhan tidak jatu dari sorga.

Tinggalkan Balasan