SUKA CARI KAMBING HITAM

Sejak dari semula, manusia memang sulit mengakakui kesalahan. Akibatnya suka sekali mencari ‘kembing hitam’. Padahal kebiasaan mencari kambing hitam tidak akan menyelesaikan persoalan hubungan. Yang ada malah sebaliknya, menghancurkan hubungan. Saat Adam tahu bahwa dirinya membuat kesalahan Adam menyalahkan Allah, dan Hawa menyalahkan ular.

“Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

TIDAK BERANI TERBUKA

Ketika suami istri suka main ‘Petak Umpet” sebentar lagi akan menghadapi petaka dalam pernikahan. Kebiasaan menyembunyikan ‘masalah’ berpotensi merusak komunikasi. Apalagi jika yang disembunyikan menyangkut keharmonisan hubungan. Kasus ‘sms’ yang bernada ‘sayang sayangan’ telah menghancurkan banyak pernikahan. Dimana ada dusta di sana ada derita. Dimana ada kebohongan disana akan ada kehancuran kepercayaan.

Keterbukaan atau transparansi adalah modal kepercayaan atau trust dalam setiap hubungan. Saat ketahuan bahwa ada satu pihak yang ‘menyembunyikan dosa’ disanalah awal dari segala bencana rumah tangga. Makanya sering sering menyanyikan lagu ‘Katakanlah, katak sejujurnya…..” Menyembunyikan dusta itu seperti memelihara ular berbisa. Suatu saat kita sendiri yang akan mati karena celaka. Lambat atau cepat yang namanya ‘dusta tersembunyi’ pasti akan terungkap. Jujurlah padanya, sekarang juga. Jangan sampai rumah tertbakar dan hanya tangga yang tersisa.

TIDAK BERSEDIA MELEPASKAN PENGAMPUNAN

Tidak ada manusia yang sempurna. Maka bersiaplah untuk menerima kekurangan dan kelemahan diri dan pasangan kita. Menuntut untuk selalu benar dan sempurna akan segera membawa anda ke rumah sakit jiwa. Coba tanya kepada Tuhan Yang Maha Esa, “Adakah pernikahan yang sempurna?” Tidak ada! Adakah pernikahan yang bahagia? Banyak! Bagaimana mereka bisa bahagia meski jauh dari sempurnya? Menerima dan memberi peluang atas kesalahan. Caranya adalah dengan membangun gudang pengampunan.

Seandainya “Bang Toyib” bisa memaafkan istrinya, pernikahannya pasti sudah bisa dipulihkan, tidak harus menunggu sampai tiga kali puasa atau lebaran. Aata sebaliknya, jika ibu Toyib sudah bisa memaafkan suaminya, tidak perliu setiap hari menyanyikan lagu “Bang Toyib kenapa tak pulang pulang”. Pengampunan adalah obat paling mujarab untuk memulihkan hubungan yang retak atau rusak.

Satu pemikiran pada “TIGA KEBIASAAN PERUSAK HUBUNGAN

  1. Amen 🙏🙏🙏
    betul pa pendeta dengan adanya pengampunan kita membuka hati untuk di pulihkan …
    Puji Tuhan saya sudah melewati semua dan Tuhan telah pulihkan Rumah tangga , saya dan suami di pulihkan Tuhan yesus sungguh baik amat baik .saya dan suami belajar dari kesalahan dan lebih hati” dengan segala tindakan dan ucapan dan lebih menjaga hati masing ” dan yang terpenting Takut akan Tuhan awal dari segalanya 🙏

Tinggalkan Balasan