Salah satu penyulut konflik dalam pernikahan karena gagal mendengar. Masalahnya sangat klasik, kita semua lebih cepat berkata kata dan lambat mendengar. Salah mengerti ditambah dengan emosi melahirkan pertengkaran yang memperburuk situasi. Untuk itu setiap pasangan harus belajar bagaimana bisa menjadi pendengar yang baik. Dengan kata lain, kita bisa membangun dan menyelamatkan pernikahan dengan mempertajam kedua telinga dan kesediaan mendengar. Berikut ini adalah beberapa tips untuk menjadi pendengar yang baik.

1. KONTAK MATA

Saat pasangan sedang bicara, pandanglah matanya jangan melihat handphone atau surat kabar yang ada di tangan. Gagal memandang bisa diartikan ‘kamu tidak mendengar’. Sikap tubuh anda bisa dibaca oleh pasangan anda. Dalam ilmu komunikasi, sikap tubuh adalah ‘berita non verbal’ yang penting dalam komunikasi. Jangan bilang ‘saya mendengar’ saat mata anda ke arah TV atau HP. Sikap itu bisa menjadi masalah dan berubah jadi musibah.

2. JANGAN SUKA MEMOTONG PEMBICARAAN

Saat istri atau suami biacara, biarkan ia menyelesaikan lebih dahulu ucapannya baru ditanggapi. Dengan demikian kita bisa memahami ‘pesan’ apa yang disampaikan. Jangan suka memotong pembicaraan pasangan yang sedang bicara. Menginterupsi bisa diartikan ‘kamu tidak menghormati saya’. Jangan sampai pasangan teriak ‘Diam!!! Biarkan saya bicara…”

3. BERFOKUSLAH UNTUK MENGERTI

Pasangan ingin didengar karena dia ingin dimengerti. Maka belajarlah menangkap emosinya bukan hanya sekedar kata kata yang terucap. Dengan memberikan perhatian sepenuh hati, anda tidak akan kesulitan memahami apa yang ada dibalik ucapan. Bagi suami, pahamilah bahwa isterimu punya cara tersendiri untuk mengeluarkan emosi, yaitu dengan berbicara. Dia tidak minta solusi, dia hanya ingin didengar.

4. JAGA EMOSI ANDA

Khususnya untuk para suami, belajarlah menjaga dan memelihara emosi. Jangan sampai gara gara hanya mendengar ‘ucapan dalam suasana kemarahan’ anda terpancing ikut jadi marah. Padahal isterimu hanya mau melampiaskan emosinya. Untuk itu jangan mudah terpancing emosi saat isteri sedang emosi. Ada yang bilang ‘Dengarkanlah emosinya jangan dengarkan ucapannya’ Jelas? Terkadang isterimu berbicara dengan nada tinggi dan penuh emosi. Biarkan saja dan dengarkan saja.

JANGAN CEPAT MENGHAKIMI

Pasanganmu bicara karena ingin menyampaikan isi hati bukan untuk meminta persetujuan benar atau salah. Makanya saat pasangan bicara jangan terlalu cepat menilai atau menghakimi. Tanggapan yang bernada menghakimi bisa membuat pasangan berhenti bicara dan marah sehingga komunikasi berhenti. Khususnya untuk para pria yang ‘solution oriented’. Ingat baik baik, isterimu bicara untuk curhat bukan untuk cari solusi. “Jadilah tempat sampah yang baik”

Kiranya ulasan di atas akan menolong kita semua untuk menjadi pendengar yang baik. Betapa banyak pernikahan yang bisa di pulihkan jika masing masing pasangan bisa meggunakan telinga untuk berkomunikasi dengan pasangannya.

“Tuhan memberikan dua telinga dan satu mulut, supaya kita lebih banyak mendengar dan sedikit berbicara.”

Tinggalkan Balasan